MAAF, ANDA DIPERSILAHKAN MENGHISAP ASAP


Kecuali asap rokok kretek, ternyata asap kebakaran hutan dan asap dari gas buang mesin mobil diesel VW – menurut kabar terakhir sungguh membahayakan kesehatan.

Asap kebakaran hutan membuat “Singapura marah, kabut asap sampai titik tertinggi”, demikian judul berita yang direlease BBC.com, 25 September lalu. Menteri Luar Negeri Singapura K Shanmugam pada Kamis malam lewat akun Facebook, mengatakan, “Kami mendengar pernyataan-pernyataan mengagetkan, di tingkat pejabat senior dari Indonesia,” dan mengatakan bahwa di beberapa wilayah Indonesia, Indeks Standar Pencemaran sudah mencapai hampir 2.000.

Pada Jumat pagi (25/09), Indeks Standar Pencemaran Udara DI Singapura mencapai 341 – tertinggi sepanjang tahun ini. Indonesia dan Singapura menggunakan Indeks Standar Pencemaran Udara atau Pollutants Standards Index (PSI) untuk mengukur kualitas udara, sementara Malaysia menggunakan Indeks Pencemaran Udara atau Air Pollutants Index (API). Dalam dua indeks tersebut, angka di atas 100 tergolong tidak sehat dan di atas 300 termasuk berbahaya.

“Bagaimana bisa, seorang pejabat senior pemerintahan mengeluarkan pernyataan seperti itu, tanpa kesadaran atas nyawa masyarakatnya, atau warga kami, dan tanpa rasa malu, atau rasa tanggung jawab?”

Shanmugam tak menyebut nama pejabat tersebut, tapi Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah membuat marah beberapa orang karena dalam beberapa minggu terakhir mengatakan bahwa negara tetangga Indonesia harus bersyukur karena 11 bulan sudah mendapat udara bersih.

Tetapi seperti yang dikutip Kompas (25/9/2015), Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali menyatakan bahwa Indonesia tidak perlu meminta maaf soal asap dari hutan di Sumatera dan Kalimantan yang dianggap mengganggu lingkungan di beberapa negara tetangga.

“Coba berapa lama mereka (negara-negara tetangga) menikmati udara yang segar dari lingkungan yang hijau dan hutan-hutan kita saat tidak terjadi kebakaran? Bisa berbulan-bulan. Apa mereka berterima kasih? Tetapi, waktu terjadi kabakaran hutan, paling lama sebulan, asap-asap itu mengotori wilayah mereka. Jadi, mengapa mesti meminta maaf,” ujar Wapres Kalla saat berdialog dengan warga negara Indonesia di sekitar New York, AS, saat bertemu di Konsulat Jenderal RI di New York, AS, Kamis (24/9/2015).

Asap dari Gas Buang Mesin Diesel VW

ANTARA News, memberitakan tentang skandal emisi kendaraan diesel Volkswagen (VW) terus bergulir. CEO perusahaan itu menyampaikan permintaan maaf ke publik dan ancaman denda bagi pembuat mobil Jerman itu hingga 25 miliar dolar Australia atau sekitar 18 miliar dolar AS.

Selama akhir pekan, Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (Environmental Protection Agency/EPA) dan California Air Resources Board (CARB) mengungkap bahwa Volkswagen Amerika Serikat memasang piranti lunak khusus pada beberapa kendaraan diesel untuk mengakali agar lolos uji emisi di negara itu.

VW memasangkan piranti lunak tersebut pada mobil-mobil yang dipasarkan di Amerika Serikat seperti Beetle, Golf, Jetta, Passat, serta Audi A3 yang menggunakan mesin 2.0 liter turbo diesel milik perusahaan tersebut.

VW memasang software ilegal itu mulai akhir tahun 2008 pada mesin turbo diesel 2.0 liter 4 silinder yang dilengkapi “lean NOx traps”. Alat itu dirancang untuk mengurangi nitrogen oksida pada mesin knalpot.

Selanjutnya, Volkswagen pada 2012 menawarkan mesin 2.0 TDI dengan sistem kontrol emisi yang lebih canggih yaitu “Selective Catalytic Reduction”. Sistem yang awalnya dipasang di sedan termahal VW, Passat, itu menyuntikkan larutan urea cair ke dalam knalpot untuk mengurai nitrogen oksida. VW mengaku sistem itu dipasangi software yang menonaktifkan kerja sistem saat berkendara normal.

CEO VW Martin Winterkorn dengan tulus meminta maaf. “Jajaran Manajemen Volkswagen AG menyikapi temuan ini secara serius. Saya secara pribadi meminta maaf sedalam-dalamnya karena kami telah merusak kepercayaan pelanggan dan publik.”

Asap Rokok Kretek

Seperti yang diberitakan Kompas.com (30/9/2015), Wakil Ketua Badan Legislasi DPR Firman Soebagyo mengatakan, sebelum pasal kretek diusulkan masuk dalam Rancangan Undang-Undang Kebudayaan, Baleg telah berdiskusi dengan sejumlah budayawan. Ia menyebutkan, mantan Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel, juga setuju jika kretek dimasukkan sebagai warisan kebudayaan.

“Ketika Panja yang saya pimpin, ada beberapa pendapat dari sejumlah budayawan, seperti Sobari, Butet Kertarajasa, bahwa kretek ini adalah herritage. Bahkan Rachmat Gobel saat masih menjadi menteri juga setuju, bisa dikroscek itu.”

Ia mengatakan, rokok kretek memiliki keunikan dibandingkan rokok pada umumnya karena mengandung cengkeh dan kemenyan. Hal ini, kata Firman, yang membuat rokok kretek layak untuk dijadikan warisan kebudayaan.

Pasal kretek masuk ke dalam Pasal 37 RUU Kebudayaan. Pasal itu menyebutkan, kretek tradisional merupakan sejarah dan warisan kebudayaan yang harus dihargai, diakui serta dilindungi pemerintah dan pemerintah daerah.

Sementara, Pasal 49 menyebutkan perlindungan terhadap kretek tradisional dapat diwujudkan dengan inventarisasi dan dokumentasi; fasilitasi pengembangan kretek tradisional; sosialisasi, publikasi dan promisi kretek tradisional; festival kretek tradisional; dan perlindungan kretek tradisional.

Tetapi, adanya pasal kretek dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Kebudayaan menuai protes dari berbagai pihak. Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau Priyo Sidipratomo mengatakan, pasal kretek jelas harus dihapus dari RUU Kebudayaan sebelum menjadi undang-undang (Kompas.com, 30/9/2015).

“Bagaimana sesuatu yang sangat berbahaya kok mau dibikin RUU Kebudayaan,” kata Priyo seusai acara peluncuran iklan pengendalian tembakau di Jakarta, Selasa (29/9/2015).

Penolakan lain disampaikan anggota Komisi X DPR RI dari PKS Surahman Hidayat dalam siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Selasa malam (29/9).

Surahman sendiri menyesalkan kinerja Badan Legislasi atas masuknya pasal tersebut. Menurutnya, Baleg telah mencederai tugas harmonisasi, sinkronisasi dan pembulatan draf RUU tentang Kebudayaan. “Karena yang terjadi merupakan kontradiktori dengan UU yang lain,” tegasnya.

Pasal kretek bertentangan dengan UU Kesehatan yang pada pasal 113 ayat 1 dan 2 menyebutkan tembakau termasuk kategori zat adiktif. Juga tidak sesuai dengan dengan UU Sisdiknas pasal pasal 3 yang menjelaskan bahwa bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri.

Seperti yang dikutip Detiknews, 26 September 2015, Teguh – anggota Komisi X yang berasal dari F-PAN, menuturkan bahwa Fraksi PAN yang merupakan tempat dia bernaung menolak keberadaan pasal kretek di RUU Kebudayaan. Hal itu karena budaya yang ingin dilindungi dalam RUU ini bukanlah budaya yang kontroversial seperti kretek.

“Budaya yang ingin kita kembangkan dan lindungi adalah budaya adiluhung, budaya yang produktif bukan budaya yang kontroversial. Kebiasaan merokok jelas-jelas lebih banyak negatifnya dibanding manfaatnya,” ungkapnya. “Fraksi PAN pasti akan keras menolak,” sambung Teguh.

Maaf, ternyata kita masih menunggu akhir dari drama masalah asap rokok kretek……..

—————————————–
Terbanggi Besar 1 Oktober 2015

MUNGKINKAH PELEMAHAN RUPIAH RP. 15.000 PER DOLAR MEMICU KRISIS EKONOMI ?


Secara eksplisit alasan FED untuk tidak menaikkan suku bunga adalah “recent global economic and financial developments”, tetapi secara implisit banyak orang percaya bahwa penyebab utamanya adalah ketidak pastian ekonomi Cina. Mayoritas Fed official mengindikasikan bahwa FED rate akan naik pada tahun ini, tetapi sebagian kecil masih menunggu kondisi pada tahun 2017.

Untuk performa dalam negeri AS, FED menggunakan data pertumbuhan ekonomi dan angka pengangguran. Ekspektasi pertumbuhan pada tahun 2015 adalah 2.1 %, sedangkan pada tahun 2016 – 2017 sebesar 2.2 % – 2.3 % dan menurun pada tahun 2018 sebesar 2 %. Angka pengangguran pada tahun 2016 – 2017 sebesar 4.8 %, lebih kecil dari prediksi tahun 2015 sebesar 5%.

Fed rate yang tidak naik karena Amerika Serikat dianggap belum siap dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih ketat. Bila suku bunga naik, dipastikan nilai kurs dolar AS akan menguat. Dengan kondisi ini, pemerintah Amerika Serikat akan semakin sulit membendung barang-barang produksi Cina, yang harganya semakin murah.

Pemerintah Cina dipercaya akan all out untuk keluar dari turbulensi ekonomi, diantaranya adalah dengan mendepresiasi mata uang Yuan untuk mendorong ekspor. Dapat dipahami bila interes rate naik, maka barang-barang AS tidak akan mampu bersaing dengan produk Cina. Pada akhirnya, investasi dalam negeri akan terpukul dan angka pengangguran di AS akan meningkat.

Rupiah Terus Melemah

Plt Direktur Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Fauzi Ichsan, dalam Seminar dengan tema ‘Managing Financial Turbulence’, di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Selasa (22/9/2015), seperti yang dikutip Detik.com mengatakan :
“Kalau kita lihat fair value (nilai wajar) kurs dolar rupiah itu kan di Rp 12.000, jadi kalau misal kurs dolar di Rp 14.500 itu jauh dari fair value. Tentu dalam keadaan kepanikan pasar, fair value bisa jauh dari market value. Tetapi dalam keadaan normal, market value akan mendekati fair value.

Gubernur BI, Agus Martowardojo pada rapat pembahasan RAPBN 2016 dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2015), mengatakan :
“Kami sampaikan sebagai background, bahwa kurs sekarang Rp 14.498/US$ pada 22 September 2015 adalah tergolong undervalue, dengan rata-rata kurs hingga September 2015 adalah Rp 13.797/US$.”

Sepanjang kuartal III-2015 atau Juli-September 2015, rata-rata dolar diperkirakan berada di Rp 13.800. Sementara pada kuartal IV-2015, tekanan pada rupiah akan berlanjut, sehingga dolar rata-rata di kuartal akhir ini mencapai Rp 14.000. Pada kuartal I-2016, BI memperkirakan rata-rata nilai dolar adalah pada Rp 14.000, atau sama dengan kuartal IV-2015.

Perlu digaris bawahi adalah Gubernur BI memperkirakan bahwa Federal Reserve (The Fed) bakal mulai menaikkan suku bunga acuannya pada 2016, bukan pada akhir 2015. Salah satu alasan adalah karena tahun ini inflasi AS rendah di bawah target.

Lebih jauh Gubernur BI berharap, “Pada semester II-2016, persepsi positif Indonesia akan kuat karena pertumbuhan ekonomi naik dan terjaganya inflasi. Kondisi eksternal didukung membaiknya pertumbuhan ekonomi global. Prospek ekonomi domestik membaik, maka capital inflow (arus modal asing masuk) akan membaik, sehingga neraca pembayaran Indonesia akan positif itu akan mendorong nilai tukar, sehingga kurs diperkirakan akan berada pada Rp 13.700-13.900/US$.” ‎

Cadangan Devisa Terus Tergerus

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (22/9/2015) mengatakan : “(Cadangan devisa) Tidak kritis, cuma kan istilahnya leih banyak lebih baik ya. Kalau punya dompet tebal kan lebih enak kan, daripada dompetnya kering yah kantong kering. Jadi intinya bagaimana kita mempertebal dompet kita itu.”

Cadangan devisa digunakan untuk menjaga pasokan dolar AS di dalam negeri. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak akan fluktuatif bila terjadi gejolak eksternal.

Lebih jauh, Menkeu menjelaskan, “Otomatis suplai dolar juga menjadi lebih banyak. Kalau suplai dolar itu lebih banyak, mudah-mudahan rupiah tidak volatile kalau ada guncangan eksternal, itu intinya.”

Ini berarti, bila mengacu pada perkiraan Gubernur BI bahwa Fed akan menaikkan suku bunga pada semester I tahun 2016, maka pelemahan Rupiah akan terus berlangsung hingga kepastian dari Fed untuk menaikkan suku bunga. Begitu Fed menyatakan kenaikan suku bunga, maka dipastikan akan terjadi guncangan nilai kurs rupiah.

Untuk meredam pelemahan rupiah dan mempertahankan rupiah pada level Rp. 14.000 per dolar pada kuartal IV–2015 dan kuartal I-2016, maka BI akan terus menguras cadangan devisa selama kurun waktu tersebut. Yang jadi pertanyaan adalah apakah cadangan devisa sebesar 103 miliar dolar (per 21 /9/2015) mencukupi untuk terus menerus memasok dolar AS di dalam negeri ? Padahal, fungsi lain dari cadangan devisa adalah untuk membiayai impor dan membayar utang.

Mungkinkah Rp. 15.000 per Dolar akan Memicu Krisis Ekonomi ?

Sampai saat ini pemerintah sangat berhati-hati dalam memberikan keterangan tentang pelemahan rupiah. Didepan Komisi XI DPR dalam rapat pembahasan RAPBN 2016 , di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2015), Gubernur BI, Agus Martowardojo mengakui : “Kami sampaikan sebagai background, bahwa kurs sekarang Rp 14.498/US$ pada 22 September 2015 adalah tergolong undervalue”.

Walaupun Gubernur BI memprediksi bahwa pada kuartal IV-2015, tekanan pada rupiah akan berlanjut, sehingga dolar rata-rata di kuartal akhir ini mencapai Rp 14.000, tapi pada kenyataannya kurs 14.500 per dolar nyaris sudah tercapai pada 22 September 2015.

Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan OJK Irwan Lubis saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (12/3/2015), seperti yang di kutip Kompas.com mengatakan, “Depresiasi rupiah terhadap dollar AS jika sampai Rp 15.000 per dollar AS akan meng-hit (menghantam) permodalan satu hingga lima bank nasional.” Irwan menambahkan, jika depresiasi rupiah menembus Rp 15.000 per dollar AS, maka kondisi tersebut akan mengganggu stabilitas makro ekonomi. Variabel pertumbuhan ekonomi dinilai akan mengalami penurunan, mengikuti pelemahan rupiah. Konsekuensi dari pelemahan rupiah juga akan mendorong peningkatan rasio kredit bermasalah (NPL) dan sebagian besar indikator ekonomi makro.

Sejarah mencatat bahwa krisis 1997-1998 adalah krisis perbankan yang memicu terjadinya krisis keuangan. Mengingatkan kembali tipologi penyebab krisis keuangan yang digagas oleh Radelet dan Sachs, salah satu teorinya adalah adanya kepanikan di pasar uang. Setiap orang berlomba – lomba mengkonversikan mata uang domestik ke mata uang asing, dengan tujuan untuk menghindari turunnya nilai aset yang dimilikinya. Akibatnya adalah mata uang domestik semakin terpuruk.

Dalam kondisi tertentu krisis keuangan juga tidak berkaitan dengan fundamental ekonomi, tetapi terkait pada turunnya kepercayaan terhadap mata uang domestik ditambah dengan adanya ekspektasi dan aksi spekulan.

Apakah pernyataan Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan OJK Irwan Lubis diatas merupakan pintu masuk pada tahap kepanikan di pasar uang ? Dapat dibayangkan, ketika diumumkan 5 bank nasional tersungkur akibat pemerintah tidak dapat menahan pelemahan rupiah pada level Rp. 15.000 per dolar, masyarakat berlomba-lomba menarik rupiah dan mengkonversikannya ke dolar AS, kemudian disenergikan dengan turunnya kepercayaan masyarakat terhadap rupiah ditambah dengan masuknya spekulan untuk bermain. Serangan ganda ini akan mempercepat terjadinya krisis.

Pada akhirnya kita dapat meraba strategi pemerintah dalam mencegah krisis ekonomi. Pemerintah akan berupaya sekeras mungkin untuk menahan laju pelemahan rupiah agar tidak mencapai titik psikologis Rp. 15.000 per dolar AS. Periode 22 September 2015 (Rp. 14.498 per dolar) hingga pengumuman kenaikan Fed rate yang diperkirakan oleh Gubernur BI terjadi pada tahun 2016 adalah waktu yang sangat krusial bagi pemerintah, ditambah dengan lonjakan nilai kurs dolar ketika pengumuman kenaikan Fed rate adalah waktu yang sangat kritis.

Seperti yang dijanjikan Gubernur BI didepan anggota DPR untuk menahan rupiah pada level Rp. 14.000 per dolar AS hingga kuartal I-2016. Dipastikan pemerintah akan menguras cadangan devisa untuk membanjiri dolar AS untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan mengajukan paket kebijakan untuk menghidupkan sektor riil. Pemerintah mungkin sedang mempersiapkan (mencari) dana siaga bila sewaktu-waktu cadangan devisa jebol.

———————-

September 2015

OPERASI RAHASIA SAS DI SURIAH, CERMIN KETEGASAN INGGRIS TERHADAP TEROR ISIS


The Mail edisi 8 Nopember 2014 memberitakan peluncuran misi dramatis pasukan elit Inggris, Special Air Service (SAS). Pasukan elit ini diberitakan tengah berlatih di suatu daerah yang dirahasiakan di kawasan Timur Tengah. The International Business Time edisi 20 Desember 2014 melaporkan terdapat 60 orang pasukan elit SAS dikirim ke Irak, suatu jumlah pasukan yang terbesar setelah terjadinya teror 9/11 di Amerika Serikat, direncanakan untuk memburu algojo ISIS asal London, Jihadi Jhon yang telah memenggal 2 orang warga Inggris lainnya. Tugas sulit lainnya adalah mencari dan menyelamatkan wartawan foto John Henry Cantlie.

Mereka dikirim dari barak resimen di Hereford ke suatu kawasan di Timur Tengah secara rahasia, berangkat menggunakan pesawat terbang komersial secara berkelompok 3 atau 4 orang dengan menyamar sebagai pengusaha atau turis untuk menjaga keamanan operasinya.

Sebelumnya Inggris telah melakukan operasi intelejen tempur dengan menempatkan petugas intelijen dan ahli komunikasi di Suriah dalam upaya men-tracking pergerakan Jihadi John dengan cara meng-intercept radio dan telepon. Operasi ini sudah dijelaskan oleh PM David Cameron dihadapan parlemen pada bulan September 2014.

Kabarnya pasukan SAS dilengkapi dengan burkha tempur “Desert Ghost” yang seharga 1,1 miliar Pounsterling (Mirror edisi 29 Agustus 2015), selain untuk menghindari “friendly fire” dari pasukan koalisi, karena selama ini pasukan SAS menggunakan pakaian seragam hitam dan menggunakan mobil Toyota pick-up seperti halnya pasukan ISIS. Fungsi lain dari pakaian tempur canggih ini memancarkan sinar infra merah sehingga keberadaan tim pengintai maupun sniper yang menggunakannya akan sulit dideteksi oleh radar milik ISIS.

Operasi Drone Royal Air Force

Angkatan Udara Inggris (Royal Air Force) diberitakan The Telegraph (7/9/2015) berhasil membunuh Reyaad Khan warga Inggris kelahiran Cardiff dan Ruhul Amin – seorang warga Inggris lainnya, di dekat kota Raqqa dengan menggunakan peluru kendali Hellfire yang diluncurkan dari pesawat drone Reaper pada 21 Agustus 2015.

Seperti yang dikutip News.com.au, Perdana Menteri Inggris, David Cameron menduga Khan terlibat dalam plot rencana pembunuhan Ratu Elizabeth II dan anggota keluarga kerajaan lainnya dengan meledakkan sebuah bom besar pada perayaan 70 tahun VJ Day (Victory over Japan Day), perayaan kebebasan Inggris dari Jepang, yang akan berlangsung di Whitehall, pada 15 September 2015.

“Tugas utama saya sebagai Perdana Menteri adalah menjaga keamanan warga negara Inggris”, kata David Cameron. “ Ada teroris yang mengancam akan membunuh di jalanan dan tidak ada jalan lain untuk menghentikannya”.

Bagaimana dengan Indonesia ?

VOA edisi 9 September 2015, memberitakan tentang seorang anggota kelompok ISIS bernama Abu Jandal Al Indonesi merilis video yang menantang Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Dalam video yang berdurasi 4 menit itu, Abu Jandal menanti kedatangan TNI yang akan bergabung dengan pasukan koalisi anti ISIS di Irak dan Suriah. Dalam tayangan tersebut, Abu Jandal juga mengancam akan kembali ke Indonesia untuk melakukan sejumlah aksi perlawanan kepada TNI, Polri, Densus dan Banser.

Sindonews.com (14/4/2015) memberitakan bahwa Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengancam balik akan menghabisi gerakan radikal ISIS bila membuat kekacauan di Indonesia. Bahkan, Panglima TNI menantang ISIS segera datang untuk dihabisi, sehingga tidak mengganggu stabilitas nasional.

‪”Tidak apa-apa, kita tunggu saja. Dia (ISIS) datang lebih bagus lagi. Daripada cuma mengancam. Datang saja, kita habisi sekalian saja, apa susahnya,” ujar Moeldoko usai berolahraga bersama 1.600 prajurit dari tiga matra di Brigif-2 Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2015).

Namun, mantan KSAD ini menyarankan agar penyelesaian gerakan ISIS di Indonesia lebih baik dilakukan dengan cara preventif. Semua elemen masyarakat harus terlibat tidak hanya TNI/Polri saja. “Semua unsur harus terlibat, ISIS tidak boleh berkembang di Indonesia. Sekali lagi ditegaskan tidak boleh berkembang di Indonesia”.

Dipastikan Indonesia akan mengambil sikap ketegasan yang sama dengan Inggris, bila ada warga negara Indonesia yang diculik dan ditawan ISIS di Suriah atau Irak. Indonesia akan mengirim pasukan terbaik untuk operasi pembebasan sandera berapapun biaya yang harus dikeluarkan.

Ucapan Panglima TNI Jenderal Moeldoko sama tegasnya dengan PM Inggris David Cameron. “Tidak apa-apa, kita tunggu saja. Dia (ISIS) datang lebih bagus lagi. Daripada cuma mengancam. Datang saja, kita habisi sekalian saja, apa susahnya,” ujar Moeldoko usai berolahraga bersama 1.600 prajurit dari tiga matra di Brigif-2 Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan. Sedangkan David Cameron berkata : “Tugas utama saya sebagai Perdana Menteri adalah menjaga keamanan warga negara Inggris. Ada teroris yang mengancam akan membunuh di jalanan dan tidak ada jalan lain untuk menghentikannya”.

——————————————-

Terbanggi Besar, September 2015

INDONESIA BELUM (AKAN) KRISIS !


“Belum (krisis). Seperti yang saya jelaskan tadi, jangan dikira Indonesia saat ini ada di tahap krisis,” Itu pernyataan Gubernur BI Agus Martowardojo yang dikutip Kompas, pada Kamis (27/8/2015).

Setidaknya ada 2 argumen yang dikemukakan oleh Gubernur BI mengapa Indonesia belum memasuki tahap krisis : Pertama, bahwa pelemahan nilai Rupiah disebabkan oleh tekanan ekonomi global. Kedua, fundamental ekonomi Indonesia lebih kuat dibandingkan Krisis Ekonomi 1998.

“Lihat kondisi di Tiongkok, yang 20 tahun pertumbuhan ekonominya di atas 10 persen, dalam tiga tahun terakhir turun, bahkan tahun ini diperkirakan jadi 6,8 persen, dan tahun depan 6,3 persen. Ini kondisi dunia yang tidak pasti dan perlu kita waspadai,” kata dia.

Sedangkan mengenai fundamental ekonomi Indonesia, Agus Martowardojo mengatakan, “Dibandingkan 2 tahun lalu atau tahun lalu, sekarang ini secara fundamental (Indonesia) lebih baik. Yang disebut fundamental ekonomi itu apa? Inflasi, capital inflow, bagaimana neraca perdagangan. Misal, kita punya inflasi akan mengarah ke 4 persen, sebelumnya 8 persen. Kita punya transaksi berjalan tinggal defisit 2,1 persen, sebelumnya 4,2 persen. Jadi, ada perbaikan. Neraca perdagangan tahun lalu, dari defisit, sekarang dari Januari 2015 sudah surplus,”.

Pelemahan Rupiah adalah (Diharapkan) hanya Sementara

“Rupiah sepanjang Januari-Agustus depresiasi 13 persen, tapi Malaysia, Turki, Brasil, dan Eropa jauh lebih tertekan. Mata uang kita dibanding mereka, kita menguat. Ini kondisi dunia yang harus kita hadapi dengan baik,” ujarnya.

Agus menjelaskan, kurs rupiah dan bursa saham Indonesia saat ini mengalami tekanan eksternal akibat rencana penyesuaian suku bunga Bank Sentral AS (The Fed), rendahnya harga minyak dunia, dan aksi devaluasi yuan Tiongkok.

Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, rencananya pada bulan September akan menentukan tingkat suku bunga acuan untuk Dollar Amerika Serikat. Pelaku pasar menduga bahwa tingkat suku bunga USD akan naik, dari 0% menjadi 0.25%.

Agus menilai kondisi mata uang rupiah ini hanya akan berlangsung sementara (temporary). Dia menambahkan pada saat pasar mengalami shock dan rest off, dana-dana langsung mengalir ke safe heaven country. Gejolak pasar ini berlangsung selama seminggu terakhir menyebabkan dana, baik dari pasar modal atau pasar uang, mengalir dari negara berkembang ke negara safe heaven, di antaranya negara Amerika, Jepang, dan Eropa.

Mengalirnya dana dari negara berkembang ini membuat kejenuhan di safe heaven country. “Sekarang kita sudah denger risalah rapat di FOMC (Federal Open Market Committee). Di situ sudah kelihatan keraguan bahwa Amerika Serikat kehilangan posisi kompetitif juga,” katanya. Hal itu juga membuat Amerika Serikat mempertimbangkan terkait keputusan kenaikan Fed Fund Rate atau tidak.

Pendapat Agus Martowardojo, kelihatannya sejalan dengan analisa Morgan Stanley yang dikutip Kompas.com (27/8/2015). The Fed tidak akan terburu-buru dalam menaikkan suku bunga acuan mereka dibanding dengan kebijakan yang mereka ambil pada masa krisis lalu. Terlebih lagi, Bank Sentral Eropa dan Bank of Japan masih mengimplementasikan program pelonggaran kuantitaif (quantitative easing).

“Sebagai tambahan, keterhubungan Asia dengan perekonomian global dan kontribusi Asia yang signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB) global menunjukkan, perkembangan ekonomi di Asia akan memberikan dampak besar terhadap Amerika dibandingkan tahun 1997. Berdasarkan pertimbangan itu, kami memprediksi, AS tidak akan terburu-buru melakukan pengetatan kebijakan,” menurut Chetan Ahya, salah satu anggota tim riset Morgan Stanley

Turunkan BI Rate

Direktur Institute For Development of Economics and Finance, (Indef), Enny Sri Hartati, menuturkan, melemahnya rupiah yang melewati angka Rp14 ribu, berdampak cukup besar kepada sektor Industri, terutama industri manufaktur yang mempunyai ketergantungan terhadap barang dari luar negeri.

“Yang pasti tidak hanya ke perekonomian nasional berdampak, ke industri terutama industri manufaktur yang mempunyai ketergantungan kepada luar, pasti colapse, dari segala penjuru mata angin, ada high cost,” kata Enny kepada VIVA.co.id (26/8/2015).

Menurutnya untuk mendorong Industri dalam negeri, BI perlu untuk menurunkan suku bunga (BI Rate) . “Seharusnya itu yang dilakukan,” kata Eny.

Hal ini disebabkan dengan suku bunga yang tinggi maka akan membuat Industri dan sektor rill mulai terkapar.  Bank Indonesia, lanjut dia, seharusnya menurunkan suku bunga, minimal 25 basis poin dari posisi BI Rate yang saat ini 7,5 persen.

“Kalau suku bunga tinggi itu, sektor rill kita ini terkapar, ini BI minimal desimal dululah diturunin sekitar, 25 Bps, jadi itu kan untuk menunjukkan ada keberpihakan dari sisi kebijakan moneter untuk menghadapi pelemahan ekonomi ini,” tutur dia.

Tapi Apakah BI akan Memangkas BI Rate ?

Patut diduga BI akan tetap mempertahankan BI rate, dengan tujuan untuk menahan capital outflow dan kalau bisa tetap menarik capital inflow. Bagaimana mungkin ketika dana-dana baik dari pasar modal dan pasar uang mengalir deras ke safe heaven country, BI bertindak anti thesis dengan menurunkan BI rate ? Bahkan Gubernur BI berharap, kondisi mata uang ini bersifat temporary dan berharap Bank Sentral AS tidak menaikkan suku bunganya. Tetapi bila The Fed pada bulan September benar-benar merealisasikan kenaikan suku bunga, dapat dipastikan capital outflow akan sulit dibendung. Akibatnya dapat diduga, kurs rupiah akan semakin terpuruk.

Dengan kondisi ekonomi yang lesu dan inflasi yang rendah, saran dari Direktur Institute For Development of Economics and Finance, (Indef), Enny Sri Hartati, untuk menurunkan BI rate kelihatannya lebih bijak dilakukan, terutama untuk mendorong sektor riil agar tetap bergerak, terutama untuk industri manufaktur yang ketergantungan pada bahan baku impor dapat sedikit menggeliat setelah ditekan habis-habisan oleh penguatan kurs dollar.

———————————————-

Terbanggi Besar, Agustus 2015

MENGKAJI DOKTRIN PRE EMPTIVE STRIKE PADA LATGAB 2014


Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko secara resmi membuka Latihan Gabungan (Latgab) TNI tahun 2014 di Taxy Way Echo Skuadron 17 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin pagi. “Latihan salah satu sarana memelihara sinergitas dua angkatan atau lebih dalam taktis dan teknis dan uji doktrin, dan tingkatkan daya tempur satuan dan ciptakan daya gentar dari ancaman,” kata Panglima TNI, seperti yang dikutip Antara.

Pada Latihan Gabungan 2014 (Latgab 2014), TNI menggelar kampanye latihan berbeda dengan latihan sebelumnya. TNI menggelar kampanye latihan Pre emptive strike. Menghancurkan kekuatan musuh dari negara agresor sebelum masuk kedalam teritorial   negara Indonesia.

Bagaimana TNI melakukan penghancuran armada laut musuh jauh di zona ekonomi ekslusif yang dikawal dengan pesawat jet tempur dan satuan tugas kapal selam ?.

Dog Fight di Pantai Selatan Jawa

Tidak banyak press release yang menggambarkan dog fight pada latgab 2014. Tetapi diduga peran penghancuran jet tempur yang mengawal armada laut musuh diserahkan kepada pesawat jet Flanker family yang telah dilengkapi dengan rudal baru seperti yang dikutip Detik.com. “Peluru kendali yang baru kami miliki untuk Sukhoi Su-27/30 MKI akan kami ujicoba. Ini pertama kalinya diujicoba dalam latihan skala besar seperti ini,” kata Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI IB Putu Dunia

Indonesia mempunyai pesawat tempur Sukhoi Su-27 SK dan Su-30 MK2, dengan daya jelajah 3.530 km dengan kecepatan Mach 2,35. Deteksi BVR (Beyond Visual Range) 140 km, dilengkapi dengan peluru kendali canggih AAM (Air to Air Missile) Vympel R-73 dan R-77.

Vympel R-77 (kode NATO : AA-12 Adder), merupakan peluru kendali medium range active radar hoaming dengan mode “fire and forget” sanggup melesat dengan kecepatan 4 Mach hingga jarak 80 km, diklaim lebih superior dibandingkan AIM-120 AMRAMM.

R-73 (Kode NATO : AA-11 Archer), merupakan tandingan dari Sidewinder AIM-P2 dan AIM-P4. Serupa dengan Sidewinder, R-73 juga mengincar panas yang dihasilkan target. Dilengkapi dengan pemandu sensor infra merah (infra red guided) all aspect yang menungkinkan R-73 dapat menghancurkan target dari beragam sudut dan posisi.

Dengan diasumsikan negara agresor menggunakan jet tempur dengan didukung pesawat AEW&C (Airborne Early Warning & Control) untuk mendapatkan keunggulan udara – tetapi dengan bermodalkan pengalaman pada latihan Pitch Black 2012, dalam Latgab 2014 Sukhoi family TNI AU dapat mengalahkan jet tempur musuh sekelas F-18 Hornet sekalipun, karena memiliki kemampuan yang terlatih dalam BVR combat dan close combat. “Syukur kami bisa mengimbanginya. Berkat kerap berlatih dengan radar, RWR, extra thrust; mereka memberi apresiasi dan pengakuan yang luar biasa pada kemampuan BVR (Beyond Visual Range) Combat dan Close Combat yang kami miliki,” ujar Komandan Skuadron Udara 11 Letkol Pnb Untung Suropati pada majalah Angkasa ketika ditanya tentang kesan-kesannya pada latihan Pitch Black 2012 tersebut.

Pertempuran Laut di luar ZEE

Dengan asumsi, payung udara musuh dapat dihancurkan dan perang anti kapal selam dimenangkan oleh TNI AL sehingga keberadaan satuan tugas kapal selam musuh dapat dinetralisir, maka Komando Satgas Laut Gabungan melakukan pertempuran laut dilakukan dengan penghancuran armada laut musuh melalui peluncuran peluru kendali Yakhont.

“Peluru kendali Yakhont akan diluncurkan dari kapal perang, jarak jangkauannya sampai 300 kilometer dari titik peluncuran, itu sebagai misal,” ujar Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Marsetio, yang turut menyaksikan pembukaan Latihan Gabungan 2014 Markas Besar TNI itu.

Mengacu pada laporan Metronews.com (26 Januari 2011), sudah ada 16 KRI milik TNI AL yang dilengkapi dengan rudal Yakhont, yaitu 6 fregat dan 10 korvet. Masing-masing fregat dipasang delapan unit Yakhont, sedangkan korvet sebanyak empat unit. Pemasangan dilakukan seluruhnya oleh PT. PAL di Surabaya. Maka dapat dipastikan dalam Komando Satgas Laut Gabungan akan melibatkan jajaran KRI yang mengusung rudal Yakhont.

Selain itu, dalam Latgab 2014 TNI AL melaksanakan penembakkan dengan menggunakan berbagai senjata strategisnya, antara lain: penembakan roket multilaras anti kapal selam RBU-6000 oleh tiga kapal kelas  Parchim, penembakan bom laut oleh kapal kelas Vanspeijk yakni KRI Ahmad Yani-351, KRI Yos Sudarso-353, dan KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355, penembakan rudal Exocet MM40 oleh KRI Sultan Iskandar Muda-367 dan KRI Sultan Hasanuddin-366, penembakkan rudal anti kapal C 802 Yingji (kode Nato : CSS-N-8 Saccade) oleh KRI Yos Sudarso-353 dan KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355, serta penembakkan meriam oleh unsur kapal kelas SIGMA dan Vanspeijk terhadap dogfight serangan umum langsung (SUL) pesawat tempur musuh.

Dikutip Politikindonesia.com, Kadispen Armatim Letkol Laut (KH) Abdul Kodir mengatakan,  Kapal Perang TNI mulai diberangkatkan dari Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) menuju lokasi peperangan di Samudera Hindia. Kapal-kapal ini disimulasikan akan menyerang musuh dari lautan.

Dalam skenario operasi tempur laut gabungan ini, 23 KRI akan bertempur dengan kapal perang dan kapal selam musuh. Pertempuran ini akan dipimpin oleh Panglima Komando Tugas Laut Gabungan (Pangkogaslagab) Laksamana TNI Aan Kurnia, yang on board di KRI Makasar-590 “Di Samudera Hindia nanti akan terjadi pertempuran sengit. Senjata-senjata ditembakkan,” ujar Abdul Kodir.

Ke-23 KRI yang tergabung Komando Tugas Laut Gabungan akan menembakkan berbagai senjata seperti rudal anti kapal permukaan, roket serangan udara, meriam artileri, meriam penangkis serangan udara bom laut, roket multilaras anti kapal selam Bombovaja Ustanovka 600, anti submarine rocket dan bom laut. “Sebagai sasaran tembak senjata artileri Kogaslagab disimulasikan sebuah killer tomato yang terapung di laut,” terang dia.

Sementara untuk menghadapi ancaman kapal selam musuh akan disimulasikan peperangan Anti Kapal Selam (AKS) melalui penembakan roket RBU-600, anti submarine rocket dan bom laut. “Nanti pesawat Sukhoi dan F-16 juga ikut bertempur,” ujar dia. Manuver 2 pesawat tempur itu disimulasikan melindungi formasi laut Kogaslagab dan Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib) dari serangan udara dan kapal perang musuh.

Mungkinkah TNI melakukan Doktrin Pre emptive Strike ?

Perubahan dari doktrin TNI dari pertahanan pasif menjadi pertahanan aktif (pre emptive strike), bukanlah berarti TNI telah menjelma menjadi kekuatan yang berpotensi meng-invasi negara lain.

Konsep pertahanan aktif TNI dilakukan bila ada negara lain yang nyata-nyata melakukan tindakan agresi menyerang teritori negara Indonesia. Dalam Latgab 2014, doktrin pre emptive strike dilakukan, ketika musuh mencoba memasuki ZEE Indonesia.

Doktrin ini-pun hanya bisa dilakukan bila TNI memiliki alutsista yang mendukung untuk melakukan penghancuran armada laut dan satuan tugas jet tempur musuh sebelum memasuki wilayah Indonesia. Beruntung, TNI sekarang memiliki alutsista yang mempunyai efek deteren, seperti jet tempur Sukhoi family, yang menggentarkan Australia dan Singapura. Sehingga Australia dan Singapura memilih mengakuisisi pesawat tempur siluman F-35, Joint Strike Fighter (JSF) buatan Lockheed Martin dari AS untuk tetap memiliki keunggulan udara di kawasan.

Sementara dari TNI AL, dengan peluru kendali Yakhont yang diinstal pada KRI jenis fregat dan korvet, membuat TNI menjadi superior di kawasan Asia Tenggara. Diluar itu, keberadaan kapal selam TNI AL yang misterius, walaupun pernah diungkap Vivanews (6 Desember 2013), bahwa TNI AL memiliki kekuatan kombinasi kapal selam buatan Jerman, Korea Selatan, Prancis dan Rusia memungkinkan doktrin pre emptive strike dapat dijalankan.

Pada akhirnya, untuk memastikan keberhasilan doktrin pre emptive strike, TNI dirasakan masih memerlukan tambahan alutsista jenis baru, seperti : pesawat AEW&C dan helikopter anti kapal selam.

——————

Agustus 2015

CINA BERHASIL “MEMASUNG” KOREA SELATAN UNTUK TIDAK TERLIBAT PADA KONFLIK LCS


Adalah suatu hal yang aneh, bila aliansi militer Amerika Serikat yang  melibatkan Jepang, Filipina dan Australia dalam program pushback Cina dari teritori laut Cina Selatan tidak melibatkan Korea Selatan. Padahal, Korea Selatan dan AS merupakan sekutu militer yang kuat, disisi lain Korea Selatan sangat membutuhkan jalur laut (terutama di jalur Laut Cina Selatan) yang bebas dan  aman  untuk perekonomiannya.

Untuk melihat betapa eratnya aliansi militer AS dengan Korea Selatan, di Korea Selatan pada tahun 2014 terdapat lebih dari 29,000 tentara AS yang tergabung dibawah komando United State Forces Korea (USFK) yang bahu membahu dengan prajurit Korea Selatan dalam yang mengamankan semenanjung  Korea  dari ancaman serbuan tentara Korea Utara.  Tentara AS di Korea Selatan berada dibawah komando gabungan angkatan bersenjata Amerika Serikat yang dikenal sebagai  Combined Forces Command’s (CFC) yang terdiri dari elemen Eight U.S. Army (EUSA), U.S. Air Forces Korea (Seventh Air Force), U.S. Naval Forces Korea (CNFK), U.S. Marine Forces Korea (MARFORK) dan Special Operation Command Korea (SOCKOR). Komando gabungan ini sudah digelar sejak 1 Juli 1957, pasca perang Korea.

Reklamasi Pulau di Kepulauan Spratly

Cina telah melakukan reklamasi sejumlah pulau di kepulauan Spratly yang disengketakan dan membangun pangkalan militer di pulau tsb. “Proyek reklamasi daratan di beberapa pulau dan terumbu karang di Laut China Selatan telah selesai di hari terakhir,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying. Ada tujuh terumbu kerang yang jadi objek reklamasi China. Proyek reklamasi itu telah ditentang Filipina, Vietnam, Malaysia, Taiwan dan Brunei yang sama-sama mengklaim kepulauan di Laut China Selatan.

Setelah itu, Cina akan memainkan skenario lainnya. Seperti yang dilaporkan BBC, pemerintah Cina mengatakan mereka akan meningkatkan patroli di wilayah lepas pantai Laut Cina Selatan. Mereka berencana menambahkan sekitar 1000 personil angkatan laut dan sejumlah peralatan baru untuk menjaga kepentingannya di kawasan tersebut. Petugas pengawas perairan Cina, Sun Shuxian mengatakan frekuensi kegiatan patroli laut akan lebih ditingkatkan lagi katanya seperti dikutip dari China Daily. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat penegakan hukum Cina di wilayah perairan yang mereka kuasai.

Jalur laut LCS merupakan jalur laut yang sangat penting. Setiap tahun, kapal-kapal dagang yang melewati  LCS mencapai nilai 5,3 milyar dolar, 1,2 milyar dolar diantaranya merupakan kapal dagang AS. Sehingga dapat di bayangkan,  bila terjadi konflik di LCS akan menyebabkan terhambatnya lalu lintas perdagangan, kalaupun harus melewati jalur lain berarti akan menambah biaya dan pada akhirnya akan mempengaruhi perekonomian regional.

Cina telah nyata-nyata menancapkan hegemoninya di jalur laut yang penting dan kaya akan hasil laut, minyak dan  gas alam.

Cina “Memasung” Korea Selatan

Setelah Uni Soviet runtuh, sumber bantuan ekonomi dan politik untuk Korea Utara beralih ke Cina. Cina benar-benar mengambil keuntungan besar agar Korea Utara tetap tergantung pada suplay segala kebutuhan Korea Utara melalui perbatasan dengan Cina.

Bila ada yang berharap pecahnya  hubungan antara Cina dengan Korea Utara, itu mimpi yang tidak akan menjadi kenyataan. Cina akan tetap memelihara hubungan “aneh” antar kedua negara.  Korea Utara akan tetap tergantung secara ekonomi dan politik  pada Cina, sedangkan Cina memanfaatkan konflik kedua Korea untuk “memasung” Korea Selatan tetap fokus pada pemasalahannya. Cina menggunakan Korea Utara sebagai “kartu as” untuk menekan Korea Selatan, dengan demikian Korea Selatan tidak akan terjun terlibat pada konflik di LCS.

Sementara itu justru Presiden Korea Selatan Park harus mampu meyakinkan pemerintahan di Beijing, bahwa Korea Selatan bersikap netral dalam konflik LCS. Disisi lain, Korea Selatan harus  mempertahankan angkatan bersenjata AS untuk tetap digelar di daratan Korea.

—————–

Terbanggi Besar 9/7/2015

REFERENDUM YUNANI : KEMENANGAN DEMOKRASI DAN TAKDIR MENENTUKAN MASA DEPAN SENDIRI


Hasil referendum 5 Juli menunjukkan bahwa kepentingan politik telah mengalahkan kepentingan ekonomi. Rakyat Yunani melalui referendum telah menentukan takdirnya sendiri dengan memenangkan pesta “demokrasi” mengalahkan negara-negara Eropa yang berencana mengendalikan Yunani.

Dibalik itu semua, sebenarnya untuk melindungi kepentingan ekonominya, pemimpin-pemimpin “negara-negara demokrasi” di Eropa justru ingin melihat pemerintahan sayap kiri pimpinan Perdana Menteri Alexis Tsipras jatuh bertekuk lutut.

Atas nama Troika – terdiri dari tiga serangkai : IMF, Bank Sentral Eropa dan Komisi Eropa, akan menerbitkan dana bailout senilai 240 miliar Euro. Tentu saja dengan persyaratan yang sangat berat : penghematan, pemotongan budget, dan menaikkan pajak. Syarat lainnya adalah : merombak sistem ekonomi, menghentikan penggelapan pajak dan mempermudah dalam melakukan bisnis.

Hari Kemenangan yang Menyakitkan

“Hari ini kita merayakan kemenangan demokrasi,” kata Tsipras dalam pidato televisi. Ia menggambarkan hari Minggu sebagai “a bright day in the history of Europe.” Kami telah membuktikan bahkan dalam situasi yang paling sulitpun, democracy won’t be blackmailed,” katanya.
Referendum pekan lalu, dengan mengatakan “No” orang akan memperkuat wewenangnya untuk menegosiasikan kesepakatan yang lebih baik bagi negaranya.

Menurut Joseph E Stiglitz – pemenang Nobel bidang ekonomi dalam Irishtimes.com, sebenarnya kedua pilihan “ya” dan “tidak” merupakan pilihan sulit bagi orang Yunani. Memilih “ya”, berarti Yunani akan mengalami depresi nyaris tanpa akhir. Mungkin setelah Yunani diperas habis – semua aset dijual dan semua anak muda bermigrasi kenegara lain, barulah Yunani – mungkin akan mendapat pengampunan hutang. Tetapi itu – mungkin terjada satu dekade berikutnya, setelah seluruh penduduk Yunani hidup menderita dalam satu dekade itu.

Sebaliknya, dengan mengatakan “tidak”, setidaknya akan membuka kemungkinan bahwa Yunani, dengan tradisi demokrasi yang kuat – dengan takdir yang ditentukan olh tangan sendiri, mendapatkan kesempatan untuk membentuk masa depan yang, meskipun mungkin tidak sesejahtera seperti masa lalu, tetapi jauh lebih baik dan  penuh harapan daripada hidup dibawah kendali “bangsa lain”.

——————————–

Terbanggi Besar 7/7/2015

TAKSI UBER : MUNGKINKAH KERUSUHAN DI PARIS MENJALAR KE JAKARTA ?


Seperti yang dikutip Dailymail (4 Juli 2015), bintang rock Amerika Serikat Courtney Love yang menjadi korban kerusuhan di Paris, men-tweet pengalamannya ketika taksi Uber yang ditumpanginya dari bandara Charles de Gaulle diserang. “Mereka menyerang mobil taksi (yang saya tumpangi) dan menyandera sopirnya. Mereka memukul mobil dengan benda keras. Inikah Perancis ? Saya merasa lebih aman di Bagdad!”

Dari rangkaian unjuk rasa di Eropa, kerusuhan yang paling keras terjadi di Paris, selain puluhan mobil dijungkirbalikkan, membakar ban, juga dilakukan penutupan jalan-jalan utama oleh puluhan mobil taksi resmi. Seorang sopir taksi berkata, “ Uber, sebuah perusahaan Amerika Serikat, telah menjadi ancaman bagi pekerjaan kami dengan mengambil pelanggan dari taksi resmi”. Selain di Paris, protes juga terjadi di kota-kota lain seperti Tolouse, Marseilles dan Strasbourg.

Di Perancis, seorang sopir taksi harus membayar 111,000 dolar AS untuk mendapatkan lisensi beroperasi, bandingkan dengan sopir Uber yang tidak membayar sepeserpun. Serikat Taksi Perancis melaporkan bahwa sopir taksi yang berlisensi telah kehilangan 30% – 40 % pendapatannya selama dua tahun sejak berkembangnya taksi Uber.

Taksi Uber sebenarnya sudah dinyatakan ilegal di Perancis sejak Januari lalu. Di India. Seperti yang dilaporkan Indianexpress.com, pemerintah Delhi melarang Uber sejak Desember ketika ada laporan seorang wanita diperkosa oleh seorang sopir taksi Uber. Di Cina, South China Morning Post melaporkan otoritas pemerintah kota menyerbu kantor Uber di Chengdu. Pada bulan Januari kementerian Transportasi telah melarang aktivitas taksi berbasis app bila sopir tidak memiliki ijin operasi. Di Spanyol, menurut BBC, seorang hakim telah melarang aktivitas taksi Uber karena sopir tidak memiliki official authorisation dan merupakan aktivitas yang unfair.

Kerusuhan Kemungkinan dapat Terjadi di New York atau London

Dalam satu artikel di laman Economic Watch, Profesor Graham Hodges dari Universitas Colgate dan penulis buku Taxi! A Cultural History of the New York City Cab Driver, mengatakan :”Kita sedang melihat kemungkinan terjadi kerusuhan yang sama seperti di Paris terjadi di tempat lain. Bisa di New York atau London atau kota utama lain yang memiliki sejarah pertaksian yang kuat”.

Supir taksi di Paris berhak marah untuk melindungi mata pencahariannya. “Ketika jumlah taksi sudah demikian membludak di jalan-jalan, kemudian muncul sesuatu yang membuat chaos pengaturan ongkos taksi dan performa lainnya, maka akan memunculkan kondisi yang membahayakan akibat sopir taksi yang putus asa karena adanya perbedaan tarif. Jika Uber tidak mengikuti regulasi maka akan muncul hukum rimba, sopir taksi yang putus asa akan melakukan apa saja untuk mendapatkan penumpang”.

Profesor Hodges menilai bahwa apa yang terjadi pada taksi Uber adalah “bentuk baru dalam eksploitasi buruh”. Buruh seperti dikirim balik ke abad 19 ketika dunia industri belum mengenal serikat pekerja. Perusahaan seperti Uber, katanya, justru menciptakan “a completely new servant class”

“Uber membuat sopir menjadi “independent contractor” . Dibanyak tempat, sopir bahkan tidak memiliki asuransi. Bila terjadi kecelakaan, maka tidak ada seorang pun yang akan membayar biaya pengobatan penumpangnya”.

Bagaimana Jakarta ?

Seperti yang dikutip Okezone.com (19 Juni2015), Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), melarang Uber Taksi untuk beroperasi di ibu kota. Ahok menegaskan larangan itu dilakukan lantaran Uber Taksi tidak mengantongi izin operasi.

Keputusan Ahok berada pada arah yang benar. Untuk mendapatkan ijin operasi, tentunya Uber harus memenuhi persyaratan-persyaratan. Diantaranya harus sejalan dengan regulasi-regulasi yang mengatur transportasi umum.

Menurut Ketua Organda DKI Jakarta (Merdeka.com 22 Juni 2015), Shafruhan Sinungan, taksi Uber tidak sesuai dengan Undang Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan dan PP Nomor 74 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Angkutan Umum. “Dengan tegas sudah mengatur bahwa operator angkutan umum baik barang maupun orang haruslah berbadan hukum baik PT maupun koperasi,” kata Shafruhan dalam keterangan tertulisnya.

Aspek selanjutnya dapat dilihat dari perizinan khusus yang tercantum dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 35 tahun 2003 dan Pergub DKI Nomor 1026 tahun 1991. Di sini telah mengatur dengan sangat tegas kriteria angkutan umum khususnya taksi dengan berbagai spesifikasi syarat dan ketentuan. Regulasi tentang angkutan jalan mempersyaratkan operator angkutan umum baik barang maupun orang ikut bertanggung jawab atas keselamatan pengguna jasa dan penumpang.

Menurut pihak Polda Metro Jaya, taksi Uber melanggar aturan lalu lintas. “Sudah jelas melanggar aturan lalu lintas. Kan harus berpelat nomor kuning dan punya mahkota. Sopir harus punya SIM A khusus, karena menyelamatkan nyawa orang, serta izin-izin lainnya terkait angkutan jalan,” tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar M Iqbal, Jakarta, (Merdeka.com 20/6/2015).

Tentu saja kita tidak berharap kerusuhan di Paris menjalar ke Jakarta, dilain pihak pemerintah dan DPR harus segera menggodok RUU Sistem Transportasi Nasional dengan memasukkan kemungkinan-kemungkinan inovasi teknologi dalam transportasi umum.

————————————

Terbanggi Besar 5 Juli 2015

MEMBERANGUS TERORIS – BELAJAR DARI PENGALAMAN PENYANDERAAN CAFE LINDT, PENYERBUAN CHARLIE HEBDO DAN UNIVERSITAS GARISSA KENYA


TNI telah menjawab tantangan ISIS dengan keras dan tegas, salah satunya adalah dengan menggempur Gunung Biru yang merupakan basis dari kelompok Santoso dalam latihan perang PPRC 2015.

Dalam latihan perang yang bertema :   “PPRC TNI melaksanakan operasi militer untuk perang (OMP) dengan melaksanakan penindakan awal untuk menghancurkan aggressor guna merebut kembali Poso Sulteng dalam rangka mempertahankan keutuhan dan kedaulatan NKRI”, TNI mengelar sistem arsenal utamanya : satu flight jet tempur F16 Fighting Falcon dari Skuadron Udara 3, sepuluh pesawat angkut berat C130 Hercules, heli serang Mi 35 dan heli Bell 412 serta kapal perang.

Seperti yang dikutip laman TNI AD, Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan : ”ISIS adalah sebuah ancaman yang harus dikelola dengan baik oleh semua instansi negara, karena jika tidak ditangani dengan tepat, paham ISIS dapat menjadi ancaman faktual yang merusak nasionalisme”. Jenderal Moeldoko, seolah mengingatkan bahwa berdasarkan skala ancamannya, penanganan kelompok teroris sudah harus menjadi tanggung jawab semua instansi, bukan lagi hanya satu instansi saja.

Diawali dengan pendaratan Marinir di pantai, kemudian dilakukan gempuran roket dari kapal perang KRI Hasanudin dan roket RM 70 GRAD Marinir ke Gunung Biru, yang selanjutnya dilakukan gempuran oleh satu flight jet tempur F16, serbuan ditutup dengan penerjunan satu batalyon Linud 502 Kostrad. Dapat dipastikan, latihan perang akan dilanjutkan dengan penyisiran seluruh sudut Gunung Biru oleh pasukan elit angkata darat, diharapkan juga penyisiran terus dilakukan terhadap seluruh pegunungan di Poso, termasuk wilayah hutan Parigi Moutong, tempat terjadinya baku tembak antara Polisi dengan belasan anggota kelompok Santoso yang melarikan diri dari Gunung Biru.

Pola Serangan Teroris

Beberapa hari setelah dimulainya latihan Perang PPRC di Gunung Biru. Pihak keamanan Malaysia berhasil memberangus sekelompok teroris Malaysia yang berencana melakukan serangan terror di ibukota Kuala Lumpur. Menurut Kepala Polisi Diraja Malaysia Khalis Abu Bakar, Selasa (7/4/2015) sekelompok teroris akan melakukan serangan terhadap markas tentara dan kantor polisi untuk merebut senjata. Jika serangan berhasil, maka mereka akan menyerang posisi strategis di Kuala Lumpur.

Setidaknya, ada tiga pola serbuan kelompok teroris : pola penyanderaan di café Lind, Martin Place Australia, pola penyerbuan terencana di kantor media Charlie Hebdo Perancis, pola penyerbuan pembantaian 147 mahasiswa di kampus Universitas Garissa Kenya.

Ada kesamaan dari ketiga pola penyerangan, yaitu : pihak penyerbu berhasil menutupi kerahasiaan operasi mereka hingga jam-j operasi dilakukan.

Man Haron Monis-imigran asal Iran, penyandera yang akhirnya ditembak mati polisi Australia, luput dari pantauan pihak intelejen Australia. Seperti yang dilaporkan Kompas.com (23/2/2015), Perdana Menteri Austalia Tony Abbott mengatakan kepada wartawan pada hari Minggu (22/2/2015) , sistem yang dimiliki Australia mengecewakan. ”Jelas, Monis tidak seharusnya berada dalam masyarakat kita. Dia seharusnya tidak diizinkan masuk ke negara ini. Dia seharusnya tidak dibebaskan dengan jaminan. Dia seharusnya tidak dibiarkan memiliki senjata dan dia tidak seharusnya menjadi radikal”.

Kouachi bersaudara pada 7 Januari 2015, dengan tenang membantai 12 orang di sebuah ruangan di kantor mingguan Charlie Hebdo, kemudian melarikan diri tanpa terdeteksi. Menurut Daily Mail, Kamis (15/01/2015), pihak intelejen Turki sudah memperingati otoritas Perancis akan rencana serangan tersebut. Seperti yang dikutip Viva.co.id (15/1/2015), bahkan intelejen Aljazair, sudah menginformasikan rencana penyerbuan ke pihak intelejen Perancis sehari sebelum terjadinya peristiwa tersebut.

Kelompok yang menyerbu Universitas Garissa, Al-Shabaab, ternyata adalah kelompok yang pernah menyerbu pusat perbelanjaan di Nairobi September 2013 yang menewaskan 67 orang. Empat orang dengan berpenutup muka dan menggunakan rompi berbahan peledak, berbekal senjata otomatis dan granat, berhasil memasuki kampus dan memberondong dan meledakan granat ke sasaran mahasiswa. Penyerbuan membunuh 147 mahasiswa dan melukai 70 orang lainnya, sebelum akhirnya 4 orang penyerbu melakukan bunuh diri.

Bagaimana dengan Indonesia

Walaupun latihan perang PPRC di wilayah Poso sebagai genderang perang melawan ISIS belum berakhir, sementara itu kelompok Santoso juga belum tumpas, dengan melihat ketiga pola penyerbuan teroris diatas, setidaknya sudah menjadi modal bagi pasukan anti terror TNI dalam mengembangkan resep mujarab untuk menyelesaikan setiap upaya terror di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam jangka pendek, peringatan Konferensi Asia Afrikake=60  April 2015, harus dijamin akan berlangsung dengan lancar dan sukses. Pihak intelejen dan keamanan tidak boleh lengah dan harus  peka terhadap setiap informasi dan tanda-tanda yang muncul sekecil apapun.

Belajar dari pengalaman, menganggap enteng Man Haron Monis oleh intelejen Australia, sehingga Monis dengan leluasa  melakukan tindakan penyanderaan yang menggegerkan di café Lindt Australia dan tidak pekanya intelejen Perancis terhadap informasi yang diberikan oleh pihak intelejen Aljazair dan Turki menyebabkan  tragedi penyerbuan Charlie Hebdo di ibukota Paris tidak dapat dicegah.

Informasi ledakan di Tanah Abang seperti yang diberitakan Antara 8 April 2015, selayaknya segera dikaitkan dengan moment Peringatan Konferensi Asia Afrika ke 60 di Bandung. Pihak keamanan dan intelejen diharapkan segera mereview sistem keamanan yang diterapkan pada moment penting tersebut.

—————————–

April 2015

FENOMENA LONE WOLF


Terminologi “lone wolf” relative bukan hal yang baru. Pada tahun 2009, dalam salah satu kajiannya, pemerintah Amerika Serikat sudah menggunakan istilah “lone wolf terrorism”. Lone wolf berarti individual atau kelompok kecil dengan taktik teroris tradisional – baik melalui kekerasan dan mentargetkan warga sipil – untuk mencapai tujuan politik atau ideologi, tetapi dalam aksinya bukan merupakan anggota atau bekerja sama dengan organisasi teroris baik secara kelompok atau sel-sel.

Dengan kata lain “lone wolf” merupakan sebutan bagi teroris individu yang beroperasi di luar jaringan. Konsekuensinya, membuatnya sulit bagi lembaga penegak hukum dan intelijen untuk membedakan apakah “lone wolf” merupakan radikalisasi dan tindakan kriminal.

Asal Mula “Lone Wolf”

Hasil pengkajian beberapa lembaga peneliti masalah terorisme menunjukkan bahwa ada hubungan antara peningkatan dari aktivitas “lone wolf” dengan keberhasilan dari operasi kontra-terorisme. Operasi intelejen yang sukses ini diduga menghentikan serangan teroris yang spektakuler seperti kasus serangan 9/11.

“Lone wolf” tidak menimbulkan jenis ancaman yang sama dengan serangan 9/11, tetapi serangan mereka menimbulkan dampak psikologis yang dalam pada masyarakat, berupa ketegangan, teror dan polarisasi di dalam masyarakat.

Namun demikian, para ahli sepakat bahwa sebagian besar “lone wolf” tidak bertujuan untuk membunuh banyak orang. Satu-satunya ‘lone wolf’ yang membunuh banyak orang adalah Anders Breivik, yang pada tahun 2011 – dengan perencanaan yang baik dan kemampuannya yang terlatih, melakukan pembunuhan terhadap 77 orang di Norwegia.

Disadari bahwa konsep “lone wolf” muncul pada saat pengamat Barat masih berjuang untuk memahaminya, mengingat “lone wolf” beroperasi dengan struktur yang kurang jelas bila dibandingkan dengan organisasi teroris besar abad ke-20. Dilain pihak, terdapat fakta bahwa banyak “lone wolf” hanya memiliki ikatan yang sangat longgar dengan kelompok teroris.

Sebagai contoh, Amedy Coulibaly – pria bersenjata ketiga yang membunuh polisi wanita dan menyerang sebuah supermarket Yahudi di Paris, hingga menyebabkan empat orang pengunjung tewas – mengklaim bahwa ia bekerja atas nama Islamic State (IS) kelompok di Suriah dan Irak, tetapi Coulibaly tercatat belum pernah pergi ke Suriah.

Tetapi beberapa ahli berpendapat bahwa label “lone wolf” adalah kurang tepat. Argumentasinya adalah : walaupun mereka bertindak sendirian atau sebagai bagian dari kelompok kecil lokal, mereka tetap mengikuti “blue print” yang ditetapkan oleh kelompok global.

Bahkan radikal “lone wolf” ternyata memiliki kontak langsung dengan pimpinan kelompok militan. Nidal Malik Hasan, seorang psikolog militer AS yang membunuh 13 tentara di pangkalan militer Fort Hood di Texas, pada bulan September 2009, ternyata memiliki hubungan dengan Anwar Al-Awlaki, pemimpin Al Qaeda Yaman yang terbunuh dalam suatu operasi Drone AS tahun 2011 .

Ancaman ISIS

Pada sekitar bulan September 2014, juru bicara ISIS Abu Muhammad al-Adnani, merelease video yang berisi seruan untuk melakukan tindakan kekerasan secara individual terhadap tentara dan warga sipil yang tergabung dalam negara-negara koalisi musuh mereka di Irak dan Suriah. Mengajak pendukung ISIS untuk bertindak ” kill them wherever you find them”.

Para ahli pengkaji masalah terorisme melihat bahwa ISIS mempunyai pendekatan yang cerdik dalam merekut orang-orang untuk berperang di Suriah dan Irak. ISIS tidak menyatakan sedang berperang dengan pihak Barat, tetapi ISIS berargumentasi bahwa mereka sedang membangun pemerintahan Islam. Pada akhirnya, ini dapat diartikan sebagai konfrontasi antara Islam dengan pihak Barat.

ISIS mengalami kesulitan untuk bertempur secara langsung dengan tentara koalisi di Suriah dan Irak, karena negara-negara koalisi menggempur kedudukan tentara ISIS melalui serangan-serangan udara yang dipimpin oleh AS. Para ahli melihat bahwa strategi ISIS adalah melakukan perang asimetri di dalam negeri negara-negara yang tergabung dalam koalisi.

Kembali ke fenomena “lone wolf” yang aktivitasnya terus meningkat pada tahun-tahun belakang, maka dengan adanya ancaman ISIS maka diperkirakan serangan yang dilakukan oleh “lone wolf” akan meningkat pada tahun-tahun mendatang.

————–

Januari 2015

« Older entries