YUNANI NEGARA PALING KORUP DI ZONA EURO


Suatu ketika di bulan Oktober tahun 2009, Perdana Menteri Yunani George Papandreou secara mengejutkan mengumumkan bahwa Yunani adalah “negara paling korup di benua Eropa”.  Corruption Perception Index pada tahun 2009, menempatkan Yunani pada rangking 71 dengan skor 3.8.  Rangking  negara terkorup di bandingkan dengan ke 16 negara Eropa lainnya yang masuk kedalam zona euro.  Corruption Perception Index tahun 2011 juga menempatkan Yunani pada rangking paling buncit yaitu rangking 80 dengan skor 3.4.

Korupsi sudah menjadi tradisi yang panjang di Yunani. Istilah “fakelaki” – amplop kecil – penyuapan ini diantaranya digunakan untuk memudahkan urusan, sedangkan “misa”  adalah penyuapan dengan nilai  yang lebih besar lagi, biasanya ditujukan untuk memenangkan proyek, tender, dll.

Kondisi saat ini, Yunani tidak saja menghadapi  korupsi tingkat tinggi, tetapi juga menghadapi upaya penggelapan pajak, dan tidak berfungsinya penegakan hukum.  Sekarang ini, orang yang berpengaruh atau kaya raya tidak takut pada hukum  tetapi juga berani untuk tidak membayar pajak.

Didunia perpajakan, dikenal istilah 40 – 40 – 20, yang berarti sistem penyuapan pajak atau penggelapan pajak dengan pembagian sebagai berikut : 40 % untuk petugas pajak, 40 % untuk pembayar pajak dan 20 % yang disetorkan ke pemerintah.

Krisis Keuangan karena Korupsi

Transparency International (TI), organisasi anti korupsi, melihat adanya korelasi kuat antara korupsi dengan defisit fiskal, seperti halnya crisis yang sekarang menghantam Yunani, Portugal dan Spanyol, penyebab utamanya adalah korupsi. “Penyebab krisis cenderung berbeda antara satu negara dengan negara lain, tetapi negara-negara yang terkena krisis biasanya korupsinya juga sudah demikian merasuk dan faktor lainnya adalah  kurangnya integritas dalam sistem sosial”, kata Finn Heinrich, Direktur Riset Transparency International seperti yang dikutip Wall Strreet Journal (6/6/2012)

Dalam laporannya yang bertajuk “ Money, Politics and Power : Corruption Risk in Europe”, yang telah dipresentasikan di Brusel merupakan hasil investigasi terhadap 300 instutisi nasional di 25 negara di Eropa, menyimpulkan : “banyak pemerintahan yang tidak cukup akuntabel terhadap keuangan public dan kontrak social”.

Yunani, yang menjadi pemicu terjandinya krisis keuangan di zona euro mendapat tekanan dari badan internasional pemberi pinjaman untuk melakukan reformasi terhadap institusi dan ekonomi, terutama dalam penanganan kejahatan penyuapan dan penggelapan pajak.

Korupsi yang Hadir dalam Setiap Sudut Kehidupan

Seperti yang dilaporkan oleh The Guardian (Oktober/2011), Leonidas Pitsoulis 43 tahun kembali ke Thessaloniki setelah meninggalkan Yunani selama 18 tahun untuk menuntut ilmu dan kemudian mengajar di Amerika Serikat  dan London.  Matanya terbuka lebar mengenai kondisi di negaranya.

Korupsi sudah meruyak disetiap sudut kehidupan sehari-hari di Yunani, katanya.  Tidak ada seorangpun yang mendapat pekerjaan karena merupakan kandidat dengan kualifikasi terbaik. “ Anda mendapat pekerjaan karena anda merupakan anak atau keponakan atau teman sekolah”, katanya.  “Itu merupakan penyebab mengapa administrasi pemerintah tidak berjalan efektif  –  orang yang mengelola keuangan, keuangan Negara, dikerjakan oleh orang yang tidak mendapat pendidikan khusus atau training. Ini sungguh lua biasa.”

Kisah lain seperti yang di beritakan oleh CNBC edisi 1 May 2012.  Eneida Zaka, 27 tahun, mahasiswa yang sedang menyelesaikan kuliah auditing dan akunting di International University of Athens, menemukan keganjilan di Yunani. ”Saya tidak menyukai cara kerja akunting di Yunani. Terlalu banyak korupsi, bahkan dalam organisasi sosial….Diseluruh dunia terdapat korupsi, tetapi tidak seperti di Yunani. Sistem dirancang membuat anda menjadi ilegal.”

Zaka menjelaskan bahwa pejabat public cenderung untuk melakukan penyuapan terhadap hasil audit. Setelah lulus, Zaka berhadap dapat bekerja di Inggris, Jerman atau Perancis. “ Saya percaya bahwa system dinegara-negara tersebut lebih baik dibandingkan dengan Yunani”, katanya.

Tidak mengejutkan bila upaya penyelesaian krisis di Yunani merupakan suatu hal yang mustahil bila tidak diikuti dengan upaya pemberantasan kejahatan korupsi yang sudah demikian merusak – dimana setiap institusi, termasuk badan legislative, birokrasi dan penegakan hukum sudah terseret dalam kubangan korupsi.  Setiap upaya reformasi hanya akan dinilai sebagai upaya lip service.

———-

Terbanggi Besar 11/6/2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: