CINA BERHASIL “MEMASUNG” KOREA SELATAN UNTUK TIDAK TERLIBAT PADA KONFLIK LCS


Adalah suatu hal yang aneh, bila aliansi militer Amerika Serikat yang  melibatkan Jepang, Filipina dan Australia dalam program pushback Cina dari teritori laut Cina Selatan tidak melibatkan Korea Selatan. Padahal, Korea Selatan dan AS merupakan sekutu militer yang kuat, disisi lain Korea Selatan sangat membutuhkan jalur laut (terutama di jalur Laut Cina Selatan) yang bebas dan  aman  untuk perekonomiannya.

Untuk melihat betapa eratnya aliansi militer AS dengan Korea Selatan, di Korea Selatan pada tahun 2014 terdapat lebih dari 29,000 tentara AS yang tergabung dibawah komando United State Forces Korea (USFK) yang bahu membahu dengan prajurit Korea Selatan dalam yang mengamankan semenanjung  Korea  dari ancaman serbuan tentara Korea Utara.  Tentara AS di Korea Selatan berada dibawah komando gabungan angkatan bersenjata Amerika Serikat yang dikenal sebagai  Combined Forces Command’s (CFC) yang terdiri dari elemen Eight U.S. Army (EUSA), U.S. Air Forces Korea (Seventh Air Force), U.S. Naval Forces Korea (CNFK), U.S. Marine Forces Korea (MARFORK) dan Special Operation Command Korea (SOCKOR). Komando gabungan ini sudah digelar sejak 1 Juli 1957, pasca perang Korea.

Reklamasi Pulau di Kepulauan Spratly

Cina telah melakukan reklamasi sejumlah pulau di kepulauan Spratly yang disengketakan dan membangun pangkalan militer di pulau tsb. “Proyek reklamasi daratan di beberapa pulau dan terumbu karang di Laut China Selatan telah selesai di hari terakhir,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying. Ada tujuh terumbu kerang yang jadi objek reklamasi China. Proyek reklamasi itu telah ditentang Filipina, Vietnam, Malaysia, Taiwan dan Brunei yang sama-sama mengklaim kepulauan di Laut China Selatan.

Setelah itu, Cina akan memainkan skenario lainnya. Seperti yang dilaporkan BBC, pemerintah Cina mengatakan mereka akan meningkatkan patroli di wilayah lepas pantai Laut Cina Selatan. Mereka berencana menambahkan sekitar 1000 personil angkatan laut dan sejumlah peralatan baru untuk menjaga kepentingannya di kawasan tersebut. Petugas pengawas perairan Cina, Sun Shuxian mengatakan frekuensi kegiatan patroli laut akan lebih ditingkatkan lagi katanya seperti dikutip dari China Daily. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat penegakan hukum Cina di wilayah perairan yang mereka kuasai.

Jalur laut LCS merupakan jalur laut yang sangat penting. Setiap tahun, kapal-kapal dagang yang melewati  LCS mencapai nilai 5,3 milyar dolar, 1,2 milyar dolar diantaranya merupakan kapal dagang AS. Sehingga dapat di bayangkan,  bila terjadi konflik di LCS akan menyebabkan terhambatnya lalu lintas perdagangan, kalaupun harus melewati jalur lain berarti akan menambah biaya dan pada akhirnya akan mempengaruhi perekonomian regional.

Cina telah nyata-nyata menancapkan hegemoninya di jalur laut yang penting dan kaya akan hasil laut, minyak dan  gas alam.

Cina “Memasung” Korea Selatan

Setelah Uni Soviet runtuh, sumber bantuan ekonomi dan politik untuk Korea Utara beralih ke Cina. Cina benar-benar mengambil keuntungan besar agar Korea Utara tetap tergantung pada suplay segala kebutuhan Korea Utara melalui perbatasan dengan Cina.

Bila ada yang berharap pecahnya  hubungan antara Cina dengan Korea Utara, itu mimpi yang tidak akan menjadi kenyataan. Cina akan tetap memelihara hubungan “aneh” antar kedua negara.  Korea Utara akan tetap tergantung secara ekonomi dan politik  pada Cina, sedangkan Cina memanfaatkan konflik kedua Korea untuk “memasung” Korea Selatan tetap fokus pada pemasalahannya. Cina menggunakan Korea Utara sebagai “kartu as” untuk menekan Korea Selatan, dengan demikian Korea Selatan tidak akan terjun terlibat pada konflik di LCS.

Sementara itu justru Presiden Korea Selatan Park harus mampu meyakinkan pemerintahan di Beijing, bahwa Korea Selatan bersikap netral dalam konflik LCS. Disisi lain, Korea Selatan harus  mempertahankan angkatan bersenjata AS untuk tetap digelar di daratan Korea.

—————–

Terbanggi Besar 9/7/2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: