ARAH PEMBANGUNAN PERSENJATAAN STRATEGIS MILITER INDONESIA (SETELAH SKANDAL PENYADAPAN OLEH AUSTRALIA)


Skandal penyadapan terhadap Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono yang meledak pada November lalu, memberikan dampak yang signifikan bagi pembangunan persenjataan strategis militer Indonesia.

Terbukti Australia bukan tetangga yang baik, bahkan mungkin sudah dinilai menjadi ancaman serius bagi kestabilan politik dan keamanan dalam negeri. Pemerintah Indonesia mulai mempersiapkan pembangunan perangkat militernya untuk menghadapi segala kemungkinan yang dilakukan oleh “musuh  dari selatan”.

Yang paling signifikan adalah dihentikannya kerja sama  antar Polri dan Australian Federal Police (AFP) dalam penanganan masalah people smugling (penyelundupan manusia).

“Sudah saya hentikan kerjasama dalam masalah penanganan people smuggling, imigran, itu yang selama ini kerjasama dengan AFP dihentikan,” kata Kapolri Jenderal Sutarman di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (25/11).

Diberitakan The Australian, Senin 16 Desember 2013, dalam empat hari terakhir ada empat kapal imigran gelap yang tiba di Australia. Jumlah ini meningkat dari empat hari sebelumnya, yang hanya dua kapal saja.

“Tidak diragukan lagi bahwa mereka (Indonesia) menghentikan kerja sama operasi memberantas penyelundupan manusia, dan saya kira peningkatan kapal yang datang dalam beberapa minggu terakhir karena penghentian kerja sama ini,” kata Abbott pada radio ABC.

Ketegangan Diperkirakan Meningkat

Mantan menteri luar negeri Alexander Downer menyatakan tentang rencana pengusiran pengungsi perahu yang memasuki perairan Australia kembali ke perairan Indonesia.

Tony Abbott bahkan mengangkat wakil panglima angkatan darat Angus Campbell untuk menduduki jabatan sebagai kepala operasi pencegahan manusia perahu. Campbell di dipromosikan sebagai jenderal bintang tiga yang mengepalai 16 departemen dan agensi dalam operasi yang dinamakan Operation Sovereign Border. Operasi ini meliputi, pengusiran kembali perahu ke perairan Indonesia, pembelian perahu nelayan Indonesia dan membayar orang Indonesia menjadi mata-mata bagi manusia perahu.

“Kita lihat pointnya : perahu berbendera Indonesia dengan awak dari Indonesia melanggar hukum kami dengan membawa manusi kedalam teritorial perairan kami”, Kata Downer seperti yang dikutip Radio ABC pada 27 September 2013.

Downer meminta Indonesia untuk menghentikan apa yang ia sebut “pious rhetoric” dan menolak klaim bahwa kembalinya perahu (akibat operasi “turn-back policy” pengusiran pengungsi perahu yang memasuki teritorial Australia) dapat melanggar kedaulatan Indonesia

Professor Dewi Fortuna Anwar, mengingatkan kebijakan Abbott justru akan meningkatkan ketegangan. “Setiap kebijakan yang melanggar kedaulatan kami, sebagai contoh, angkatan laut Australia memasuki perairan Indonesia dalam rangka mengejar pengungsi perahu, maka tindakan tersebut dianggap sebagai tindakan tidak bersahabat, dan bisa dipertimbangkan sebagai tindakan yang tidak dapat diterima”, katanya.

Sebenarnya, kalau pemerintah Austalia jeli, dampak dari penyadapan tidak hanya pada penghentian kerjasama kedua badan kepolisian, tetapi lebih jauh, telah memberi arah  dan percepatan pada pembangunan persenjataan militer Indonesia.

Rencana Akuisisi Kapal Selam Kilo dari Rusia.

Departemen Pertahanan sudah melangkah lebih jauh dalam pengadaan kapal selam Kilo, dengan rencana mengirimkan delegasi khusus ke Rusia untuk melihat kondisi kapal selam yang ditawarkan.

Pengiriman delegasi ini adalah tindak lanjut dari tawaran penjualan 12 unit kapal selam diesel elektrik dari pemerintah Rusia kepada Indonesia pada bulan Agustus lalu. Termasuk didalamnya tawaran untuk membeli kapal selam baru jenis 636 “Varshavyanka”, “Armur – 1650” atau “Armur-950”.

“Ini adalah bentuk kerjasama yang lebih lanjut antara Indonesia dan Rusia. Kami akan mengirim tim dari angkatan laut untuk melihat kondisi kapal selam tersebut”, kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Jumat 6 Desember 2013.

“Tim yang dikirim akan melakukan cek kondisi fisik, Untuk melihat opsi pertama. Tetapi bila diputuskan untuk memilih kapal selam baru, berarti akan ada perbedaan dalam hal pembiayaan” katanya lebih lanjut.

Memperkuat armada kapal selam adalah untuk memperkuat pertahanan laut yang dinilai sangat krusial.

Kunjungan Persahabatan Menteri Pertahanan Cina Chang Wanquan

Dalam kunjungannya persahabatan, Menteri Pertahanan Cina Chang Wanquan menyatakan, Cina dan Indonesia adalah tetangga dekat yang bersahabat, peningkatan persahabatan secara berkelanjutan antara kedua negara dan kedua tentara tidak saja sesuai dengan kepentingan dasar pemerintah dan rakyat kedua negara, namun juga bermanfaat bagi perdamaian, stabilitas dan perkembangan kawasan.

Chang Wanquan menegaskan, tujuan kunjungannya kali ini adalah tindak lanjut dari kesepakatan yang dicapai pemimpin kedua negara dalam kunjungan Presiden Xi Jinping ke Indonesia pada Oktober tahun 2013, sekaligus mendorong perkembangan hubungan mitra strategis secara menyeluruh antara kedua negara.

Untuk kerjasama militer dengan China, Purnomo mengatakan saat ini Indonesia tengah membahas mekanisme transfer teknologi Rudal C-705 yang akan digunakan oleh Angkatan Laut Indonesia yang merupakan bagian dari kerjasama industri pertahanan kedua negara. Kerjasama itu tertuang dalam nota kesepakatan yang ditandatangani Wakil Menteri Pertahanan dan Kepala Badan Pengembangan Teknologi dan Industri Nasional Pertahanan Cina,Chen Qiufa.  Rencana peluru kendali C-705 akan diinstall pada 16 kapal cepat berpeluru kendali  KCR- 40. Peluru kendali ini memiliki jelajah 140 km, dapat mengangkut warhead 110 kg, yang dilengkapi dengan sistem radar, televisi atau infra merah, penggerak turbo jet dengan solid rocket booster.

Dalam nota kesepakatan itu, disepakati lima hal pokok, antara lain pembelian senjata tertentu harus dilakukan antarpemerintah atau Government to Government. Selanjutnya, alih teknologi peralatan militer tertentu mencakup perakitan, pengujian, pemeliharaan, modifikasi, upgrade, dan pelatihan.

Purnomo menyatakan, TNI AL juga akan mengadakan latihan bersama dengan angkatan laut China di Laut China Selatan. Sedangkan untuk latihan bersama juga akan dilakukan antara Kopassus dengan militer China.

———————-

17 September 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: