Serbuan pasukan komando Israel terhadap kapal Turki yang membawa relawan internasional Mavi Marmara merupakan hasil kerja pasukan elit dari pasukan komando angkatan laut Israel yang dikenal sebagai unit Shayetet 13.
Unit pasukan khusus (Spesial Force) yang didesain dan dilatih operasi penyerbuan dan operasi bawah air, unit ini juga merupakan pasukan elit yang dilatih untuk operasi CT (Counter Terorrism) yang berkerja secara rahasia di daerah musuh dan memiliki kemampuan trimatra (beroperasi di matra laut, udara dan darat). Unit Shayetet 13 saat ini juga beroperasi secara tertutup didaerah West Bank (Tepi Barat) dan Gaza Strip (Jalur Gaza), dan bertanggung jawab terhadap ratusan operasi yang menangkap dan membunuh pejuang Hamas dan Brigade Al Aqsa.
The Times melaporkan bahwa skenario awal adalah unit Shayetet 13 diturunkan ke kapal Mavi Marmara melalui teknik rapeling secara diam-diam ditengah kegelapan malam dari helikopter Black Hawk, kemudian menguasasi kapal untuk membelokkan kapal menjauhi pantai Gaza Strip.
Dalam wawancara dengan The Times, seorang komandan Angkatan Laut Israel mengatakan bahwa unit yang diturunkan ke kapal mengalami : “ Suprised, even shocked,” menghadapi militansi dari para relawan internasional.
Banyak pihak menuduh bahwa tragedi yang menewaskan 9 relawan merupakan tanggung jawab institusi IDF dalam menyusun rencana operasi unit Shayetet 13 tersebut, para komandan penyusun rencana operasi terlalu underestimate.
Operasi pencegahan masuknya kapal Mavi Marmara mungkin dinilai berhasil, seperti yang diungkapkan PM Israel Ehud Barak pada hari Kamis 4 Juni 2010. Tetapi disisi lain gelombang protes dan kecaman internasional semakin menyudutkan pemerintah Israel.
Israel kelihatannya tidak peduli. Seorang komandan Angkatan Laut Israel bahkan mengancam akan lebih agresif lagi dalam mencegah masuknya kapal kemanusiaan internasional ke pantai Gaza. Seperti yang dikutip The Times, pasukannya akan menduduki kapal dan menyerang kapal yang bermaksud menembus blokade laut.
Tidak perlu menunggu terlalu lama, kita akan melihat bagaimana IDF (Israel Defense Force) menangani kapal bantuan kemanusiaan Rachel Corrie yang mencoba menembus blokade laut di pantai Gaza.
Apakah kapal Rachel Corrie akan menemui nasib tragis seperti halnya aktivis ISM (International Solidarity Movement) Amerika Serikat Rachel Aliene Corrie yang tewas digilas Buldozer Caterpillar D9R milik IDF saat memprotes penghacuran rumah-rumah orang-orang Palestina di Rafah pada tahun 2003 lalu ?
*****