MILORAD “ROD” R. BLAGOJEVICH, KESERAKAHAN SI PENJUAL KURSI..


Bangsa Amerika Serikat ternyata masih belum belajar dari kasus subprime mortgage yang kemudian menjadi tragedi tsunami ekonomi yang terus meluas melanda dunia.

Keserakahan dengan membuat persyaratan yang demikian mudah untuk mendapatkan  kredit perumahan (mortgate),  sehingga kredit sejenis KPR ini  masuk dalam rating subprime. Kredit yang berkatagori resiko tinggi tersebut kemudian dikemas sedemikian menariknya untuk mendapatkan fasilitas hedging (lindung nilai). Selanjutnya, dilepas di pasar bursa. Akibatnya, begitu kredit menjadi macet, bencana menyebar kemana-mana.  Amerika Serikat sendiri kemudian menuai krisis ekonomi yang demikian parah. Negara adi daya tersebut tenggelam ke dalam resesi ekonomi yang bersumber dari keserakahan bangsa tersebut.

Entah apa yang sebenarnya sedang  terjadi di negara Paman Sam. Entah apa pula yang  ada dalam pikiran Gubernur Illinois Milorad “Rod” R. Blagojevich, kursi senat yang kosong yang ditinggalkan oleh Barack Obama kemudian “dijual”, lebih tepat-nya dilelang kepada  seseorang yang berani membayar dengan harga tinggi kursi senat tersebut. Keserakahan telah menutup mata hati seorang Blagojevich yang sebenarnya telah memimpin Illinois sejak tahun 2003.

Hanya dalam hitungan hari, Rod Blagojevich tersungkur dari jabatannya. Impeachment yang dilakukan oleh House of Representatif -nya Illinois tanggal 8 Januari 2009 menghasilkan dukungan suara  114 – 1 untuk mencopotnya dari kursi gubernur,  dilanjutkan dengan dukungan  penuh oleh Senat Illinois dengan mendapat 59 suara melawan 0 pada tanggal 29 Januari 2009.   Akibatnya, Rod Blagojevich terpental dari kedudukannya sebagai Gubernur Illinois. Nama dan foto Blagojevich dihapus dari website pemerintah negara bagian tesebut. Blagojevich harus menyerahkan kursi jabatan gubernur Illnois karena telah melakukan tindakan yang dikatagorikan  “alleged abuses of power and alleged abusses attempt to sell gubernatorial appointment and legislative authorization and/or veto to the higgist bidder”. Lebih jauh lagi,  pemerintah Federal sedang menyusun tuntutan dugaan korupsi terhadap Blagojevich.

Kasus ini mendapat perhatian serius dari Presiden  terpilih Barrak Obama, mantan Senator Illinois. Presiden Barrack Obama sempat berkomentar tentang kasus ini setelah impeachment diberlakukan : ” Hari ini adalah akhir dari hari-hari yang menyakitkan bagi Illinois. Beberapa bulan lalu pemerintahan (di Illinonis) telah mengalami krisis kepemimpinan. Tetapi sekarang kebenaran telah terungkap”.

Di Indonesia, kasus korupsi dengan cara men-jual kursi legislatif mungkin sangat jarang terjadi. Yang mungkin terjadi di Indonesia adalah menjual kursi, meja bahkan mungkin bangunan kantornya sekalian…..

5 Desember 2009

3 Komentar

  1. riniaty soejono said,

    April 7, 2009 pada 12:13 am

    Sepertinya bukan hanya masalah menjual kursi, meja atau bangunan kantornya, namun negara/pemerintah tidak dapat mengelolanya dengan baik, bahkan menjadi bangkrut karena ketidak becusan mengurusnya. Alasan yang paling gamblang adalah dikarenakan banyaknya orang2 yang duduk dikepengurusannya itu pada KORUPSI dan TIDAK PEDULI dengan kemajuanyang dikelolanya.
    Daripada menjadi hancur dan tidak mendatangkan keuntungan adalah jalan terbaik untuk pindah pengelola atau bahkan menjuallnya. Dengan pindah tangan kepemilikan ternyata hal tersebut menjadi baik. Baik dalam pengelolaan dan baik dalam mencapai keuntungan. Negara hanya mendapatkan presentasi dari keuntungan tersebut tanpa harus pusing dengan KORUPSI yang dilakukan oleh orang2 yang katanya adalah orang2 terbaik di negerinya.
    Itulah yang menjadi polemik. Kenapa bangsa Indonesia tidak dapat mencintai dan memelihara? apa karena lebih mementingkan perutnya sendiri ketimbang memikirkan kemajuan bangsanya? Kenapa pihak swasta selalu nomor satu dalam segalanya? kenapa SDMnya selalu lebih baik? kenapa dan kenapa???????

  2. andrey said,

    Juni 12, 2009 pada 4:31 pm

    Yang pasti masih jauh lebih banyak yang menjual diri dibandingkan jual kursi, meja serumahnya, contoh mudah pasar jual diri, lihat di senayan….jangan tanya kenapa…..he…he…he…

  3. Erika Juliyanty said,

    Juni 22, 2009 pada 5:08 am

    Mur dan lampu jalan jembatan suramadu dicuri, apakah itu bentuk keserakahan juga? Di satu sisi saya kesal karena merasa masyarakat sendiri tidak mendukung kemajuan bangsanya. Tapi di sisi lain, mungkin mereka juga adalah korban kemiskinan karena keserakahan pihak tertentu. Harus mulai dari mana membenahinya? Yang pasti seharusnya manusia tetap berTuhan pada sang Pencipta, bukan uang.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: