HARGA BERAS, HARGA BATUBARA DAN KRISIS EKONOMI DUNIA.


Hari ini ada 3 berita yang menyesakkan perekonomian dunia, yang pada akhirnya akan menekan perekonomian Indonesia pada sisi jurang keterpurukan.

Berita pertama adalah tentang tingginya harga beras di Asia. Menurut David Ignatius – pengamat ekonomi dan kolumnis dari Washington Post menulis : masalah tingginya harga beras hanyalah masalah kecil.

Ada masalah yang lebih besar yang siap menghadang dihadapan mata. Bahaya baru itu bersumber dari adanya ancaman inflasi global – terutama disumbangkan oleh kenaikan harga makanan pokok, selain itu disumbangkan oleh raw material dan produk yang memakai energi bahan bakar dalam aktivitas produksinya.

Harga beras di pasar global dilaporkan telah meningkat dua kali lipat dalam tiga bulan terakhir. Kondisi ini dilaporkan terjadi di beberapa penghasil beras dunia seperti Vietnam, India, Mesir dan Kamboja.

Pakistan dilaporkan sampai harus menurunkan pasukan untukmengamankan truk-truk pengangkut tepung gandum. Sementara di Indonesia dilaporkan mulai terjadi kelangkaan kacang kedelai, sedangkan di Cina, pihak pemerintah mulai mengontrol dengan ketat harga-harga minyak goreng, gandum, daging, susu dan telur. Kerusuhan-kerusuhan akibat kelangkaan bahan pangan, bahkan telah terjadi di  Papua Nugini, Mauritania, Mexico, Maroko, Senegal, Uzbekistan dan Yemen.

Presiden World Bank, Robert Zoellick, telah mengingatkan ancaman bahaya ini saat bicara pada hari Selasa 2 April 2008.  Menurutnya, akan ada 33 negara di seluruh dunia yang mengalami masalah instabilitas politik dan sosial akibat tingginya harga bahan pangan dan harga bahan bakar minyak.

*****

Berita kedua bersumber dari laporan Detik Finance. PT BUMI Resources Tbk (BUMI) telah memproyeksikan  kenaikan harga batu bara di tahun 2008 akan mencapai US $ 70 per ton. Prediksi ini jauh diatas realisasi harga batu bara pada tahun 2007.

Jika dibandingkan dengan harga rata-rata batubara di tahun 2007 sebesar US $ 44 per ton, berarti kenaikan rata-rata batu bara tahun 2008 adalah sebesar 59 % (dari US $ 44 per ton menjadi US $ 70 per ton).

Kenaikan  harga batu bara  diakibatkan  adanya ketidakseimbangan antara supply dan demand, terutama karena tidak adanya stok baru dari para produsen batu bara di dunia.

Kenaikan harga batu bara mencapai 59 % akan memukul perindustrian di Indonesia yang secara bertahap telah beralih ke sumber energi alternatif : batu bara. Kenaikan harga batu bara, diperkirakan akan menyebabkan kenaikan biaya produk. Pada akhirnya, kenaikan ini akan dibebankan pada harga jual.

Tidak ada jaminan bahwa harga batu bara akan turun atau akan tetap stabil. Dengan naiknya harga minyak dunia, maka batu bara akan semakin dilirik para pengusaha. Keseimbangan neraca suplay dan demand akan berubah. Sesuai dengan teori ekonomi, maka harga batu bara diperkirakan akan terus naik.

Bila harga batu bara terus meningkat, berarti biaya produksi akan meningkat, pada akhirnya harga jual produk akan meningkat. Yang menjadi pertanyaan adalah : apakah masyarakat sebagai konsumen mampu untuk menerima kenyataan bahwa harga-harga akan terus meningkat ?

*****

Tentang krisis ekonomi dunia, bulan lalu dilaporkan bahwa Standar & Poor’s memperkirakan bank di seluruh dunia akan melakukan write off sebesar 285 milyar dollar, sehubungan dengan permasalahan krisis Subprime di AS.

Sementara IMF memperkirakan bank di seluruh dunia akan mengalami kerugian sebesar 440 hingga 510 milyar dollar dari prediksi total kerugian sebesar 945 milyar dollar sebagai akibat krisis Subprime tersebut.

Kerugian-kerugian ini, menurut Jaime Caruana – kepala departemen Monetary dan Capital Market IMF, akan sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi AS. Sedangkan bagi Eropa akan melihat adanya pengetatan ekonomi dan melambatnya pertumbuhan kredit dunia.

Jaime Caruana mengingatkan bahwa kehancuran kolektif (collective failure) telah diterima oleh semua pihak : pihak bank, asuransi, pemerintah, hedge fund.  Turmoil ini bukan lagi hal yang sederhana. Pengaruhnya akan lebih meng-global, lebih dalam dan lebih lama.

*****

Tugas pemerintahan SBY semakin berat. Pemerintah harus mensosialisasikan bahwa kenaikan harga bahan pangan dan harga bahan bakar adalah suatu kenyataan yang tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi terjadi diseluruh dunia.

Selain menekan harga bahan pangan, program kerja pembatasan pemakaian bahan bakar minyak tanah harus lebih terintegrasi. Selain menyadarkan masyarakat akan kenyataan pahit ini, pemerintah harus siap dengan alternatif bahan bakar pengganti, terutama kemudahan dalam mendapatkan pengganti bahan bakar minyak tanah yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat banyak.

Satu tahun masa pemerintahan SBY akan berakhir. Satu tahun ini adalah masa kritis karena merupakan masa pembuktian apakah SBY masih bisa dipilih kembali ada pemilu 2009 ?

Saatnya pemerintahan SBY lebih memihak masyarakat kecil yang sekarang sedang terjepit dan terhimpit oleh kesulitan ekonomi.

Saatnya SBY untuk turun ketengah masyarakat miskin, berbicara dari hati ke hati dan berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat miskin yang jumlahnya semakin banyak.

Dengarkan suara masyarakat kecil dan berikan perlindungan serta kedamaian bagi mereka !

*****

9 April 2008

2 Komentar

  1. infogue said,

    April 11, 2008 pada 3:34 am

    Artikel di blog ini sangat menarik & bagus. Untuk lebih mempopulerkan artikel (berita/video/ foto) ini, Anda bisa mempromosikan di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di tanah air. Tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!

    http://www.infogue.com/
    http://www.infogue.com/bisnis_keuangan/harga_beras_harga_batubara_dan_krisis_ekonomi_dunia/

  2. Giyanto said,

    April 15, 2008 pada 9:13 am

    Maaf mas, yang naik itu bukan barangnya, tapi nilai uang kertas yang kita pakai, jaman sekarang jangan percaya Bankir, untuk pencerahan masalah ekonomi, klik link dinama saya..
    Salam Giy


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: