PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA 3,8 PERSEN, MUNGKINKAH ?


Pertumbuhan ekonomi Asia yang Cina-centralistik, menyebabkan ketergantungan yang sangat kuat terhadap ekonomi Cina. Efek transmistik dari pola perdagangan yang terjadi membuktikannya,  begitu permintaan Eropa terhadap produk Cina melemah, maka permintaan produk Asia juga turut melemah.

Penelitian yang dilakukan oleh International Monetery Fund menunjukkan bahwa 60 – 65 % perdagangan di Asia diklasifikasikan sebagai “intermediate goods”, komponen di buat di negara seperti Korea dan Taiwan, kemudian dirakit di Cina, selanjutkan dikapalkan sebagai produk jadi ke negara barat.

Bila krisis zona euro jatuh semakin dalam, pengaruh melalui dua jalur financial dan perdagangan akan menyeret Cina ke proses perlambatan ekonomi.

Bank Dunia melalui laporannya yang direlease pada bulan Juli ; Indonesia Economic Quarterly: Rising to present and future challenges, memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa jatuh pada  3,8 persen pada tahun 2013, bila krisis ekonomi global semakin parah dan panjang.

Indonesia disarankan oleh Bank Dunia, agar mempersiapkan diri dalam menghadapi volatilitas ekonomi global dan melemahnya sisi permintaan, melalui langkah-langkah terukur dalam strategi pembangunan jangka menengah yang difokuskan pada peningkatan produktivitas dan investasi infrastruktur.

———————

Terbanggi Besar Juli 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: