KEBANGKITAN KAPAL SELAM CINA DI KAWASAN ASIA – PASIFIK


Mengacu pada project jangka panjang pengurangan  kekuatan armada kapal selam Amerika Serikat, kekuatan kapal selam AS direncanakan berkurang menjadi hanya 41 unit kapal selam nuklir pada tahun 2028.

Walaupun JCS (Joint Chiefs of Staff) telah melakukan studi untuk mencari jumlah kapal selam serang optimal (attack submarine), berdasarkan data dan informasi yang dikumpulkan ternyata angkatan laut AS  memerlukan 68 kapal selam nuklir pada tahun 2015 dan 76 unit pada tahun 2025. Dengan kata lain JCS ingin menyatakan bahwa jumlah 41 unit pada tahun 2028 bukanlah jumlah yang optimal, bahkan sangat minim dan menimbulkan berbagai resiko.

Bersamaan dengan berkurangnya kekuatan armada kapal selam AS, ternyata diikuti dengan berkurangnya kemampuan mendeteksi kapal selam (Anti Submarine Warfare-ASW). Pesawat P-3C Orion sebanyak 173 buah telah mendekati akhir masa baktinya, sementara pesawat pengganti P-8A Poseidon belum siap mengganti P-3C Orion pada tahun 2013.

Padahal angkatan laut AS sudah mempensiunkan pesawat anti kapal selam jarak jauh S-3B Viking dan tidak ada rencana penggantinya. Ditambah dengan teknologi pengendus kapal selam yang berkembang lambat sejak perang dingin, sementara teknologi siluman kapal selam sudah sedemikian maju. AS benar-benar kehilangan supremasinya didasar samudera.

Dua insiden baru-baru ini menyoroti keterbasan kemampuan anti kapal selam angkatan laut AS. Pada tanggal 26 Oktober 2006, kapal selam kelas Song Cina tiba-tiba muncul hanya berjarak  lima mil dari kapal induk USS Kitty Hawk  yang sedang berlayar di dekat Okinawa. Insiden lain adalah terjadi pada tanggal 11 Juni 2009, ketika sebuah kapal selam Cina menabrak sebuah alat sonar bawah air yang ditarik oleh kapal destroyer USS John S. McCain di dekat Subic Bay lepas pantai Filipina.

Pada bulan Juli 2008, Vice Admiral Barry McCullough melakukan testimony didepan Congress, tentang prioritas yang relevan dengan kemampuan tempur angkatan laut dan tantangannya, menyatakan :

“Sejumlah negara yang secara historis telah memiliki kemampuan militer regional telah berinvestasi dalam operasi kapal selam mereka dalam rangka memperluas jangkauan dan pengaruh mereka saat bersaing di pasar global. Angkatan Laut AS seharusnya memiliki kehandalan  melebihi angkatan laut lainnya. Hal ini mengharuskan kita untuk terus meningkatkan kemampuan anti-kapal selam dan kemampuan anti- rudal balistik untuk meng-counter peningkatan strategi mereka”.

Secara implisit Admiral McCullough ingin menyatakan bahwa kehilangan supremasi kapal selam AS seharusnya diimbangi dengan penelitian untuk mencari teknologi ASW yang dapat mengendus kapal selam musuh.

Kapal selam merupakan senjata yang strategis. Menggabungkan sifat senyap (stealth) dengan sistem senjata yang ampuh, kapal selam secara unik cocok untuk memenuhi berbagai misi tempur, termasuk efek deteren, pengawasan laut, mempersiapkan mandala pertempuran, pengawasan dan pengumpulan data intelijen, pendaratan operasi khusus, dan dukungan untuk operasi darat termasuk serangan darat.

Senyap adalah kunci utama untuk operasi kapal selam yang efektif. Hal ini memungkinkan kapal selam untuk menyerang tiba-tiba, serangan yang menghancurkan dari arah yang tak terduga dan menyelinap masuk dan keluar dari suatu daerah seperti hantu. Tetapi kapal selam memiliki kelemahan yaitu sangat rentan terhadap serangan jika ditemukan.

Pemerintah Australia secara eksplisit mengakui tentang pelemahan supremasi angkatan laut AS dan menyadari bangkitnya  dari kekuatan angkatan laut Cina. Pemerintah Australia sendiri percaya bahwa Australia harus memainkan peranan dalam stabilisasi dunia khususnya di regional Asia – Pasifik. Oleh sebab itu Australia berencana meningkatkan kapal selam dari 6 unit diesel elektrik klas Collins menjadi 12 kapal selam konvensional yang lebih modern.

Armada Kapal Selam Cina

Setelah perang dingin, angkatan laut Cina (PLAN – People’s Republic of China Navy) melakukan pembangunan kapal selam yang pesat. Cina sekarang mempunyai kapal perang terkuat di Asia, setidaknya memiliki 80 kapal selam serang (diantaranya kapal selam nuklir dan kapal selam diesel).

Setengah dari kapal selam diesel merupakan kapal kelas Kilo yang telah dimoderinasi, yaitu Song – class dan Yuan – class. Cina bahkan diduga memiliki kapal selam lebih banyak daripada Rusia dan memiliki kemampuan membangun kapal selam yang “amazing”. 

Empat diantaranya adalah hasil desain dan produksi dalam  negeri : Jin atau tipe 094 (kapal selam nuklir balistik), Shang atau tipe 093 (kapal selam nuklir), Yuang atau tipe 041/039A dan Song atau tipe 039/039G (kapal selam diesel). Untuk meningkatkan efek deteren, Cina berencana mengembngkan kapal selam nuklir balistik kelas Jin, yang secara tidak langsung menunjukkan ambisi menjadi negara global power.

Kapal Selam Nuklir Cina, Terungkap setelah 42 tahun

“Kami adalah kapal selam nuklir Cina yang pertama, dan setelah 42 tahun kami beroperasi, kami menjadi saksi mata bagi kapal nuklir yang sukses tanpa insiden nuklir” kata Rear Admiral Gao Feng di Qingdao.

Ini adalah pencapaian yang luar biasa mengingat hamper semua angkatan laut yang mengoperasikan kapal selam nuklir, termasuk Rusia dan AS pernah mengalami kecelakaan kapal selam nuklirnya, lanjutnya.

Jin Xupu, wakil komandan pangkalan mengatakan bahwa reactor nuklir pada kapal selam nuklir harus lebih canggih dibandingkan dengan stasiun reactor di daratan dan menuntut standar keamanan tinggi. “Kapal selam nuklir ibarat stasiun pembangkit nuklir yang bergerak, dan reactor harus mampu menghadapi gelombang laut yang dahsyat”.

“Setelah lebih dari 40 tahun dalam pengembangan, sekarang saatnya bagi kami  memperlihatakan kepada dunia, determinasi dan kemampuan, serta menjelaskan kepada rakyat kami tentang “kekuatan misterius” kami”, kata Rear Admiral Li Yanming, saat dua kapal selam nuklir Cina mengikuti parade militer.

Pegungkapan kapal selam nuklir Cina dilakukan setelah Menteri Pertahanan Cina memperingatkan Jepang agar tidak “underestimate” terhadap kemampuan Cina dalam mengamankan teriorial Laut Cina Timur.

Dengan daya jelajah 4,000 nautical mile, berarti PLAN untuk pertama kalinya menunjukkan efek deteren dari kapal selam nuklirnya terhadap daratan AS. Diduga kapal selam nuklir yang diungkap adalah dari tipe 094 Jin-Class kapal selam nuklir berkemampuan membopong peluru kendali balistik. Cina mengoperasikan tiga kapal Jin-class.

Bahkan Washington Times melaporkan bahwa  serangan kapal selam nuklir Cina dapat menghancurkan kota-kota pantai barat seperti : Seattle dan Los Angeles, dengan radiasi nuklir yang diperkirakan mencapai pantai timur seperti kota Chicago. 

——————–

1 Januari 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: