REFERENDUM YUNANI : KEMENANGAN DEMOKRASI DAN TAKDIR MENENTUKAN MASA DEPAN SENDIRI


Hasil referendum 5 Juli menunjukkan bahwa kepentingan politik telah mengalahkan kepentingan ekonomi. Rakyat Yunani melalui referendum telah menentukan takdirnya sendiri dengan memenangkan pesta “demokrasi” mengalahkan negara-negara Eropa yang berencana mengendalikan Yunani.

Dibalik itu semua, sebenarnya untuk melindungi kepentingan ekonominya, pemimpin-pemimpin “negara-negara demokrasi” di Eropa justru ingin melihat pemerintahan sayap kiri pimpinan Perdana Menteri Alexis Tsipras jatuh bertekuk lutut.

Atas nama Troika – terdiri dari tiga serangkai : IMF, Bank Sentral Eropa dan Komisi Eropa, akan menerbitkan dana bailout senilai 240 miliar Euro. Tentu saja dengan persyaratan yang sangat berat : penghematan, pemotongan budget, dan menaikkan pajak. Syarat lainnya adalah : merombak sistem ekonomi, menghentikan penggelapan pajak dan mempermudah dalam melakukan bisnis.

Hari Kemenangan yang Menyakitkan

“Hari ini kita merayakan kemenangan demokrasi,” kata Tsipras dalam pidato televisi. Ia menggambarkan hari Minggu sebagai “a bright day in the history of Europe.” Kami telah membuktikan bahkan dalam situasi yang paling sulitpun, democracy won’t be blackmailed,” katanya.
Referendum pekan lalu, dengan mengatakan “No” orang akan memperkuat wewenangnya untuk menegosiasikan kesepakatan yang lebih baik bagi negaranya.

Menurut Joseph E Stiglitz – pemenang Nobel bidang ekonomi dalam Irishtimes.com, sebenarnya kedua pilihan “ya” dan “tidak” merupakan pilihan sulit bagi orang Yunani. Memilih “ya”, berarti Yunani akan mengalami depresi nyaris tanpa akhir. Mungkin setelah Yunani diperas habis – semua aset dijual dan semua anak muda bermigrasi kenegara lain, barulah Yunani – mungkin akan mendapat pengampunan hutang. Tetapi itu – mungkin terjada satu dekade berikutnya, setelah seluruh penduduk Yunani hidup menderita dalam satu dekade itu.

Sebaliknya, dengan mengatakan “tidak”, setidaknya akan membuka kemungkinan bahwa Yunani, dengan tradisi demokrasi yang kuat – dengan takdir yang ditentukan olh tangan sendiri, mendapatkan kesempatan untuk membentuk masa depan yang, meskipun mungkin tidak sesejahtera seperti masa lalu, tetapi jauh lebih baik dan  penuh harapan daripada hidup dibawah kendali “bangsa lain”.

——————————–

Terbanggi Besar 7/7/2015

TAKSI UBER : MUNGKINKAH KERUSUHAN DI PARIS MENJALAR KE JAKARTA ?


Seperti yang dikutip Dailymail (4 Juli 2015), bintang rock Amerika Serikat Courtney Love yang menjadi korban kerusuhan di Paris, men-tweet pengalamannya ketika taksi Uber yang ditumpanginya dari bandara Charles de Gaulle diserang. “Mereka menyerang mobil taksi (yang saya tumpangi) dan menyandera sopirnya. Mereka memukul mobil dengan benda keras. Inikah Perancis ? Saya merasa lebih aman di Bagdad!”

Dari rangkaian unjuk rasa di Eropa, kerusuhan yang paling keras terjadi di Paris, selain puluhan mobil dijungkirbalikkan, membakar ban, juga dilakukan penutupan jalan-jalan utama oleh puluhan mobil taksi resmi. Seorang sopir taksi berkata, “ Uber, sebuah perusahaan Amerika Serikat, telah menjadi ancaman bagi pekerjaan kami dengan mengambil pelanggan dari taksi resmi”. Selain di Paris, protes juga terjadi di kota-kota lain seperti Tolouse, Marseilles dan Strasbourg.

Di Perancis, seorang sopir taksi harus membayar 111,000 dolar AS untuk mendapatkan lisensi beroperasi, bandingkan dengan sopir Uber yang tidak membayar sepeserpun. Serikat Taksi Perancis melaporkan bahwa sopir taksi yang berlisensi telah kehilangan 30% – 40 % pendapatannya selama dua tahun sejak berkembangnya taksi Uber.

Taksi Uber sebenarnya sudah dinyatakan ilegal di Perancis sejak Januari lalu. Di India. Seperti yang dilaporkan Indianexpress.com, pemerintah Delhi melarang Uber sejak Desember ketika ada laporan seorang wanita diperkosa oleh seorang sopir taksi Uber. Di Cina, South China Morning Post melaporkan otoritas pemerintah kota menyerbu kantor Uber di Chengdu. Pada bulan Januari kementerian Transportasi telah melarang aktivitas taksi berbasis app bila sopir tidak memiliki ijin operasi. Di Spanyol, menurut BBC, seorang hakim telah melarang aktivitas taksi Uber karena sopir tidak memiliki official authorisation dan merupakan aktivitas yang unfair.

Kerusuhan Kemungkinan dapat Terjadi di New York atau London

Dalam satu artikel di laman Economic Watch, Profesor Graham Hodges dari Universitas Colgate dan penulis buku Taxi! A Cultural History of the New York City Cab Driver, mengatakan :”Kita sedang melihat kemungkinan terjadi kerusuhan yang sama seperti di Paris terjadi di tempat lain. Bisa di New York atau London atau kota utama lain yang memiliki sejarah pertaksian yang kuat”.

Supir taksi di Paris berhak marah untuk melindungi mata pencahariannya. “Ketika jumlah taksi sudah demikian membludak di jalan-jalan, kemudian muncul sesuatu yang membuat chaos pengaturan ongkos taksi dan performa lainnya, maka akan memunculkan kondisi yang membahayakan akibat sopir taksi yang putus asa karena adanya perbedaan tarif. Jika Uber tidak mengikuti regulasi maka akan muncul hukum rimba, sopir taksi yang putus asa akan melakukan apa saja untuk mendapatkan penumpang”.

Profesor Hodges menilai bahwa apa yang terjadi pada taksi Uber adalah “bentuk baru dalam eksploitasi buruh”. Buruh seperti dikirim balik ke abad 19 ketika dunia industri belum mengenal serikat pekerja. Perusahaan seperti Uber, katanya, justru menciptakan “a completely new servant class”

“Uber membuat sopir menjadi “independent contractor” . Dibanyak tempat, sopir bahkan tidak memiliki asuransi. Bila terjadi kecelakaan, maka tidak ada seorang pun yang akan membayar biaya pengobatan penumpangnya”.

Bagaimana Jakarta ?

Seperti yang dikutip Okezone.com (19 Juni2015), Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), melarang Uber Taksi untuk beroperasi di ibu kota. Ahok menegaskan larangan itu dilakukan lantaran Uber Taksi tidak mengantongi izin operasi.

Keputusan Ahok berada pada arah yang benar. Untuk mendapatkan ijin operasi, tentunya Uber harus memenuhi persyaratan-persyaratan. Diantaranya harus sejalan dengan regulasi-regulasi yang mengatur transportasi umum.

Menurut Ketua Organda DKI Jakarta (Merdeka.com 22 Juni 2015), Shafruhan Sinungan, taksi Uber tidak sesuai dengan Undang Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan dan PP Nomor 74 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Angkutan Umum. “Dengan tegas sudah mengatur bahwa operator angkutan umum baik barang maupun orang haruslah berbadan hukum baik PT maupun koperasi,” kata Shafruhan dalam keterangan tertulisnya.

Aspek selanjutnya dapat dilihat dari perizinan khusus yang tercantum dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 35 tahun 2003 dan Pergub DKI Nomor 1026 tahun 1991. Di sini telah mengatur dengan sangat tegas kriteria angkutan umum khususnya taksi dengan berbagai spesifikasi syarat dan ketentuan. Regulasi tentang angkutan jalan mempersyaratkan operator angkutan umum baik barang maupun orang ikut bertanggung jawab atas keselamatan pengguna jasa dan penumpang.

Menurut pihak Polda Metro Jaya, taksi Uber melanggar aturan lalu lintas. “Sudah jelas melanggar aturan lalu lintas. Kan harus berpelat nomor kuning dan punya mahkota. Sopir harus punya SIM A khusus, karena menyelamatkan nyawa orang, serta izin-izin lainnya terkait angkutan jalan,” tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar M Iqbal, Jakarta, (Merdeka.com 20/6/2015).

Tentu saja kita tidak berharap kerusuhan di Paris menjalar ke Jakarta, dilain pihak pemerintah dan DPR harus segera menggodok RUU Sistem Transportasi Nasional dengan memasukkan kemungkinan-kemungkinan inovasi teknologi dalam transportasi umum.

————————————

Terbanggi Besar 5 Juli 2015

MEMBERANGUS TERORIS – BELAJAR DARI PENGALAMAN PENYANDERAAN CAFE LINDT, PENYERBUAN CHARLIE HEBDO DAN UNIVERSITAS GARISSA KENYA


TNI telah menjawab tantangan ISIS dengan keras dan tegas, salah satunya adalah dengan menggempur Gunung Biru yang merupakan basis dari kelompok Santoso dalam latihan perang PPRC 2015.

Dalam latihan perang yang bertema :   “PPRC TNI melaksanakan operasi militer untuk perang (OMP) dengan melaksanakan penindakan awal untuk menghancurkan aggressor guna merebut kembali Poso Sulteng dalam rangka mempertahankan keutuhan dan kedaulatan NKRI”, TNI mengelar sistem arsenal utamanya : satu flight jet tempur F16 Fighting Falcon dari Skuadron Udara 3, sepuluh pesawat angkut berat C130 Hercules, heli serang Mi 35 dan heli Bell 412 serta kapal perang.

Seperti yang dikutip laman TNI AD, Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan : ”ISIS adalah sebuah ancaman yang harus dikelola dengan baik oleh semua instansi negara, karena jika tidak ditangani dengan tepat, paham ISIS dapat menjadi ancaman faktual yang merusak nasionalisme”. Jenderal Moeldoko, seolah mengingatkan bahwa berdasarkan skala ancamannya, penanganan kelompok teroris sudah harus menjadi tanggung jawab semua instansi, bukan lagi hanya satu instansi saja.

Diawali dengan pendaratan Marinir di pantai, kemudian dilakukan gempuran roket dari kapal perang KRI Hasanudin dan roket RM 70 GRAD Marinir ke Gunung Biru, yang selanjutnya dilakukan gempuran oleh satu flight jet tempur F16, serbuan ditutup dengan penerjunan satu batalyon Linud 502 Kostrad. Dapat dipastikan, latihan perang akan dilanjutkan dengan penyisiran seluruh sudut Gunung Biru oleh pasukan elit angkata darat, diharapkan juga penyisiran terus dilakukan terhadap seluruh pegunungan di Poso, termasuk wilayah hutan Parigi Moutong, tempat terjadinya baku tembak antara Polisi dengan belasan anggota kelompok Santoso yang melarikan diri dari Gunung Biru.

Pola Serangan Teroris

Beberapa hari setelah dimulainya latihan Perang PPRC di Gunung Biru. Pihak keamanan Malaysia berhasil memberangus sekelompok teroris Malaysia yang berencana melakukan serangan terror di ibukota Kuala Lumpur. Menurut Kepala Polisi Diraja Malaysia Khalis Abu Bakar, Selasa (7/4/2015) sekelompok teroris akan melakukan serangan terhadap markas tentara dan kantor polisi untuk merebut senjata. Jika serangan berhasil, maka mereka akan menyerang posisi strategis di Kuala Lumpur.

Setidaknya, ada tiga pola serbuan kelompok teroris : pola penyanderaan di café Lind, Martin Place Australia, pola penyerbuan terencana di kantor media Charlie Hebdo Perancis, pola penyerbuan pembantaian 147 mahasiswa di kampus Universitas Garissa Kenya.

Ada kesamaan dari ketiga pola penyerangan, yaitu : pihak penyerbu berhasil menutupi kerahasiaan operasi mereka hingga jam-j operasi dilakukan.

Man Haron Monis-imigran asal Iran, penyandera yang akhirnya ditembak mati polisi Australia, luput dari pantauan pihak intelejen Australia. Seperti yang dilaporkan Kompas.com (23/2/2015), Perdana Menteri Austalia Tony Abbott mengatakan kepada wartawan pada hari Minggu (22/2/2015) , sistem yang dimiliki Australia mengecewakan. ”Jelas, Monis tidak seharusnya berada dalam masyarakat kita. Dia seharusnya tidak diizinkan masuk ke negara ini. Dia seharusnya tidak dibebaskan dengan jaminan. Dia seharusnya tidak dibiarkan memiliki senjata dan dia tidak seharusnya menjadi radikal”.

Kouachi bersaudara pada 7 Januari 2015, dengan tenang membantai 12 orang di sebuah ruangan di kantor mingguan Charlie Hebdo, kemudian melarikan diri tanpa terdeteksi. Menurut Daily Mail, Kamis (15/01/2015), pihak intelejen Turki sudah memperingati otoritas Perancis akan rencana serangan tersebut. Seperti yang dikutip Viva.co.id (15/1/2015), bahkan intelejen Aljazair, sudah menginformasikan rencana penyerbuan ke pihak intelejen Perancis sehari sebelum terjadinya peristiwa tersebut.

Kelompok yang menyerbu Universitas Garissa, Al-Shabaab, ternyata adalah kelompok yang pernah menyerbu pusat perbelanjaan di Nairobi September 2013 yang menewaskan 67 orang. Empat orang dengan berpenutup muka dan menggunakan rompi berbahan peledak, berbekal senjata otomatis dan granat, berhasil memasuki kampus dan memberondong dan meledakan granat ke sasaran mahasiswa. Penyerbuan membunuh 147 mahasiswa dan melukai 70 orang lainnya, sebelum akhirnya 4 orang penyerbu melakukan bunuh diri.

Bagaimana dengan Indonesia

Walaupun latihan perang PPRC di wilayah Poso sebagai genderang perang melawan ISIS belum berakhir, sementara itu kelompok Santoso juga belum tumpas, dengan melihat ketiga pola penyerbuan teroris diatas, setidaknya sudah menjadi modal bagi pasukan anti terror TNI dalam mengembangkan resep mujarab untuk menyelesaikan setiap upaya terror di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam jangka pendek, peringatan Konferensi Asia Afrikake=60  April 2015, harus dijamin akan berlangsung dengan lancar dan sukses. Pihak intelejen dan keamanan tidak boleh lengah dan harus  peka terhadap setiap informasi dan tanda-tanda yang muncul sekecil apapun.

Belajar dari pengalaman, menganggap enteng Man Haron Monis oleh intelejen Australia, sehingga Monis dengan leluasa  melakukan tindakan penyanderaan yang menggegerkan di café Lindt Australia dan tidak pekanya intelejen Perancis terhadap informasi yang diberikan oleh pihak intelejen Aljazair dan Turki menyebabkan  tragedi penyerbuan Charlie Hebdo di ibukota Paris tidak dapat dicegah.

Informasi ledakan di Tanah Abang seperti yang diberitakan Antara 8 April 2015, selayaknya segera dikaitkan dengan moment Peringatan Konferensi Asia Afrika ke 60 di Bandung. Pihak keamanan dan intelejen diharapkan segera mereview sistem keamanan yang diterapkan pada moment penting tersebut.

—————————–

April 2015

FENOMENA LONE WOLF


Terminologi “lone wolf” relative bukan hal yang baru. Pada tahun 2009, dalam salah satu kajiannya, pemerintah Amerika Serikat sudah menggunakan istilah “lone wolf terrorism”. Lone wolf berarti individual atau kelompok kecil dengan taktik teroris tradisional – baik melalui kekerasan dan mentargetkan warga sipil – untuk mencapai tujuan politik atau ideologi, tetapi dalam aksinya bukan merupakan anggota atau bekerja sama dengan organisasi teroris baik secara kelompok atau sel-sel.

Dengan kata lain “lone wolf” merupakan sebutan bagi teroris individu yang beroperasi di luar jaringan. Konsekuensinya, membuatnya sulit bagi lembaga penegak hukum dan intelijen untuk membedakan apakah “lone wolf” merupakan radikalisasi dan tindakan kriminal.

Asal Mula “Lone Wolf”

Hasil pengkajian beberapa lembaga peneliti masalah terorisme menunjukkan bahwa ada hubungan antara peningkatan dari aktivitas “lone wolf” dengan keberhasilan dari operasi kontra-terorisme. Operasi intelejen yang sukses ini diduga menghentikan serangan teroris yang spektakuler seperti kasus serangan 9/11.

“Lone wolf” tidak menimbulkan jenis ancaman yang sama dengan serangan 9/11, tetapi serangan mereka menimbulkan dampak psikologis yang dalam pada masyarakat, berupa ketegangan, teror dan polarisasi di dalam masyarakat.

Namun demikian, para ahli sepakat bahwa sebagian besar “lone wolf” tidak bertujuan untuk membunuh banyak orang. Satu-satunya ‘lone wolf’ yang membunuh banyak orang adalah Anders Breivik, yang pada tahun 2011 – dengan perencanaan yang baik dan kemampuannya yang terlatih, melakukan pembunuhan terhadap 77 orang di Norwegia.

Disadari bahwa konsep “lone wolf” muncul pada saat pengamat Barat masih berjuang untuk memahaminya, mengingat “lone wolf” beroperasi dengan struktur yang kurang jelas bila dibandingkan dengan organisasi teroris besar abad ke-20. Dilain pihak, terdapat fakta bahwa banyak “lone wolf” hanya memiliki ikatan yang sangat longgar dengan kelompok teroris.

Sebagai contoh, Amedy Coulibaly – pria bersenjata ketiga yang membunuh polisi wanita dan menyerang sebuah supermarket Yahudi di Paris, hingga menyebabkan empat orang pengunjung tewas – mengklaim bahwa ia bekerja atas nama Islamic State (IS) kelompok di Suriah dan Irak, tetapi Coulibaly tercatat belum pernah pergi ke Suriah.

Tetapi beberapa ahli berpendapat bahwa label “lone wolf” adalah kurang tepat. Argumentasinya adalah : walaupun mereka bertindak sendirian atau sebagai bagian dari kelompok kecil lokal, mereka tetap mengikuti “blue print” yang ditetapkan oleh kelompok global.

Bahkan radikal “lone wolf” ternyata memiliki kontak langsung dengan pimpinan kelompok militan. Nidal Malik Hasan, seorang psikolog militer AS yang membunuh 13 tentara di pangkalan militer Fort Hood di Texas, pada bulan September 2009, ternyata memiliki hubungan dengan Anwar Al-Awlaki, pemimpin Al Qaeda Yaman yang terbunuh dalam suatu operasi Drone AS tahun 2011 .

Ancaman ISIS

Pada sekitar bulan September 2014, juru bicara ISIS Abu Muhammad al-Adnani, merelease video yang berisi seruan untuk melakukan tindakan kekerasan secara individual terhadap tentara dan warga sipil yang tergabung dalam negara-negara koalisi musuh mereka di Irak dan Suriah. Mengajak pendukung ISIS untuk bertindak ” kill them wherever you find them”.

Para ahli pengkaji masalah terorisme melihat bahwa ISIS mempunyai pendekatan yang cerdik dalam merekut orang-orang untuk berperang di Suriah dan Irak. ISIS tidak menyatakan sedang berperang dengan pihak Barat, tetapi ISIS berargumentasi bahwa mereka sedang membangun pemerintahan Islam. Pada akhirnya, ini dapat diartikan sebagai konfrontasi antara Islam dengan pihak Barat.

ISIS mengalami kesulitan untuk bertempur secara langsung dengan tentara koalisi di Suriah dan Irak, karena negara-negara koalisi menggempur kedudukan tentara ISIS melalui serangan-serangan udara yang dipimpin oleh AS. Para ahli melihat bahwa strategi ISIS adalah melakukan perang asimetri di dalam negeri negara-negara yang tergabung dalam koalisi.

Kembali ke fenomena “lone wolf” yang aktivitasnya terus meningkat pada tahun-tahun belakang, maka dengan adanya ancaman ISIS maka diperkirakan serangan yang dilakukan oleh “lone wolf” akan meningkat pada tahun-tahun mendatang.

————–

Januari 2015

REVOLUSI MENTAL DAN KARTUN GILLRAY


Revolusi itu harus membawa perubahan yang bersifat fundamental, kata Filosof Mesir Murad Wahba. Revolusi itu berarti menghancurkan sistem yang ada dan mencoba membangun yang baru. Dalam situasi seperti ini tidak ada ruang untuk kompromi, tidak ada ruang untuk bermusyawarah dengan dasar saling pengertian.

Sejarah mencatat Revolusi Perancis merupakan pelajaran yang akan selalu diingat. Revolusi Perancis adalah suatu masa dimana didalamnya terjadi transformasi fundamental dari negara monarki absolut menjadi negara republik. Dari kekuasaan raja yang mutlak menjadi kekuasaan rakyat yang merdeka.

Richard Cobb, seorang profesor dari Oxford University cenderung menggambarkan kondisi masyarakat Perancis dalam huru-hara Revolusi Perancis berdasarkan kartun politik karya James Gillray.

Dalam salah satu karyanya, terlihat orang-orang yang tergabung dalam komite revolusi sedang bekerja dalam suasana kusut dan muram. Ada botol anggur kosong yang menggelinding di lantai diantara kaki anjing kurus dan kucing penyakitan. Tempat lilin yang kotor dan tumpukan piring emas diatas kursi dan sudut-sudut ruangan. Sementara orang-orangnya sendiri digambarkan dengan wajah kuyu dan tidak bercukur, mata ngantuk, terlihat duduk dengan bodohnya dibawah tatapan sinis patung Jean-Paul Marat. Beberapa orang dengan wanita cantik yang mengenakan perhiasan hasil curian dan memakai topi bagian atasnya dihiasi dengan bulu-bulu, yang lain terlihat sedang tidur nyenyak dengan kepala di atas meja dengan jam, kalung dan permata yang keluar dari kantung-kantung mereka. Tentu saja, namanya kartun selalu digambarkan dengan dilebih-lebihkan dan didramatisir.

Dibawah semboyan Liberte (kebebasan), Egalite (persamaan) dan Fraternite (persaudaraan), revolusi memakan korban. Rakyat marah kepada absolutisme kerajaan dan hak-hak istimewa kaum bangsawan. Rakyat tidak berdaya dalam kondisi ekonomi yang terus memburuk dan mahalnya harga barang-barang pokok.

Kemarahan memerlukan pintu penyaluran. Pada tanggal 14 Juli 1789, setelah pertempuran 4 jam, massa menduduki penjara Bastille, membunuh gubernur Marquis Bernard de Launay dan pengawalnya, kemudian membunuh walikota Jacques de Flesselles. Pada akhirnya, tgl 12 Januari 1793, Raja Louis XVI yang sebelumnya memiliki kekuasaan absolut dieksekusi mati. Disusul kemudian Permaisuri Marie Antoinette dieksekusi dengan guillotine pada tanggal 16 Oktober. Menurut Profesor Michael R. Linn dalam bukunya The Sublime Invention : Ballooning in Europe, 1783 -1820, jumlah korban guillotine mencapai 40,000 orang.

Filosof dari Brazil Olavo Luiz Pimentel de Carvalo, mengganggap Sosialisme dan Nazisme bukan suatu revolusi, karena mereka hanya berkutat pada supremasi kelas sosial atau ras. Mereka hanya mengalihkan tujuan menjadi prinsip-prinsip radikal dalam upaya melakukan remodeling bukan saja dalam kajian politik tetapi juga dalam humanisme. Ku Klux-Klan-sama rasis dengan Nazisme, tetapi tidak bisa dinilai revolusioner karena tidak bersifat mendunia.

Lalu dimana kedudukan Revolusi Mental yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi ?

 —————

Januari 2015

MENGAPA HARGA MINYAK DUNIA JATUH ?


Bank Amerika Serikat yang paling berpengaruh di perdagangan komoditi Goldman Sachs memprediksi bahwa harga minyak akan terus turun. Seperti yang dikutip Reuter Selasa 12 Januari 2014, analis perdagangan minyak Goldman Sachs, Jeffrie Currie, memperkirakan dalam jangka pendek harga minyak akan turun hingga mencapai US $ 30 per dollar per barel sebelum mengalami rebound.

Faktor yang Menyebabkan Harga Turun

Pada prinsipnya, harga minyak dunia dipengaruhi oleh dua hal, pertama : aktual supply dan demand, yang kedua karena sifat perdagangannya maka harga minya dipengaruhi oleh ekspektasi.

Dari sisi demand, kondisi ekonomi yang lesu ditambah dengan mitigasi penggunaan minyak bumi ke sumber energi lain, menyebabkan permintaan menurun. Pada sisi supply, negara penghasil minyak besar Iran dan Libya yang sedang mengalami gejolak politik, dinilai pasar tidak akan mempengaruhi output-nya yang mencapai 4 juta barrel per hari.

Disisi lain, Amerika Serikat yang sekarang menjelma menjadi produsen minyak terbesar dunia, telah memiliki stok minyak yang besar. Sementara Arab Saudi (menghasilkan 10 juta berel per hari) dan sekutu teluknya telah sepakat untuk tidak mengorbankan pangsa pasar dengan cara menurunkan produksinya. Arab Saudi dan sekutu teluknya takut, bila mereka menurunkan produksinya, maka pasar akan beralih ke Iran dan Rusia, keputusan yang sangat tidak diharapkan.

Turunnya Harga Minyak, Menguntungkan atau Merugikan ?

Secara global, turunnya harga minyak akan merugikan negara-negara produsen minyak.

Menurut Badan Energy Information Administration AS, harga minyak di bawah $ 60 per barel menempatkan sektor perminyakan AS pada posisi sulit, pilihannya adalah : menarik saham dari industri perminyakan atau terus berproduksi dengan harapan satu saat harga akan naik kembali. Kedua pilihan akan mengorbankan aktivitas pengeboran minyak : mengurangi pekerja tambang, mengurangi investasi dan mengurangi dividen.

Bagi negara-negara Eropa bukan produsen minyak, turunnya harga minyak akan menyebabkan turunya biaya produksi, sementara bagi kosumen individu akan menambah uang ekstra disaku mereka. Bila strategi pemimpin mereka tepat, maka negara-negara tersebut akan mengalami lonjakan ekonomi.

—————-

Januari 2015

SERANGAN KE CHARLIE HEBDO PARIS DAN TRAVEL WARNING


Mungkin kita masih ingat dengan serbuan teroris ala pasukan komando ke Mumbai tahun 2008 lalu ? Serbuan teroris di Mumbai yang dimulai 26 November 2008, diyakini telah dirancang secara baik, hal ini diakui oleh Roger W. Cressey mantan pejabat antiteroris Gedung Putih pada era Bill Clinton dan George Bush.

Informasinya, teroris mempelajari secara detail peta kota Mumbai melalui pencitraan satelit dari Google Earth.  Dari data dan peta kota Mumbai, kelompok teroris tersebut melakukan interpretasi data secara baik, interpretasi  berupa kondisi medan, cuaca, waktu yang dibutuhkan dan kemungkinan posisi aparat keamanan India ditempatkan.  Yang paling mengejutkan, teroris dilengkapi dengan alat GPS genggam dan alat komunikasi walkie-talkie serta handphone atau alat komunikasi via internet (voice-over-internet telephone services).

Kemampuan para teroris dilaporkan sangat terlatih bahkan dilaporkan dilengkapi dengan pelatihan pendaratan laut dan menyiapkan pantai pendaratan sebagai pangkalan aju dalam serbuan tersebut.

Sepuluh orang yang dilaporkan melakukan serbuan bunuh diri ala pasukan komando, dibagi menjadi tim-tim kecil yang terdiri dari 2 hingga 4 orang. Masing-masing tim dilengkapi dengan persenjataan infantri ringan, yaitu senapan serbu AK-47, granat dan cadangan amunisi. Beberapa tim dilengkapi dengan personal yang mempunyai kemampuan merakit bom (RDX).

Serbuan dirancang secara baik, mereka melakukan pengalihan perhatian keamanan India dengan meledakan bom mobil dan melumpuhkan aparat keamanan India  sebelum menyerang target-target yang telah ditentukan.

Target serbuan sudah ditentukan yaitu : stasiun kereta api tersibuk di dunia Vhhatrapati Shivaji, Nariman House – bangunan milik kelompok Yahudi Ultra-Ortodok, restoran Leopold – tempat populer dikalangan turis, Hotel mewah bintang lima Hotel Oberoi, Hotel Taj Mahal Palace and Tower – sebuah hotel mewah dan terkenal sejak 1903.

Serbuan ke Kantor Majalah Charlie Hebdo

Menarik untuk mengkaji analisa video dari Letnan Jenderal Mark Herling. (Letnan Jenderal Mark Hertling adalah, mantan komandan Amerika Serikat di Eropa telah bertugas lebih dari 37 tahun dan berperang di Irak selama tiga tahun. Dia adalah direktur strategi perang pada Staf Gabungan 11 September dan punya segudang pengalaman dalam pengembangan dan implementasi strategi. Dia juga merupakan pengamat militer di CNN).

Mark Herling dalam ulasannya untuk CNN, menyimpulkan bahwa serangan teroris ke Charlie Hebdo dilakukan oleh teroris yang terseleksi dan terlatih baik, diduga sebelum penyerbuan dilakukan pengintaian dan pengamatan lingkungan target yang seksama, kemudian dibuat perencanaan penyerbuan berupa waktu penyerbuan, jalur masuk dan jalur pengunduran diri dengan pemanfaatan kondisi lingkungan sehingga mereka tidak terdeteksi ketika mundur dari lokasi pembantaian.

Dari hasil pengintaian, target waktu dan sasaran penyerbuan sudah dipilih, yaitu pada jam ketika sedang dilakukan meeting redaksi, sehingga semua sasaran sedang berkumpul dalam satu ruangan.

Dari hasil analisa video terlihat mereka bergerak cepat, tahu kemana akan bergerak, tahu pekerjaan masing-masing, lalu menghilang. Sekali lagi, hal ini menunjukkan bahwa mereka solid dan telah berlatih dalam menjalankan misi tersebut.

Para teroris juga terlihat terlatih dalam teknik gerakan : Teroris pertama mencari tameng pelindung (mobil yang diparkir atau pintu mobil yang dibuka) dan menembak, sementara teroris kedua bermanuver mencari titik tembak lainnya. Pada manuver ini, teroris kedua bergerak sambil mengunci sasaran dan menembak, pada saat bersamaan teroris pertama bergerak untuk bergabung dengannya.

Analisa dari video menunjukkan bahwa seluruh penyerang mengenakan seragam. Semuanya memakai rompi yang bisa membawa beberapa magasin amunisi untuk senjata AK-47 mereka, dan mungkin beberapa granat. Sebagai tambahan, mereka mengenakan semacam yang jas yang terlihat berat. Hal ini mengindikasikan ada pelindung tubuh atau kemungkinan rompi bunuh diri di baliknya. Sebagai tambahan, penyerang menggunakan senapan AK-47 yang disetel semi-otomatis (tembakan tunggal) bukan senapan full-otomatis. Menurut Mark Herling, ini menunjukkan bahwa teroris kali ini sangat terlatih, mengunci sasaran dengan dengan jitu, menembak satu titik dan target tertentu.

Travel Warning

Amerika Serikat dan Australia sudah memberikan travel warning bagi warganya yang berkunjung ke Indonesia.

Seperti yang dikutip oleh ABC On Line tertanggal 7 Januari 2015, Departemen Luar negeri dan Perdagangan Australia (DFAT – Department of Foreign affirs and Trade) telah meng-update peringatan untuk warga-nya setelah Amerika Serikat memberi peringatan terhadap kemungkinan terjadinya serangan terhadap hotel dan bank (yang terkait dengan AS) di Surabaya Jawa Timur.

Level peringatan DFAT masih belum berubah masih pada tingkat “a high degree of caution”, tetapi terdapat up date berupa tingginya ancaman serangan teroris. Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengatakan bahwa terorisme merupakan isu penting bagi keamanan nasional negaranya dan telah mengembangkan monitoring keamanan di Indonesia secara “very closely”.

Merujuk pada serbuan teroris ke kantor majalah Charlie Hebdo, kelompok teroris hanya terdiri dari 3 orang yang terlatih dan memiliki data intelijen yang baik. Mereka bergerak cepat dalam melakukan misinya kemudian menghilang di keramaian kota Paris. Mereka bergerak tanpa terendus oleh badan intelejen negara Perancis.

Travel warning dari negara Australia dan Amerika Serikat, kelihatannya harus di kaji dengan baik oleh pihak keamanan pemerintah Indonesia. Mungkin saja teroris mendapat ide dari penyerbuan ke kantor majalah Charli Hebdo untuk melakukan teror di Indonesia. Dapat dibayangkan, seandainya ada satu kelompok kecil teroris yang terlatih dan telah memiliki data dari hasil pengintaian yang baik, kemudian bergerak menyerang satu titik target dikota tertentu seperti Surabaya, Jakarta atau Bali.

Sudah saatnya pemerintah menyiapkan pasukan khusus anti teror yang dapat bergerak – on call, siap bergerak setiap saat, untuk menghadapi semakin agresifnya kelompok teroris. Tentu saja, yang paling diharapkan adalah pihak keamanan dan intelejen Indonesia dapat mengendus keberadaan dan rencana mereka, kemudian membungkamnya sebelum mereka melakukan aksi terornya.

——————

Januari, 2015

TEKNOLOGI STEALTH KAPAL SELAM GENERASI KELIMA RUSIA


Ria Novosty, pertengahan Maret lalu melaporkan bahwa menurut Kepala Biro Desain Malakhit, Vladimir Dorofeyev, kapal selam generasi kelima Rusia cenderung akan lebih siluman (stealth) daripada unggul dalam kecepatan atau lebih dalam ketika menyelam.

“Ini bisa terjadi karena adanya teknologi baru yang mem-proteksi kapal selam dari berbagai upaya deteksi”.

Teknologi Anti Sonar

Lapisan anti sonar pada kapal selam menyebabkan kapal selam secara virtual tidak terlihat, ternyata sedang dikembangkan di Shipbuilding Research Institute St. Petersburg. Lapisan ini selain mengabsorbsi radiasi sonar, secara aktiv akan menetralkan sinyal sonar pencari kapal selam dengan cara menangkapnya dengan sinyal yang berlawanan.

Selain itu terdapat project kapal selam nuklir strategis generasi ke empat Yasen-class, Severodvinsk (kapal selam nuklir ini diklaim sebagai : to be first in noise reduction and stealth among attack submarines worldwide) dan kapal selam nuklis strategis generasi ketiga Borei-class (dikenal sebagai Dolgorukiy class) yang sedang dikerjakan di Sevmash, sebuah galangan kapal terbesar di Eropa, tentu saja ditambah dengan pengembangan dari sisi konstruksi kapal selam yang konon dapat mengurangi apa yang dinamakan : sonar – visibility sebanyak 3 kali lipat.

Lapisan aktif ini tertanam rangkaian elektronik yang dapat menentukan frekuensi dari radar musuh kemudian mengirimkan sinyal dengan frekuensi yang sama tetapi dalam fase berlawan untuk menetralkannya. Diprediksi, teknologi ini akan digunakan oleh kapal selam secara universal tetapi harus didukung oleh sistem komputer yang canggih.

Teknologi lapisan anti sonar dibuat dari bahan kain khusus yang dikombinasikan dengan material komposit tertentu yang masih harus dikembangkan dalam 3 tahun kedepan. Dilaporkan bahwa sampel pertama akan selesai pada akhir 2016. Rusia telah menyiapkan 200 juta Rubel untuk mengembangkan teknologi anti sonar ini.

Ide untuk menggunakan lapisan yang mengurangi efektivitas radar pencari sebenarnya berasal dari Jerman. Dalam Perang Dunia II perusahaan besar kimia pada saat itu : IG Farben di bawah kepemimpinan seorang insinyur muda E. Meyer telah menciptakan material yang disebut underwater sound absorber yang diberi nama Alberich, yang merupakan aplikasi praktis pertama dari teknologi siluman.

Teknologi Lain Kapal Selam

Kapal selam generasi kelima akan memiliki keampuan untuk berinteraksi secara rahasia (closed interaction) dengan wahana perang lainnya seperti, kapal perang permukaan, pesawat terbang, pesawat ruang angkasa, satelit, dan tentu saja dengan kapal selam lainnya.

Menurut Igor Vilnit, kepala pusat Biro Desain Rubin, bahwa kapal selam bertenaga nuklir dan diesel generasi kelima sedang dalam proses pengerjaan, direncanakan kapal selam generasi kelima akan memiliki masa bakti 50 tahun.

Kecanggihan dari generasi kelima adalah : lebih senyap, sistem kontrol otomatis, reaktor yang lebih aman, dan mampu mengangkut persenjataan peluru kendali jarak jauh.

Angkatan laut Rusia saat ini mengoperasikan kapal selam generasi ketiga Project 955 Borev-class (Yury Dolgoruky) dan baru memulai mengakuisisi generasi ke empat Project 677 Lada-class (St. Petersburg).

Selain Rubin, kerja sama membangun kapal selam generasi kelima juga melibatkan Pusat penelitian Kementerian Pertahanan dan Institute Angkatan Laut Rusia. Kapal selam generasi kelima akan selesai pada tahun 2020, yang dipersenjatai baik dengan peluru kendali balistik dan peluru kendali penjelajah. Seperti kapal selam generasi keempat, diprediksi kapal selam generasi kelima akan dilengkapi dengan peluru kendali balistik Bulava (kode dariNATO : SS-NX-32)

————

26 Maret 2014

MENLU AS JOHN KERRY MENG-KOREKSI DIPLOMASI POLITIK PM TONY ABBOTT


Mimpi buruk Australia terhadap kebangkitan China, seperti yang tercantum pada  Defence White Paper 2013 – sebuah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah Australia, seolah menjadi nyata.

Dalam dokumen itu, pemerintah Australia menyoroti tentang : kebangkitan ekonomi China yang dikombinasikan dengan industri pertahana dalam negeri dan rencana militer yang ambisius, telah menghasilkan kemampuan militer yang signifikan, termasuk didalamnya kemampuan membuat kapal selam modern dan kemampuan teknologi cyber. Kemampuan militer lainnya yang patut diperhitungkan adalah program pengembangan peluru kendali balistik anti kapal, pengembangan prototype pesawat tempur generasi kelima, pengembangan kapal induk dan kemampuan persenjataan anti kapal selam yang terus  berkembang.

Mimpi buruk itu semakin nyata setelah Angkatan Laut China melakukan latihan perang di Samudera Hindia antara Pulau Jawa dan Pulau Chirstmas Australia, membuat pemerintah AS segera mengkoreksi diplomasi politik PM Tony Abbot terhadap pemerintah Indonesia.

Satu gugus tugas yang terdiri dari dua kapal destroyer berpeluru kendali  Guangzhhou class – Wuhan dan destroyer Luyang class II – Haikou dan satu kapal LPD terbesar Changbaishan melakukan latihan perang-perangan di halaman depan perairan Australia. Yang menarik, jalur yang dilewati gugus tugas tersebut adalah melewati Alur Kepulauan Indonesia (ALKI) 1 dengan rute dari Laut Cina Selatan, Laut Natuna, Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Sunda,dan kembali ke laut Cina Selatan melalui ALKI 2, yakni : Selat Lombok, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Laut Sawu dan kembali ke Laut Cina Selatan dan kembali ke pangkalannya di Hainan China Selatan.

Dengan latihan ini, China memberikan sinyal, bahwa angkatan laut Cina telah mampu menjangkau perairan internasional jauh dari focus utama China selama ini : kawasan laut Cina Selatan. Sinyal lainnya adalah : China ingin menunjukkan bahwa angkatan lautnya mampu melindungi kepentingan komersial di Samudera Hindia. Sinyal yang ditangkap oleh pemerintah AS adalah bahwa pemerintah Indonesia mempunyai kedekatan dengan China yang dinilai bisa membahayakan bagi hegemoni AS di Asia Tenggara.

Penyadapan dan Pelanggaran Wilayah

Berbeda dengan Presiden Barack Obama telah meminta maaf kepada Kanselir Jerman Angela Merkel, setelah Jerman mengetahui bahwa bahwa Lembaga Keamanan Nasional AS (NSA) telah menyadap ponsel Merkel, PM Tony Abbot bahkan menolak untuk meminta maaf atas terungkapnya kasus penyadapan oleh Directorate Signal Defense (DSD) Australia terhadap Presiden SBY, yang berujung pada penghentian beberapa kerjasama bilateral, diantaranya kerjasama  dalam masalah penanganan  pencari suaka.

Melalui operasi militer yang diberi nama Operation Border Sovereign yang dibentuk oleh PM Tony Abbott, justru kapal-kapal perang Australia melakukan pelanggaran kedaulatan ketika berusaha menghalau perahu para pencari suaka ke perairan Indonesia, seperti yang diakui oleh Panglima Angkatan Bersenjata Australia, Jendral David Hurley, seperti yang dikutip ABC News (20/02/2014)

Masalah kemudian bertambah ketika harian New York Times edisi Minggu (16/02/2014), menurunkan laporan soal agen intelijen DSD yang lagi-lagi memata-matai komunikasi pejabat RI di Washington DC dengan pengacara yang disewa pemerintah untuk menangani sengketa dagang udang dan tembakau.

“Intinya, Australia harus memutuskan, Indonesia ini dianggap sebagai sahabat atau musuh. Sangat sederhana. Karena semua ini soal niat,” ucap Menlu Indonesia Marty Natalegawa dalam menanggapi kasus penyadapan tersebut.

Bagi pemerintah Indonesia, tindakan PM Tony Abbot membuat pemerintah Indonesia berpikir ulang : apakah Australia itu lawan atau kawan.

Pemerintah AS berusaha merangkul Indonesia

Setelah kunjungan penting Menlu John Kerry ke Indonesia yang kemudian ditindak lanjuti oleh pernyataan Dubes  Robert O. Blake Jr. dalam press conference tentang pentingnya hubungan kerjasama militer kedua negara,   dinilai oleh berbagai pihak adalah upaya pemeritah AS untuk merangkul Pemerintah Indonesia agar tidak terlalu dekat dengan pemerintah Cina.  AS tampaknya juga terusik dengan kebangkitan militer China.

Seperti yang dikutip Antara, dihadapan Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa dalam konferensi pers Senin (17/02/2014), John Kerry bahkan meminta Jakarta memusatkan energi politiknya untuk mempercepat tercapainya kesepakatan code of conduct di Laut Cina Selatan.

“Masa depan perdamaian kawasan ini bergantung pada cepatnya penyelesaian persoalan Laut Cina Selatan karena jika terus menerus ditunda, maka semakin besar pula potensi munculnya konflik bersenjata,” kata Kerry.

Kerry menyatakan bahwa Amerika Serikat dalam dua tahun terakhir ini semakin khawatir atas “pelanggaran hukum laut internasional” yang dilakukan oleh China dengan mengusir nelayan dari negara lain yang hendak mencari ikan di wilayah yang masih disengketakan.

Melalui Duta  Besar nya  Robert O. Blake Jr., menindak lanjuti keinginan pemerintah AS dengan pernyataan pada konferensi pers di forum  Jakarta Foreign Correspondents Club pada Rabu (20/02/2014), bahwa pemerintah AS akan melanjutkan kerjasama bilateral dengan TNI.

“Kami akan terus meningkatkan latihan militer antara kedua negara”, katanya. “Kami akan membantu memodernisasi militer Indonesia, membantu dalam berbagai pelatihan dan kebutuhan perlengkapannya”.

Tindakan pemerintah AS bukan tanpa alasan, pemerintah AS berupaya mengimbangi upaya pemerintah China dalam kerjasama militer dengan Indonesia. Setelah kunjungan persahabatan Menteri Pertahanan China Chang Wanquan pada (15/12/2013), yang merupakan tindak lanjut dari dari kesepakatan yang dicapai pemimpin kedua negara dalam kunjungan Presiden Xi Jinping ke Indonesia pada Oktober tahun 2013, sekaligus mendorong perkembangan hubungan mitra strategis secara menyeluruh antara kedua negara. Chang Wanquan menyatakan, China dan Indonesia adalah tetangga dekat yang bersahabat, peningkatan persahabatan secara berkelanjutan antara kedua negara dan kedua tentara tidak saja sesuai dengan kepentingan dasar pemerintah dan rakyat kedua negara, namun juga bermanfaat bagi perdamaian, stabilitas dan perkembangan kawasan.

Membalas kunjungan persahabatan tersebut, dilaporkan Jenderal Moeldoko akan bertemu dengan Menteri Pertahanan Chang Wanquan and Panglima Agkatan Bersenjata China (People’s Liberation Army – PLA) Jenderal Fang Fenghui.  “Pembicaraan utama adalah pengembangan kerjasama militer antara kedua negara”. Katanya seperti yang dikutip Jakarta Post.

————-

23 Februari 2014

KAPAL PERANG CINA BERLATIH DI SAMUDERA HINDIA


Minggu lalu, komunitas strategi militer Australia gempar. Sebuah gugus tugas (task force) angkatan laut Cina (PLAN : People’s Liberation Army Navy ) yang terdiri dari dua kapal destroyer berpeluru kendali  Guangzhhou class – Wuhan dan destroyer Luyang class II – Haikou dan satu kapal LPD terbesar Changbaishan yang dapat meluncurkan helicopter dan unit kendaraan ampibi melakukan latihan perang di Samudera India, diantara  Pulau Jawa dan pulau Chirstmas. Patut diduga untuk mengamankan latihan tersebut, PLAN melibatkan kapal selam nuklir Jin – class (tipe 094)  atau  Shang – class (tipe 093).

Dengan latihan ini, Cina memberikan sinyal, bahwa angkatan laut Cina telah mampu menjangkau perairan internasional jauh dari focus utama Cina selama ini : kawasan laut Cina Selatan. Sinyal lainnya adalah : Cina ingin menunjukkan bahwa angkatan lautnya mampu melindungi kepentingan komersial di Samudera Hindia.

“Tak ada yang salah dengan latihan simulai perang yang digelar AL Cina”,  kata Kadispenal Laksamana Untung Surapati kepada Vivanews, Jumat 14 Februari 2014. Untung mengatakan, berdasarkan pemantauan instansinya, AL Cina taat prosedur saat melintasi perairan Indonesia, “ Mereka melewati perairan Alur Kepulauan Indonesia (ALKI) 1 dengan rute dari Laur Cina Selatan, Laut Natuna, Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Sunda, lalu terakhir menuju Samudera Hindia,” kata dia.

Untuk rute pulang ketiga kapal perang Cina itu akan melalui ALKI 2, yakni : Selat Lombok, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Laut Sawu, Laut Cina Selatan dan kembali ke pangkalan mereka di Kota Hainan, Cina.

Untung menyatakan ketiga kapal perang Cina tersebut berlatih secara legal karena masih berada di perairan internasional. Selain itu saat melewati perairan Indonesia, kapal-kapal itu menunjukkan itikad damai tanpa permusuhan.

 Destroyer Berpeluru Kendali

Destroyer Wuhan adalah destroyer yang dipersenjatai dengan dua peluncur peluru kendali darat ke udara SA-N-12 Grizzly, setiap peluncur dapat memuat 48 peluru kendali dan dilengkapi dengan control radar MR-90.

Empat quadruple peluncur lainnya  dengan peluru kendali jarak jauh (200 km) anti kapal YJ-83, yang datanya dapat di-link dengan data dari helicopter pengintai atau pesawat fix wing.

Selain itu, destroyer ini dilengkapi dengan dua triple peluncur torpedo anti kapal selam Yu-7, dengan jarak tembak maksimum 7,3 km dan kecepatan 28 knot. Torpedo ini dapa membawa 45 kg warhead.  Dua peluncur roket ASW tipe 75 dapat meluncurkan roket anti kapal selam dengan jarak tembak 1,200 m.

Destroyer ini dilengkapi dengan deck untuk helicopter anti kapal selam Kamov Ka-28. Helikopter ini membawa torpedo dan perlengkapan operasi perburuan  kapal selam.

Destroyer Haikou adalah destroyer Luyang cl;ass II, yang dilengkapi dengan peluncur peluru kendali pertahanan udara delapan 6-cell Vertical Launch System (VLS)  HQ-9. Selain itu dilengkapi dengan dua 4-cell peluncur peluru kendali anti kapal YJ-62 (C-602). Diatas kapal dilengkapi dengan dek untuk helicopter Kamov 28 atau Z-9C, untuk tugas memburu selam.

Menlu AS John Kerry Mencari Dukungan Indonesia soal Cina

Berbeda dengan PM Australia Tonny Abbot yang justru memicu ketegangan politik dengan pemerintah Indonesia, Menlu Amerika Serikat John Kerry justru berkunjung ke Jakarta untuk mencari dukungan Indonesia dalam penyelesaian konflik di Laut Cina Selatan.

Seperti yang dikutip Antara, dihadapan Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa dalam konferensi pers Senin17 Februari 2014, John Kerry bahkan meminta Jakarta memusatkan energi politiknya untuk mempercepat tercapainya kesepakatan code of conduct di Laut Cina Selatan.

“Masa depan perdamaian kawasan ini bergantung pada cepatnya penyelesaian persoalan Laut Cina Selatan karena jika terus menerus ditunda, maka semakin besar pula potensi munculnya konflik bersenjata,” kata Kerry.

Kerry menyatakan bahwa Amerika Serikat dalam dua tahun terakhir ini semakin khawatir atas “pelanggaran hukum laut internasional” yang dilakukan oleh Cina dengan mengusir nelayan dari negara lain yang hendak mencari ikan di wilayah yang masih disengketakan.

“Hukum laut internasional harus ditegakkan dan harus dipatuhi oleh semua negara besar dan semua negara kecil tanpa kecuali,” kata dia.

Marty Natalegawa sendiri mengakui bahwa persoalan sengketa wilayah di Laut Cina Selatan telah dibahas secara informal pada Minggu malam dengan wakil Amerika Serikat.

Namun Marty menolak memberikan pernyataan dukungan terhadap Amerika Serikat dan sekutunya di Asia Tenggara. Dia hanya menyatakan bahwa persoalan Laut China Selatan harus diselesaikan dengan cara damai tanpa kekerasan.

Kemudian timbul pertanyaan yang paling mendasar : apakah Tonny Abbott – yang ditenggarai menjadi pemicu ketegangan politik Indonesia dengan Australia – memahami pentingnya peranan Indonesia bagi Amerika Serikat dalam rangka pemeliharaan perdamaian di kawasan Laut Cina Selatan, sehingga Menlu AS John Kerry harus datang ke Jakarta untuk mencari dukungan pemerintah Indonesia ?

————

16 Februari 2014

« Older entries

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.