MIYABI TIDAK JADI DICULIK

Seorang blogger menulis tentang Miyabi.  Saat orang pertama kali melihat foto Ozawa akan berkata : “Wait a minute, you are saying this woman does hardcore pornography?”

Banyak orang tidak percaya dengan penampilan Miyabi (Maria Ozawa) yang terlihat innocent adalah seorang bintang film terkenal AVs (adult videos). Wajah blasteran Jepang dengan Perancis- Canada yang terlihat eksotis, ternyata malang melintang di dunia industri AV di Jepang. Tahun 2006, Maria Ozawa memenangkan sebuah kompetisi AV di Jepang. Bahkan pada tahun 2009, AV yang dibintangi Ozawa memenangi the Best Violence Video Award dan AV yang lainnya memenangi Special Award in the Feature Actrees Video Catagory pada acara 2009 AV GrandPrix.

Industri film jenis AV memang merupakan industri besar di Jepang yang meraup keuntungan yang tidak sedikit.  Dilaporkan, sekarang Ozawa menikmati kehidupan yang mewah,  tinggal di sebuah mansion (high-class apartment)  dengan sewa AS$ 1.682 per bulan, dengan pendapatan minimum AS$ 8.000 per bulan.

Miyabi representasi geisha modern  (wanita penghibur), hal yang lumrah dan merupakan budaya di Jepang. Kehidupan  Miyabi mungkin mirip dengan Mayonaka no Heiko, geisha paling terkenal di Edo dalam novel Samurai, Kastel Awan Burung Gereja yang mengambil setting cerita di abad 19 karangan Takashi Matsuoka. Kehidupan pejabat kekaisaran dan para samurai tidak dapat dipisahkan dengan cerita para geisha.

Miyabi (Maria Ozawa), muncul pertama kali di Indonesia lewat iklan menyambut bulan Puasa dan Hari Raya Idul Fitri. Pada iklan tersebut Miyabi menggunakan jilbab dan menyapa fans-nya di Indonesia.

Sekitar bulan September 2009, Miyabi kemudian menjadi topik pemberitaan, setelah timbul laporan Maxima Picture hendak membuat film komedi dengan judul : Menculik Miyabi, berdasarkan cerita yang dibuat oleh Raditya Dika, seorang penulis buku remaja.

Pro dan kontra menjadi publikasi gratis bagi Miyabi. Mungkin dengan adanya geger penolakan kedatangannya ke Indonesia akan menambah popularitasnya. 

Tetapi dilain pihak, bagi Raditya Dika, heboh penolakan Miyabi menjadi publikasi yang bersifat negatif.  Pada suatu blog, ada penulis yang menuduh bahwa penulis dan sutradara film Menculik Miyabi sudah kehabisan cara untuk membuat film yang bisa meledak meraup penonton di Indonesia.  Bahkan ada penulis yang memberi komentar : ”Kenapa mesti Miyabi, memang di Indonesia tidak ada bintang film panas ?”.

Kerasnya penolakan masyarakat Indonesia membuahkan hasil. Miyabi tidak jadi datang ke Indonesia. Tapi sekarang kepolulerannya semakin terdongkrak dengan adanya peristiwa diatas. 

Miyabi tidak jadi diculik. Miyabi tidak jadi datang ke Indonesia. Sebagian masyarakat Indonesia bisa bernafas lega. Tapi, mungkin sekarang makin banyak orang Indonesia yang penasaran melakukan surfing mencari AV-nya Miyabi di internet.  

*****

End of October 2009

“AUDISI” CALON MENTERI KABINET INDONESIA BERSATU II

Audisi adalah istilah yang lebih populer daripada istilah rekruitmen. Audisi calon menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, sebenarnya adalah proses rekruitmen calon menteri-menteri yang dilakukan oleh Presiden SBY.  Recruitment, melalui proses uji dan seleksi tersebut  berangkat untuk menguji calon menteri yang berasal dari dua latar belakang yang berbeda, yaitu berasal dari para politikus dan para professional. Calon menteri dari latar belakang politikus berasal dari partai politik yang sudah menyatakan berkoalisi secara terbuka dengan Partai Demokrat,  yaitu partai pemenang pemilu lalu.

Calon menteri dari partai-partai yang berkoalisi, berarti secara eksplisit menyatakan mendukung dan dapat bekerja sama dengan presiden yang terpilih. Menteri-menteri merupakan pembantu presiden, sehingga perlu dilakukan seleksi agar menteri yang terpilih memiliki “chemistry” dengan presiden-apapun latar belakang partainya, diharapkan memiliki kinerja yang seirama dalam menjalankan program kerja presiden.

Berbeda dengan proses “audisi” calon menteri pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid I, pada saat itu JK sebagai wakil presiden mempunyai bargaining position yang kuat  dalam menentukan gerbong cabinet. Dapat dipastikan, pada proses “audisi” kali ini, Budiono sebagai wakil presiden tidak se-powerfull JK dalam menentukan calon pembantu presiden tersebut.

Publikasi proses “audisi” calon menteri begitu gegap gempita, seakan ingin menjelaskan kepada masyarakat bahwa proses rekruitmen dilakukan secara professional dan terbuka, walaupun memang ada kesan “balas jasa” kepada para elit partai yang telah memenangkan SBY dalam pertarungan pilpres. 

Untuk partai besar seperti PDIP yang tidak menyatakan berkoalisi dengan partai pemenang pemilu kemungkinan besar tidak akan ada kadernya yang mengikuti proses rekrutment. Ini berarti tidak ada calon menteri yang berasal dari kader partai tersebut.

Banyak yang mempertanyakan kompetensi dari para calon menteri yang berasal dari para politikus. Dilain pihak, banyak juga kalangan yang pesimis pada integritas para calon menteri dari politikus, apakah bisa bekerja secara professional sebagai menteri atau malah ”bermain mata” dengan kepentingan partai politiknya, walaupun bisa saja dikemudian hari calon menteri tersebut mundur dari jabatannya di partai politik.

Semakin banyak partai politik yang berkoalisi, maka semakin kuat dukungan terhadap pemerintah. Tapi kekuasaan yang terlalu besar harus diimbangi oleh kekuatan penyeimbang yang diharapkan  dilakukan oleh partai politik yang tidak tergabung dalam koalisi. Masyarakat berharap PDIP dan partai lainnya yang tidak tergabung dalam koalisi bisa berperan sebagai kekuatan penyeimbang tersebut. Megawati diharapkan menjadi ujung tombak dalam memperjuangkan ekonomi kerakyaan (yang selama ini dijanjikan dalam kampanye pemilu lalu) untuk meng-counter program ekonomi Budiono dan Sri Mulyani yang sering dicap sebagai ekonomi neo-liberal.

Sosok Budiono sebagai Wakil Presiden suatu saat sangat menentukan,terutama bila Presiden tidak dapat menjalankan tugas-tugas kepresidenannya. Tidak ada yang menyangsikan kompetensinya dibidang ekonomi, tetapi apakah bisa bekerja sama dengan seluruh menteri-menteri yang dipilih  oleh Presiden – hal ini penting mengingat terlihat begitu  mendominasinya Presiden SBY dalam proses audisi calon-calon menteri tsb.

Presiden SBY kemungkinan besar akan bekerja secara powerfull, mengingat dukungan koalisi partai politik dan menteri-menteri yang dipilihnya secara langsung.  Ini berbeda bila “suatu saat”  Wapres Budiono – seorang profesional  harus menggantikan Presiden SBY, tidak ada jaminan mendapat dukungan dari koalisi partai pendukung Presiden SBY baik dukungan dari kabinet maupun dari DPR.

Bisa diperkirakan, bila Wapres Budiono harus menggantikan Presiden SBY karena alasan tidak dapat melanjutkan tugas-tugas kepresidennya, akan terjadi tarik-menarik kekuasaan. Akibatnya bisa sangat mengerikan : koalisi partai akan pecah yang berakibat  dukungan terhadap pemerintahan akan melemah. Pada saat itu, kekacauan di tingkat elit politik akan mempengaruhi arah pembangunan ekonomi, pada akhirnya akan dirasakan oleh rakyat banyak.  Kondisi yang tidak stabil dapat menyebabkan tingkat kepercayaan investor akan turun tajam dan berdampak pada  investasi  yang berkurang.  

Disisi lain, pulihnya ekonomi Amerika Serikat kemungkinan besar akan menyebabkan naiknya harga minyak dunia.  Dengan berat hati, pemerintahan akan mengambil kebijakan tidak populer dengan menaikkan harga bbm. Menaikkan harga bbm menyebabkan harga-harga kebutuhan pokok akan meroket, dampak langsung adalah naiknya angka kemiskinan.

*******

 

 

 

 

 

MEREKA YANG PERKASA : PEMUDIK BERMOTOR

Diprediksi 3.9 juta pemudik bermotor akan mengarungi keganasan jalan untuk suatu tujuan yang mulia : berlebaran dikampung halaman.  Salahkah mereka ?

Sebagai gambaran tentang keganasan yang harus dihadapi oleh pemudik bermotor, tahun lalu dari 2.3 juta pemudik bermotor tercatat telah terjadi 1.052 kecelakaan lalu lintas, dimana 70 % menimpa pemudik bermotor.

Mengendarai motor untuk perjalanan jarak jauh perlu ketabahan dan kesabaran.  Saat mudik, kita akan terbiasa melihat motor yang dijejali oleh suatu keluarga lengkap : Suami sebagi rider, Istri dibonceng sambil menggendong satu orang anak. Atau satu orang anak lagi duduk berbagi dengan pengendara.  Belum lagi di belakang jok ditambah kayu untuk penahan barang biasanya kardus atau tas besar yang berisi pakaian, atau sekedar oleh-oleh untuk handai taulan di kampung halaman.

Untuk motor jenis bebek, ada  ruang kosong  antara stang motor dan jok biasanya diisi dengan barang bawaan, baik berupa tas besar atau kardus mie instan.  Untuk motor jenis matik, terdapat ruang yang lebih leluasa untuk pijakan kaki, yang tentu saja bisa dijejali dengan barang-barang.

Akibatnya rider harus konsentrasi lebih tinggi  lagi untuk menjaga kesimbangan agar tidak terjungkal, padahal saat mudik seperti itu ada ratusan bahkan ribuan motor yang berjalan bersama.  Sementara perilaku pengendara motor tidak seragam, ada yang sabar dan ada juga yang kurang sabar dengan menyelinap kesana kemari dengan kecepatan tinggi.  Perilaku buruk pengendara yang kurang sabar, menyebabkan pengendara lain harus lebih hati-hati.

Perlu ketabahan untuk mengarungi perjalanan lebih dari 6 sampai 8 jam agar bisa sampai tujuan dengan selamat. Untuk itu perlu kerjasama yang baik antara pengendara dengan penumpang yang di bonceng. Perjalanan panjang bukan saja memeras energi pengendara, bahkan akan menyiksa  penumpang yang dibonceng – biasanya menimpa kaum ibu. Suatu posisi yang biasanya kurang nyaman bila perjalanan lebih dari 2 jam.

Perlu ada kordinasi yang baik, kapan waktunya untuk istirahat sekedar melemaskan otot-otot yang dipaksa tegang dalam posisi duduk sambil menjaga kesimbangan selama beberapa jam. Perlu adanya kesabaran antara suami sebagai pengendara dan istri yang dibonceng.    

Mudik bermotor bukanlah suatu pilihan yang terbaik, tetapi suatu keterpaksaan. Motor bukanlah suatu kendaraan yang nyaman untuk suatu perjalanan jarak jauh, apalagi dikendarai oleh satu keluarga lengkap.

Mudik bermotor adalah suatu perjalananan yang berat, tetapi masyarakat banyak  tidak punya pilihan.  Apalagi bila ditinjau dari sudut ekonomis. Mudik bermotor jelas lebih ekonomis dibandingkan dengan bis, kereta api atau pesawat terbang.

Perjalanan yang berat ke kampung halaman, akan terobati dengan bila sudah bertemu dengan sanak saudara.  Bertemu setahun sekali dengan keluarga besar dan tetangga, seakan merupakan suntikan  energi baru yang melarutkan segala kesulitan selama perjalanan.

Sampai saat ini, perjalanan mudik dengan menggunakan motor masih merupakan pilihan bagi masyarakat banyak. Mudik bermotor bukanlah suatu perjalanan yang ringan, justru merupakan suatu perjuangan yang panjang – sepanjang jalan yang menghubungkan kota asal hingga kampung halaman.

Perjalanan yang berat dan tidak nyaman, tetapi kemungkinan akan diulangi lagi pada lebaran tahun depan.

*******

PEROKOK BAGAIKAN SEBATANG LILIN…..

Seorang teman perokok berat, meng-ibaratkan dirinya sebagai sebatang lilin. Menerangi sekitarnya, tetapi mengorbankan dirinya. Teman tadi bilang, dengan merokok berarti turut membiayai pembangunan melalui cukai rokok yang dibayarnya. Dengan bangga dia mengatakan : seorang perokok adalah pahlawan pembangunan.

Ketika disinggung tentang ancaman berbagai penyakit akibat merokok, teman tadi dengan enteng menjawab : kita sebagai manusia yang perokok   maupun yang tidak merokok pada akhirnya akan mati. Ya lebih baik merokok toh…

Laporan Tobacco Atlas yang dikutip kantor berita Antara mengatakan bahwa 100 juta orang telah tewas pada abad XX akibat tembakau.  Satu dari sepuluh kematian di dunia disebabkan oleh rokok. Usia seorang perokok rata-rata lebih pendek 15 tahun daripada bukan perokok. Bahkan ditempat kerja diperkirakan pekerja menemui ajalnya sebanyak 200.000 orang per tahun karena dia kebetulan seorang perokok pasif.

Laporan tadi juga menyebutkan bahwa satu milyar orang didunia ini adalah perokok. 35 persen pria di negara kaya dan 50 persen pria di negera berkembang. 250 juta perempuan merokok setiap harinya. 22 persen di negara maju dan 9 persen dinegara berkembang.

Di Indonesia, kita dengan mudah akan menemukan perokok. Dari pengemis, pemulung, tukang becak, pekerja kantoran hingga anak-anak  sekolah. Itu mungkin yang menyebabkan pembangunan di Indonesia jalan terus tiada henti. Semakin banyak perokok berarti semakin banyak pajak yang dikumpulkan. 

Teman saya sambil berseloroh bilang, ada tiga keuntungan yang didapat dari seorang perokok :

Pertama, katanya. Rumahnya tidak pernah kemalingan. Karena siperokok tersebut akan terbangun dan terbatuk-batuk setiap malamnya akibat penyakit karena merokok. Maling tidak akan menyatroni rumah orang yang belum tidur, bukan…?

Kedua, seorang perokok tidak akan mempunyai rambut putih. Karena sebelum rambutnya dipenuhi uban, dia telah meninggalkan dunia yang fana ini.

Ketiga, seorang perokok tidak akan pernah digigit anjing, katanya sambil menghisap rokoknya dalam-dalam. Karena seorang perokok yang sakit-sakitan pasti membawa tongkat kemana-mana supaya jalannya tidak limbung.  Anjing kan takut digebuk tongkat. Katanya sambil terkekeh-kekeh, disela-sela batuknya. Wah yang terakhir itu kelihatannya lelucon yang agak memaksa.

Hidup perokok, hidup cukai rokok, hidup pembangunan Indonesia.

***************

Awal Agustus 2009

BABAK BARU MEMERANGI TERORIS DI INDONESIA

Terbongkarnya rencana teroris yang akan mem-bom Istana Negara dengan tujuan mengincar Presiden SBY merupakan babak baru bagi sejarah terorisme di Indonesia.

Selama ini, sasaran operasi teroris adalah menghancurkan target yang berhubungan dengan kepentingan pihak Amerika Serikat atau pihak barat. Dengan menggeser target operasinya, berarti prinsip perjuangan teroris telah berubah.

Banyak analisa mengatakan bahwa terjadinya pergeseran terhadap tujuan awal teroris  sebagai akibat tuntutan untuk menuntaskan dendam dijatuhkannya hukuman mati terhadap Imam Samudera cs.  

Dilain pihak, ancaman pembunuhan bagi seorang Presiden yang notabene seorang muslim dan seorang Jenderal (purn.)  TNI AD, akan mendapat tentangan dari  dalam organisasi teroris sendiri yang mengatasnamakan agama Islam untuk melakukan aksi terornya.

Ancaman terhadap lambang negara Indonesia, menyebabkan TNI akan turun tangan bahu membahu dengan pihak POLRI untuk memberangus terorisme di Indonesia. Diaktivkannya kembali Desk Anti Teror disetiap KODAM, akan mengektifkan kegiatan intelejen  TNI.  Sementara itu pasukan anti teror yang dimiliki setiap angkatan, seolah mendapat suntikan semangat baru untuk berlomba-lomba mengasah ketrampilan sebelum diterjunkan dalam suatu operasi penghancuran sel-sel teroris di Indonesia.

Berarti, Noordin M Top dan kawan-kawan akan mendapat lawan tangguh dari Detasemen Sat-81  Gultor Kopasus TNI AD, Detasemen Jala Mangkara TNI AL dan Detasemen  Bravo 90 TNI  AU yang memang dilatih keras  dan tanpa kompromi untuk menghancurkan teroris secara profesional.

Seperti dalam operasi militer, pihak intelejen TNI akan melakukan pemetaan wilayah, identifikasi daerah rawan (daerah yang memiliki jaringan pendukung teroris),  jalur logistik dan jalur lalu lintas para teroris, identifikasi potensi ancaman, dll. Setelah itu menggiring dan mengurung teroris, selanjutnya menjebaknya dalam suatu operasi penyerbuan oleh satuan elit anti teror TNI.

TNI AD melalui Kodam-Kodam yang menjaga perbatasan negara, bisa aktiv menutup perbatasan dan ikut memburu teroris yang melarikan diri. Sementara kapal-kapal perang TNI AL  akan berpatroli dan menutup pergerakan teroris yang menggunakan sarana laut. 

Bila perlu, dengan ijin dari otoritas negara tetangga, satuan-satuan elit anti teror TNI  bekerja sama dengan satuan elit negara tetangga bisa masuk ke sarang-sarang teroris di negara tersebut untuk melakukan operasi penghancuran.

******

19 Agustus 2009

DEBAT CAPRES, BUKAN DEBAT KUSIR

Tidak diragukan lagi debat calon presiden di televisi adalah bentuk dari kampanye politik yang modern.  Tujuannya sama dengan iklan-iklan kampanye pasangan capres dan cawapres yang menjamur di layar kaca,  yaitu meraup suara pemilih sebanyak-banyaknya.

Metode yang digunakan dalam debat di televisi tidak berubah. Moderator memberikan pertanyaan, kemudian masing-masing calon presiden memberikan jawaban.

Jawaban yang dikemukakan oleh capres, tentu saja harus lebih baik dari capres lainnya. Harus lebih menjanjikan berbagai kemudahan dan kesejahteraan – untuk mendapatkan simpati dan suara calon pemilih. Karena debat di televisi adalah salah satu bentuk kampanye, maka isinya sebagian besar adalah janji-janji dari program kerja yang akan direalisasikan bila capres itu terpilih. 

Apakah Debat Dapat Mengkatrol Perolehan Suara ?

 Di Amerika Serika (AS), debat capres di televisi pertama kali diadakan tahun 1960, yaitu debat antara capres Kennedy-Nixon, waktu itu ditonton rata-rata oleh 63.1 juta pasang mata.

Debat capres di AS diidentifikasi kedalam 5 point, pertama : menunjukkan kesiapan untuk menjadi presiden. Kedua : menjelaskan program kerja pemerintahan, ketiga menjelaskan kebijakan yang akan diambil. 

Yang menarik justru pada point ke empat : respon bertahan bila capres  lawan  mengkritik atau menyerang jawaban. Sedangkan point ke lima adalah menyerang balik atau mengkritik balik argumen dari capres lawan.

Capres harus menunjukkan bahwa tiga point pertama harus lebih baik dari kandidat lain, sedangkan pada point empat dan lima seorang capres prinsipnya harus secara efektif  mengkritik kelemahan capres lainnya.

Dengan demikian, audience akan melihat semua kelebihan dari seorang capres dan justru melihat kelemahan dari capres yang lain.  Selanjutnya audience akan menilai dan menimbang kemana suaranya akan disalurkan.

Debat Cawapres di Indonesia

Perlu ada penelitian apakah debat cawapres di Indonesia  akan mengkatrol perolehan suara capres pasangannya ?  Beberapa penelitian menunjukkan bahwa debat cawapres hanya memberikan dampak yang kecil dan terbatas. Kecuali bila cawapres bisa menunjukkan visi yang lebih baik dari pasangan capresnya sendiri.

Mungkin perlu ada pertanyaan “nakal” dari moderator untuk cawapres : “Apa yang akan dilakukan bila capres (bila terpilih) kemudian tidak dapat melanjutkan tugas-tugasnya (misal : karena meninggal dunia) ?

Pertanyaan ini akan melihat apakah cawapres mempunyai ambisi untuk menggantikan presiden (pasangannya)  dipertengahan waktu kekuasaaannya. 

*****

26 Juni 2009

PRITA SUDAH MEMENANGKAN SETENGAH PEPERANGAN

Media mungkin lebih berpihak kepada Prita Mulyasari – penulis keluhan pelayanan RS Omni Internasional via surat elektronik yang kemudian diganjar hukuman penjara.

TV dan surat kabar lebih banyak menggambarkan Prita sebagai Ibu yang innocent, taat beribadah, ibu rumah tangga dengan dua anak balita yang lucu.

 Seorang ibu rumah tangga yang baik tetapi harus menjalankan episode kehidupan yang kelam - kehidupan seorang ibu bagi kedua anak balitanya direnggut dengan paksa oleh suatu tindakan yang dinilai oleh banyak pendukung Prita sebagai suatu kebiadaban.

Komnas Ham kemudian menilai tindakan RS OMNI Internasional sebagai tindakan melanggar HAM ! Bahkan kalangan DPR menilai RS OMNI Internasional sebagai pihak yang bersalah sehingga merekomendasikan pemerintah untuk mencabut ijin Rumah Sakit tersebut. Sementara pihak Kejaksaaan telah memeriksa dua orang Jaksa Penuntut yang telah mencantumkan pasal 27  ayat 3 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik  dalam tuntutan pengadilan sehingga Prita harus mendekam dipenjara selama 3 minggu,  sekali lagi – hanya karena Prita  menulis keluhan pelayanan dari RS OMNI Internasional.

Dalam perang selalu ada yang menang dan kalah. Media telah memenangkan sebagaian pertempuran  Prita, sedangkan RS OMNI Internasional secara beruntun mulai menuai kekalahan.

 Seandainya Prita berhasil dikalahkan dalam pengadilan oleh RS OMNI Internasional, sebenarnya bukan kemenangan yang akan diraih oleh pihak RS OMNI Internasional tetapi merupakan awal dari pahitnya kekalahan.

Semua orang akan takut untuk memakai jasa di RS OMNI Internasional : takut akan terjadinya kesalahan (seperti yang dikeluhkan Prita), hingga takut akan dituntut di pengadilan.

Kekalahan RS OMNI Internasional akan berujung pada mundurnya kinerja. Customer akan takut untuk berobat di RS OMNI Internasional, calon pasien akan memilih Rumah Sakit lain.  Kerja sama bisnis dengan berbagai pihak akan mengalami kebuntuan bahkan kehancuran.  Bahkan nama baik RS OMNI Internasioanl  akan turut hancur.

Semua pihak  menunggu tindakan  “smart” dari RS OMNI Internasional dalam menyelesaikan kasus ini. 

Hingga saat ini, dalam pemikiran banyak orang : customer adalah raja. Customer yang puas akan menjadi pelanggan setia, bahkan akan menjadi media promosi yang ampuh untuk merangkul pelanggan lain.

***

9  Juni 2009

HUMOR PILEG : NGGAK KEPILIH NGGAK PATHEKEN, TAPI KOK JADI GEMBLUNG ?

Harian Kompas edisi Minggu 5 April 2009 menulis tentang kesiapan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dibeberapa daerah untuk menampung caleg yang gagal terpilih. Seolah-olah tersirat bahwa para caleg yang sekarang sedang menunggu hasil perhitungan suara ini merupakan mahluk yang sedang diuji kewarasannya.

Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD)  Atma Husada Mahakam di Samarinda mempersiapkan ruangan Instalasi Pemulihan Ketergantuan Napza untuk menampung caleg yang gagal dan kemungkinan mengalami gangguan kejiwaan. Rumah sakit lainnya yang bersiap-siap adalah RSJ dr H Marzoeki Mahdi Bogor, RSJ Dr Soeharto Heerdjan di Grogol Jakarta,

Masa pencontrengan merupakan deadline bagi para caleg. Bila hasil perhitungan suara memberikan hasil yang memuaskan bagi si caleg, berarti peluang menjadi gendheng lebih kecil. Sedangkan untuk caleg yang tidak terpilih, maka RSJ sudah siap menampungnya. Si caleg yang gagal dan menunjukkan gangguan kejiwaannya harus segera mendapatkan tindakan medis untuk proses penyembuhan ke-gila-annya.

Menggadaikan Rumah

Maka untuk memperoleh suara agar bisa terpilih, banyak cara yang dilakukan oleh caleg. Bagi caleg yang ber-duit, maka seluruh harta kekayaan dipertaruhkan.

Untuk tahap pertama, si caleg berusaha agar menjadi nomor jadi. Itupun, konon memerlukan biaya yang tidak sedikit. Tapi untunglah,  peraturan menunjukkan bahwa terpilih tidaknya seorang caleg tidak ditentukan oleh nomor urut, tetapi ditentukan oleh jumlah suara yang diperolehnya.

Untuk tahap kedua, si caleg mengeluarkan biaya untuk “promosi” pada masa kampanye, tujuannya untuk menggaet simpati masyarakat luas. Tidak aneh bila dalam masa kampanye, muncul iklan si caleg di program TV, iklan di koran, maupun billboard, spanduk, pamflet hingga sticker yang ditebar kepenjuru arah angin. Tidak ada sudut jalan yang tidak berhias wajah caleg, baik melalui billboard mapupun spanduk.  Biaya promosi semakin membludak bila si caleg harus mengeluarkan biaya lain-lain seperti : biaya pembuatan kaos, bendera, menyiapkan panggung terbuka dan honor artis-nya sekalian, apalagi kalau mengundang artis ibukota.

Tidak mengherankan bila pada masa kampanye ada caleg yang sampai menjual atau menggadaikan rumah dan kendaraannya hanya untuk biaya promosi.  Bagi caleg yang “kreative”, mungkin bisa melakukan tindakan apa saja yang penting menghasilkan uang. Misal caleg DPRD Kabupaten Pandeglang , Romdoni (31), ditangkap polisi karena kasus penggandaan uang. Caleg DPRD Lebak Ujang Zaenal Abidin (40) dicokok polisi karena diduga mendalangi penjarahan kelapa sawit. Contoh yang dramatis mungkin bisa diangkat dari tertangkapnya anggota DPR Komisi V Abdul Hadi Djamal  oleh KPK karena korupsi – yang kemudian dipecat keanggotannya dari PAN, salah satu alasannya adalah untuk membiayai sosialisasi pen-caleg-annya.

Bagi caleg yang kurang mampu, cukup dengan program kampanye bersih-bersih kuburan, selokan, atau sekedar memberikan setangkai bunga dan stiker kecil.

Untung caleg juga manusia yang diberikan banyak akal. Bagi caleg yang tidak mampu, cukup dengan mengunjungi rumah ke rumah (dikenal sebagai kampanye pintu ke pintu). Bahkan bagi caleg yang  sama sekali tidak mampu, cukup dengan puasa sebulan penuh selama masa kampanye. Lha, mau apalagi ?

Gambar Caleg

Menarik untuk menyimak gambar-gambar caleg saat promosi pada masa kampanye. Dari pose normal seperti : mengacungkan tinju, melambaikan tangan atau hanya sekedar gambar pas foto dengan senyum sumringah.

Beberapa caleg berusaha menarik para penjalan kaki, dengan menampilkan foto-fotonya secara menarik (minimal menurut caleg sendiri), seperti : berpose dengan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama, pemain sepak bola David Beckham, hingga  pose yang nyeleneh.   

Misal caleg memakai sergam Superman, berlatar belakang kepala harimau (mungkin supaya terlihat gagah), atau bahkan berlatar belakang  kepala monyet (ini mungkin mengingatkan kita pada teori Darwin).

Ada caleg yang berpakaian adat lengkap bak raja jaman dulu dengan bintang jasa (?) di dadanya.  Tetapi pada umumnya berpakaian jas seragam warna partai, atau jas hitam lengkap dengan dasi.  Beberapa caleg berpenampilan sederhana, cukup dengan kemeja putih dan pici warna hitam.

Yang tidak bisa dilepaskan adalah adanya figur-figur terkenal disebelah foto si caleg.  Figur itu kalau tidak Ketua Umum Partai, bisa juga artis yang kebetulan memiliki pertalian darah.  Di Jawa Tengah bahkan ada caleg yang melengkapinya dengan daftar sisilah raja-raja,  mungkin ingin menunjukkan bahwa si caleg masih ada kaitan silsilah raja-raja jaman dulu.

Lalu bagaimana bila si caleg tidak terpilih ?  Bisa dipastikan, harta kekayaan yang dipertaruhkan lenyap. Dari seseorang yang kaya raya,  tiba-tiba hartanya lenyap begitu saja – bahkan mungkin ditambah dengan pinjaman bank –  sejalan dengan buyarnya impian.  Si caleg terguncang jiwanya.

Pileg periode ini memang luar biasa.  Lebih dari sekedar bermain di meja judi, selain mempertaruhkan kekayaan, ternyata sebagian caleg mempertaruhkan kewarasannya.

Bila nanti, ada anggota keluarga atau tetangga, yang sempat men-caleg-kan diri tiba-tiba berubah perangainya.  Menjadi pendiam, atau ngomong tidak nyambung, atau berperilaku aneh, maka jangan ragu-ragu bawalah  segera ke RSJ !

****Medio April 2009

MILORAD “ROD” R. BLAGOJEVICH, KESERAKAHAN SI PENJUAL KURSI..

Bangsa Amerika Serikat ternyata masih belum belajar dari kasus subprime mortgage yang kemudian menjadi tragedi tsunami ekonomi yang terus meluas melanda dunia.

Keserakahan dengan membuat persyaratan yang demikian mudah untuk mendapatkan  kredit perumahan (mortgate),  sehingga kredit sejenis KPR ini  masuk dalam rating subprime. Kredit yang berkatagori resiko tinggi tersebut kemudian dikemas sedemikian menariknya untuk mendapatkan fasilitas hedging (lindung nilai). Selanjutnya, dilepas di pasar bursa. Akibatnya, begitu kredit menjadi macet, bencana menyebar kemana-mana.  Amerika Serikat sendiri kemudian menuai krisis ekonomi yang demikian parah. Negara adi daya tersebut tenggelam ke dalam resesi ekonomi yang bersumber dari keserakahan bangsa tersebut.

Entah apa yang sebenarnya sedang  terjadi di negara Paman Sam. Entah apa pula yang  ada dalam pikiran Gubernur Illinois Milorad “Rod” R. Blagojevich, kursi senat yang kosong yang ditinggalkan oleh Barack Obama kemudian “dijual”, lebih tepat-nya dilelang kepada  seseorang yang berani membayar dengan harga tinggi kursi senat tersebut. Keserakahan telah menutup mata hati seorang Blagojevich yang sebenarnya telah memimpin Illinois sejak tahun 2003.   

Hanya dalam hitungan hari, Rod Blagojevich tersungkur dari jabatannya. Impeachment yang dilakukan oleh House of Representatif -nya Illinois tanggal 8 Januari 2009 menghasilkan dukungan suara  114 – 1 untuk mencopotnya dari kursi gubernur,  dilanjutkan dengan dukungan  penuh oleh Senat Illinois dengan mendapat 59 suara melawan 0 pada tanggal 29 Januari 2009.   Akibatnya, Rod Blagojevich terpental dari kedudukannya sebagai Gubernur Illinois. Nama dan foto Blagojevich dihapus dari website pemerintah negara bagian tesebut. Blagojevich harus menyerahkan kursi jabatan gubernur Illnois karena telah melakukan tindakan yang dikatagorikan  “alleged abuses of power and alleged abusses attempt to sell gubernatorial appointment and legislative authorization and/or veto to the higgist bidder”. Lebih jauh lagi,  pemerintah Federal sedang menyusun tuntutan dugaan korupsi terhadap Blagojevich. 

Kasus ini mendapat perhatian serius dari Presiden  terpilih Barrak Obama, mantan Senator Illinois. Presiden Barrack Obama sempat berkomentar tentang kasus ini setelah impeachment diberlakukan : ” Hari ini adalah akhir dari hari-hari yang menyakitkan bagi Illinois. Beberapa bulan lalu pemerintahan (di Illinonis) telah mengalami krisis kepemimpinan. Tetapi sekarang kebenaran telah terungkap”.

Di Indonesia, kasus korupsi dengan cara men-jual kursi legislatif mungkin sangat jarang terjadi. Yang mungkin terjadi di Indonesia adalah menjual kursi, meja bahkan mungkin bangunan kantornya sekalian…..

5 Desember 2009

KONVERSI MINYAK TANAH KE ENERGI NUKLIR…..

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada pembukaan perdagangan Bursa Saham tahun 2009 sempat menyesalkan ketidak profesionalan para pejabat Pertamina, berkaitan dengan ketersediaan BBM beberapa waktu lalu.

Presiden SBY berhak marah dan menegur Pertamina. Program konversi minyak tanah ke LPG yang gencar dilakukan pemerintah untuk mengurangi subsidi BBM, berakhir semrawut.  Ketika sebagian besar penduduk melaksanakan program pemerintah dengan meng-konversi minyak tanah ke LPG, ternyata LPG 3 kg lenyap dari muka bumi. Truk-truk pengangkut tabung LPG harus mengantri di pelataran parkir  dan jaln masuk stasiun pengisian LPG.  Tentu saja, ditingkat pengecer sulit menemukan LPG 3 kg dan LPG 12 kg, kalaupun ada sangat sedikit dan dijual dengan harga yang lebih mahal.

Pihak Pertamina tentu saja berkelit dengan mengajukan alasan Unit Pengolahan Balongan sedang menjalani program maintenance rutin, ditambah dengan alasan masalah jalur suplay yang terhambat. Detail alasannya adalah : kapal pengangkut LPG sulit merapat ke pelabuhan karena ombak besar, pembangunan tanki penimbunan sedang dalam tahap penyelesaian, dan lain-lain. Tidak lupa, setelah mengemukakan berbagai permasalahan, diikuti dengan janji-janji tentang jaminan kelancaran suplay di kemudian hari….   

Maka berita-berita di TV dan Surat kabar dipenuhi dengan berita tentang warga yang meng-antri LPG, meng-antri minyak tanah yang hampir dinyatakan punah, atau tentang keluh kesah pedagang kecil yang terpaksa mengikat lebih erat perutnya karena tidak dapat berjualan lagi akibat sulitnya mendapatkan LPG 3 kg andalannya.

Akhirnya masyarakat kembali melakukan program re-konversi LPG ke kayu bakar untuk sekedar menyambung hidup.  Untung ada kayu bakar, sehingga program konversi ini berjalan sukses tanpa perlu campur tangan pemerintah.

Suatu saat nanti di negeri yang kaya ini, bila pemerintah mengadakan konversi energi dari LPG ke energi Nuklir, mungkin perlu belajar dari pengalaman buruk saat mengkonversi minyak tanah ke LPG. Jalan yang paling mudah, siapkan saja kayu bakar, itupun kalau kayu bakar masih mudah ditemukan.

« Entri lama