MEMBERANGUS TERORIS – BELAJAR DARI PENGALAMAN PENYANDERAAN CAFE LINDT, PENYERBUAN CHARLIE HEBDO DAN UNIVERSITAS GARISSA KENYA


TNI telah menjawab tantangan ISIS dengan keras dan tegas, salah satunya adalah dengan menggempur Gunung Biru yang merupakan basis dari kelompok Santoso dalam latihan perang PPRC 2015.

Dalam latihan perang yang bertema :   “PPRC TNI melaksanakan operasi militer untuk perang (OMP) dengan melaksanakan penindakan awal untuk menghancurkan aggressor guna merebut kembali Poso Sulteng dalam rangka mempertahankan keutuhan dan kedaulatan NKRI”, TNI mengelar sistem arsenal utamanya : satu flight jet tempur F16 Fighting Falcon dari Skuadron Udara 3, sepuluh pesawat angkut berat C130 Hercules, heli serang Mi 35 dan heli Bell 412 serta kapal perang.

Seperti yang dikutip laman TNI AD, Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan : ”ISIS adalah sebuah ancaman yang harus dikelola dengan baik oleh semua instansi negara, karena jika tidak ditangani dengan tepat, paham ISIS dapat menjadi ancaman faktual yang merusak nasionalisme”. Jenderal Moeldoko, seolah mengingatkan bahwa berdasarkan skala ancamannya, penanganan kelompok teroris sudah harus menjadi tanggung jawab semua instansi, bukan lagi hanya satu instansi saja.

Diawali dengan pendaratan Marinir di pantai, kemudian dilakukan gempuran roket dari kapal perang KRI Hasanudin dan roket RM 70 GRAD Marinir ke Gunung Biru, yang selanjutnya dilakukan gempuran oleh satu flight jet tempur F16, serbuan ditutup dengan penerjunan satu batalyon Linud 502 Kostrad. Dapat dipastikan, latihan perang akan dilanjutkan dengan penyisiran seluruh sudut Gunung Biru oleh pasukan elit angkata darat, diharapkan juga penyisiran terus dilakukan terhadap seluruh pegunungan di Poso, termasuk wilayah hutan Parigi Moutong, tempat terjadinya baku tembak antara Polisi dengan belasan anggota kelompok Santoso yang melarikan diri dari Gunung Biru.

Pola Serangan Teroris

Beberapa hari setelah dimulainya latihan Perang PPRC di Gunung Biru. Pihak keamanan Malaysia berhasil memberangus sekelompok teroris Malaysia yang berencana melakukan serangan terror di ibukota Kuala Lumpur. Menurut Kepala Polisi Diraja Malaysia Khalis Abu Bakar, Selasa (7/4/2015) sekelompok teroris akan melakukan serangan terhadap markas tentara dan kantor polisi untuk merebut senjata. Jika serangan berhasil, maka mereka akan menyerang posisi strategis di Kuala Lumpur.

Setidaknya, ada tiga pola serbuan kelompok teroris : pola penyanderaan di café Lind, Martin Place Australia, pola penyerbuan terencana di kantor media Charlie Hebdo Perancis, pola penyerbuan pembantaian 147 mahasiswa di kampus Universitas Garissa Kenya.

Ada kesamaan dari ketiga pola penyerangan, yaitu : pihak penyerbu berhasil menutupi kerahasiaan operasi mereka hingga jam-j operasi dilakukan.

Man Haron Monis-imigran asal Iran, penyandera yang akhirnya ditembak mati polisi Australia, luput dari pantauan pihak intelejen Australia. Seperti yang dilaporkan Kompas.com (23/2/2015), Perdana Menteri Austalia Tony Abbott mengatakan kepada wartawan pada hari Minggu (22/2/2015) , sistem yang dimiliki Australia mengecewakan. ”Jelas, Monis tidak seharusnya berada dalam masyarakat kita. Dia seharusnya tidak diizinkan masuk ke negara ini. Dia seharusnya tidak dibebaskan dengan jaminan. Dia seharusnya tidak dibiarkan memiliki senjata dan dia tidak seharusnya menjadi radikal”.

Kouachi bersaudara pada 7 Januari 2015, dengan tenang membantai 12 orang di sebuah ruangan di kantor mingguan Charlie Hebdo, kemudian melarikan diri tanpa terdeteksi. Menurut Daily Mail, Kamis (15/01/2015), pihak intelejen Turki sudah memperingati otoritas Perancis akan rencana serangan tersebut. Seperti yang dikutip Viva.co.id (15/1/2015), bahkan intelejen Aljazair, sudah menginformasikan rencana penyerbuan ke pihak intelejen Perancis sehari sebelum terjadinya peristiwa tersebut.

Kelompok yang menyerbu Universitas Garissa, Al-Shabaab, ternyata adalah kelompok yang pernah menyerbu pusat perbelanjaan di Nairobi September 2013 yang menewaskan 67 orang. Empat orang dengan berpenutup muka dan menggunakan rompi berbahan peledak, berbekal senjata otomatis dan granat, berhasil memasuki kampus dan memberondong dan meledakan granat ke sasaran mahasiswa. Penyerbuan membunuh 147 mahasiswa dan melukai 70 orang lainnya, sebelum akhirnya 4 orang penyerbu melakukan bunuh diri.

Bagaimana dengan Indonesia

Walaupun latihan perang PPRC di wilayah Poso sebagai genderang perang melawan ISIS belum berakhir, sementara itu kelompok Santoso juga belum tumpas, dengan melihat ketiga pola penyerbuan teroris diatas, setidaknya sudah menjadi modal bagi pasukan anti terror TNI dalam mengembangkan resep mujarab untuk menyelesaikan setiap upaya terror di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam jangka pendek, peringatan Konferensi Asia Afrikake=60  April 2015, harus dijamin akan berlangsung dengan lancar dan sukses. Pihak intelejen dan keamanan tidak boleh lengah dan harus  peka terhadap setiap informasi dan tanda-tanda yang muncul sekecil apapun.

Belajar dari pengalaman, menganggap enteng Man Haron Monis oleh intelejen Australia, sehingga Monis dengan leluasa  melakukan tindakan penyanderaan yang menggegerkan di café Lindt Australia dan tidak pekanya intelejen Perancis terhadap informasi yang diberikan oleh pihak intelejen Aljazair dan Turki menyebabkan  tragedi penyerbuan Charlie Hebdo di ibukota Paris tidak dapat dicegah.

Informasi ledakan di Tanah Abang seperti yang diberitakan Antara 8 April 2015, selayaknya segera dikaitkan dengan moment Peringatan Konferensi Asia Afrika ke 60 di Bandung. Pihak keamanan dan intelejen diharapkan segera mereview sistem keamanan yang diterapkan pada moment penting tersebut.

—————————–

April 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: