PRITA SUDAH MEMENANGKAN SETENGAH PEPERANGAN


Media mungkin lebih berpihak kepada Prita Mulyasari – penulis keluhan pelayanan RS Omni Internasional via surat elektronik yang kemudian diganjar hukuman penjara.

TV dan surat kabar lebih banyak menggambarkan Prita sebagai Ibu yang innocent, taat beribadah, ibu rumah tangga dengan dua anak balita yang lucu.

 Seorang ibu rumah tangga yang baik tetapi harus menjalankan episode kehidupan yang kelam – kehidupan seorang ibu bagi kedua anak balitanya direnggut dengan paksa oleh suatu tindakan yang dinilai oleh banyak pendukung Prita sebagai suatu kebiadaban.

Komnas Ham kemudian menilai tindakan RS OMNI Internasional sebagai tindakan melanggar HAM ! Bahkan kalangan DPR menilai RS OMNI Internasional sebagai pihak yang bersalah sehingga merekomendasikan pemerintah untuk mencabut ijin Rumah Sakit tersebut. Sementara pihak Kejaksaaan telah memeriksa dua orang Jaksa Penuntut yang telah mencantumkan pasal 27  ayat 3 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik  dalam tuntutan pengadilan sehingga Prita harus mendekam dipenjara selama 3 minggu,  sekali lagi – hanya karena Prita  menulis keluhan pelayanan dari RS OMNI Internasional.

Dalam perang selalu ada yang menang dan kalah. Media telah memenangkan sebagaian pertempuran  Prita, sedangkan RS OMNI Internasional secara beruntun mulai menuai kekalahan.

 Seandainya Prita berhasil dikalahkan dalam pengadilan oleh RS OMNI Internasional, sebenarnya bukan kemenangan yang akan diraih oleh pihak RS OMNI Internasional tetapi merupakan awal dari pahitnya kekalahan.

Semua orang akan takut untuk memakai jasa di RS OMNI Internasional : takut akan terjadinya kesalahan (seperti yang dikeluhkan Prita), hingga takut akan dituntut di pengadilan.

Kekalahan RS OMNI Internasional akan berujung pada mundurnya kinerja. Customer akan takut untuk berobat di RS OMNI Internasional, calon pasien akan memilih Rumah Sakit lain.  Kerja sama bisnis dengan berbagai pihak akan mengalami kebuntuan bahkan kehancuran.  Bahkan nama baik RS OMNI Internasioanl  akan turut hancur.

Semua pihak  menunggu tindakan  “smart” dari RS OMNI Internasional dalam menyelesaikan kasus ini. 

Hingga saat ini, dalam pemikiran banyak orang : customer adalah raja. Customer yang puas akan menjadi pelanggan setia, bahkan akan menjadi media promosi yang ampuh untuk merangkul pelanggan lain.

***

9  Juni 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: