OBAMA DAN KRISIS EKONOMI AMERIKA SERIKAT

Banyak orang terlalu berharap dengan terpilihnya Obama menjadi Presiden AS. Harapan yang tinggi tergantung di langit. Obama diharapkan dapat menuntaskan masalah krisis ekonomi dengan segera.

Pada hari Obama mengumumkan kemenangannya, pemerintah AS sedang kelimpungan mencari pinjaman sebesar AS $ 550 milyar untuk menutupi pengaruh krisis yang harus dipenuhi dalam 3 bulan kedepan.

Sementara gelombang pemutusan hubungan kerja terus mengguncang negara Paman Sam. Departemen Tenaga Kerja melaporkan bahwa tingkat pengangguran diatas angka prediksi yang telah ditetapkan, yaitu sebesar 478.000 orang jauh diatas prediksi 475.000 orang.

 Chrysler LLC telah memotong 1.825 pekerjaan akibat jatuhnya angka penjualan yang mencapai 25 % pada 9 bulan pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama pada tahu lalu. Dilaporkan Chriysler merugi sebesar AS $ 570 juta pada bisnis otomotif.  Bisnis otomotif merupakan bisnis yang paling terkena dampai krisis, figure penjualan pada bulan Oktober menunjukkan angka yang menyedihkan  : penjualan mobil di General Motor terjungkal sebesar 45 %, Ford Motor turun sebesar 30 %, Honda Motor Co mencatan penurunan 25 % sedangkan Toyota Motor Corp turun 23 %,  sedangkan penjualan  Nissan Motor Co terjun di angka 33 %.  Ini berarti penjualan mobil merupakan terendah selama 17 tahun terakhir.

Circuit City Store yang memiliki 700 outlet di 28 negara bagian telah menutup 155 outletnya. Ini berarti telah menghapus pekerjaan 17 % tenaga kerjanya atau mencapai 7.300 orang dari total 43.000 orang tenaga kerja.

Goldman Sach Groups Inc. melaporkan telah menghapus 3.260 pekerjaan atau 10 % dari total tenaga kerja. Yahoo memotong 10 % tenaga kerja atau mem-phk 1.500 orang. Perusahaan obat Merck & Co menghapus 7.200 posisi dan Lembaga keuangan National City Corp turut menutup 4.000 pekerjaan. Sedangkan Xerox Corp melakukan hal yang sama dengan jumlah 3.000 pekerjaan.  Fidelity National Financial Inc. mengumumkan 1.000 phk, menutup sebagian kantor, mengurangi 10 % gaji dan memangkas 50 % dividen.Populan Inc. induk dari Banco Popular akan memangkas 600 karyawannya.

Pengaruh dari tingginya angka pengangguran menyebabkan hilangnya kemampuan membayar cicilan mortgate (cicilan kredit perumahan). Kasus kredit mortgate yang macet melonjak mencapai  70 % pada kuartal ke tiga.

Commerce Department melaporkan pembiayaan sektor konstruksi turun sebesar 0.3 % pada September. Sementara sektor perumahan jatuh sebesar 1.3 % sedangkan realisasi proyek pemerintah turun sebesar 1.3 %.

Seperti dalam pidato kemenangannya, Obama hanya memerlukan dua hal, yaitu : waktu untuk bisa keluar dari krisis dan “menteri-menteri bintang” dalam kabinetnya yang bisa membawa Amerika Serikat keluar dari bencana.

Itupun kalau Obama selamat dari incaran para pembunuh. Pada masa kampanye saja, pihak keamanan AS sudah berhasil membongkar rencana pembunuhan yang dilakukan oleh dua pemuda kulit putih neo-Nazi, Daniel Cowart (20) dan Paul Schlesselman (18).  Selain itu,  Thomas Robb, direktur nasional Knights of the Ku Klux Klan juga mengirimkan ancamannya melalui rekaman video yang menyatakan perang rasial bila Obama menjadi presiden. Dinas Rahasia AS mencatat selusin ancaman pembunuhan yang serius terhadap Obama – Presiden AS terpilih ke 44 yang nota bene merupakan presiden berkulit hitam pertama.

Harga Minyak Dunia Diprediksi Mencapai US $ 150 per Barrel

Harga minyak dunia bereaksi mencapai rekor baru US $ 130.47 per barrel untuk minyak jenis Light, sweet crude untuk penyerahan bulan Juni di bursa perdagangan elekrtonik New York Merchantile Exchange.

Kenaikan ini dipicu oleh ketakutan akan suplay minyak jangka panjang dan inventory  minyak di dalam negeri AS dalam jangka pendek berkurang. Tetapi sebagian analis berpendapat kenaikan harga minyak disebabkan juga oleh turunnya nilai dollar.

Pada hari Rabu ini US dollar diperdagangkan pada 103.62 yen, turun dibawah range 104 -105 dibandingkan minggu lalu.  Sementara Euro naik menjadi $1.5735 pada siang hari di Eropa, sedangkan di New York, dollar jatuh satu persen pada perdagangan  Selasa sore menjadi $1.5669.

Menurut Sekretaris Jenderal OPEC Abdullah al-Badri, lemahnya dollar merupakan salah satu faktor yang mendorong naiknya harga minyak. Walaupun Arab Saudi meningkatkan produksi minyaknya, tetapi negara-negara anggota OPEC lainnya justru menurunkan produksi minyaknya.

Harga Minyak akan Mencapai US $ 150 per barrel

T. Boone Pickens,  founder dan pimpinan BP Capital LLC mengatakan di jaringan televisi CNBC, bahwa harga minyak akan mencapai US $ 150 per barrel  pada tahun ini, akibat dari suplay yang tidak bisa memenuhi permintaan.

Picken menjelaskan bahwa prediksi kenaikan harga minyak tersebut disebabkan oleh terbatasnya produksi minyak secara global dan kebutuhan Cina yang kuat akan minyak.

Gempa bumi yang melanda Cina pada 15 Mei lalu menyebabkan hancurnya infrastruktrur tenaga listrik dan menghancurkan jaringan transportasi batubara.  Akibat gempa bumi yang dahsyat, Cina kekurangan pasokan batubara, untuk menutupinya maka Cina memerlukan suplai minyak.

Ancaman Presiden George W. Bush terhadap fasilitas nuklir Iran, bahkan menurut laporan dari media masa di Israel, AS akan melakukan operasi militer terhadap fasilitas nuklir Iran pada beberapa bulan kedepan diperkirakan akan menjadi alasan bagi naiknya harga minyak dikemudian hari.

Padahal Iran adalah produsen minyak terbesar kedua di dunia, sementara seperempat suplai minyak dunia dialirkan melalui Selat Hormuz, yang merupakan wilayah terdekat dengan Iran. Serbuan AS terhadap fasilitas Nuklir Iran, diperkirakan akan menyebabkan suplai minyak akan jauh berkurang, sehingga akan memicu kenaikan harga minyak dunia ke rekor harga minyak yang lebih tinggi.

******

21 Mei 2008

 

KENAIKAN HARGA BBM : DANCING WITH RISK

Presiden SBY pada hari Senin 5/5 di Istana Negara mengatakan tentang resiko kenaikan harga BBM di depan para pemimpin redaksi, “Selalu ada resiko, ya politik, sosial dan keamanan”.

Kenaikan harga BBM sudah demikian mendesak, bukan lagi kapan tetapi berapa persen kenaikan yang dapat diterima oleh masyarakat.

Presiden SBY mengatakan : ” Tapi naik berapa. Apakah naik 20, 25, 30 atau 35 persen”.

Kenaikan harga BBM kelihatannya akan sulit dihindari. Pada Rabu 7/5 kemarin dilaporkan telah mencapai rekor baru US $ 123.93 per barrel untuk jenis Light, sweet crude untuk penyerahan Juni di pasar New York Merchantile Exchange.

Kenaikan harga minyak ini ternyata merupakan kelanjutan dari rekor harga minyak US $ 120 per barrel pada minggu lalu, akibat informasi dari The Energy Departement Energy Information Administration tentang  turunnya cadangan BBM di Amerika Serikat.

Para analis mengatakan bahwa harga minyak cenderung akan terus melakukan rally.  “Ini menunjukkan bahwa kondisi pasar …tidak menunjukan adanya kecenderungan bearish, ” kata Phil Flyin, analis dari Alaron Trading Corp seperti yang dikutip oleh AP.

Kenyataan ini juga menunjukkan bahwa penguatan dollar AS ternyata tidak menolong bagi penurunan harga minyak.  Tetapi dilain pihak, menurunnya nilai tukar dollar AS  terhadap euro dan mata uang asing lainya menyebabkan harga minyak meningkat. Kejadian kenaikan harga minyak hingga mencapai rekor terbaru ini justru terjadi pada saat dollar AS menguat.

Dancing with Risk

Pemerintah pasti belajar dari sejarah kenaikan harga BBM pada tahun 2005 lalu (kenaikan 29 % pada bulan Maret 2005 dan 100 % pada bulan Oktober 2005), bahwa kenaikan harga BBM akan memukul perekonomian rakyat. Kenaikan harga BBM akan mempengaruhi daya beli masyarakat kelas menengah bawah seperti buruh, pekerja sektor informal, petani, nelayan.

Menurut pengamat ekonomi Dr. Hamonangan Ritonga, kenaikan BBM tahun 2005, menyebabkan inflasi pada tahun itu mencapai 17.3 %. Dari inflasi sebesar 17.3 %, 10 % diantaranya merupakan dampak kenaikan BBM, sedangkan 7 % merupakan dampak faktor lainnya. Akibat kenaikan BBM tahun 2005, diperkirakan jumlah penduduk miskin meningkat menjadi 50 juta orang pada bulan Maret 2006, jauh bila dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin tahun 2004 yang mencapai 36.1 juta orang.

Kenaikan harga BBM secara langsung mempengaruhi kenaikan harga-harga barang lain.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM pada bulan Maret 2005 menyebabkan kenaikan harga barang pada jenis barang : padi, sayuran, hasil ternak, perikanan laut, minyak goreng, beras, gula, pertambangan, pupuk, industri baja, listrik, gas, air bersih, konstruksi, perdagangan, restoran, hotel, angkutan kereta api, angkutan darat, pelayaran, angkutan air, angkutan udara, komunikasi, keuangan dan jasa-saja lain. Kenaikan tertinggi terjadi pada angkutan darat, angkutan air, pelayaran, angkutan kereta api dan angkutan udara.

Untuk mengurangi beban rakyat miskin, pemerintah berencana memberikan kompensasi diantaranya melalui program : Kredit Usaha Rakyat (KUR), Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), dan bantuan tunai langsung. Perlu disadari bahwa program kebijakan kompensasi terhadap masyarakat miskin bukanlah suatu program pengentasan kemiskinan. Pengalaman pada waktu lalu mengatakan bahwa kenaikan harga BBM menyebabkan kenaikan barang secara permanen, sedangkan program kompensasi terhadap masyarakat miskin relatif terbatas dalam jumlah dana yang disiapkan dan dilaksanakan dalam waktu yang terbatas pula.

Tetapi perlu diperhitungkan juga bahwa kenaikan harga BBM tetap akan menimbulkan keresahan dan mungkin penolakan. Resiko terbesar yang akan dihadapi adalah terhadap perolehan suara bila Presiden SBY mencalonkan diri pada Pemilu 2009. Kenaikan harga minyak akan menyebabkan turunnya popularitas Presiden SBY.

Kampanye Gerakan Berhemat

Presiden SBY bisa saja memulai kampanye Gerakan Berhemat dengan cara yang elegan. Misal melakukan kunjungan tidak menggunakan pesawat kepresidenan, tetapi menggunakan pesawat komersil seperti yang dilakukan oleh seorang presiden dari benua Afrika beberapa tahun lalu. Alternatif lain, Presiden SBY bisa saja mulai kampanye untuk menyumbangkan sebagian besar gaji-nya secara rutin setiap bulan untuk kesejahteraan rakyat.

Tapi yang paling diharapkan masyarakat banyak, Presiden SBY mulai banyak menggiatkan pertemuan, mendengarkan keluhan dan memberikan solusi yang tepat bagi masyarakat kecil. Presiden harus menjadi contoh dalam melakukan penghematan secara nyata, dalam arti masyarakat melihat keteladanan  dalam melakukan penghematan secara riil, bukan dari sekedar retorika belaka.

*****

8 Mei 2008

 

 

JUNI 2008, KENAIKAN HARGA BBM ?

Akhirnya, pemerintah tergoda untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).  Antara melaporkan rencana kenaikan BBM sekitar 28,7 % pada bulan Juni 2008.

Premium akan naik dari Rp. 4.500 per liter menjadi Rp. 6.000 per liter, solar naik dari Rp.4.300 per liter menjadi Rp. 5.500 per liter, sedangkan minyak tanah naik dari Rp. 2.000 per liter menjadi Rp. 2.300 per liter.

Asumsi yang Digunakan 

Dalam laporannya, Depkeu menggunakan asumsi nilai tukar Rp. 9.000 per dolar AS, SBI 3 bulan 8,5 persen, harga minyak Indonesia 110 dolar AS per barel, lifting minyak 927.000 barel per haril, konsumsi BBM 35,9 juta kiloliter.

Dengan kenaikan harga BBM tersebut, maka pendapatan negara dan hibah pada tahun 2008 akan menjadi Rp. 936,3 triliun, sedangkan rencana belanja negara sebesar Rp. 1.022,6 triliun, sehingga akan ada defisit Rp. 86,3 triliun atau 1,9 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto).

Inflasi bisa ditekan pada 11,1 persen dan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 6.4 persen, dengan rasio penduduk miskin menjadi 14,2 persen.

Harus Realistis

Sudah dapat diduga, kenaikan harga BBM yang mencapai 28.7 persen akan mendapat tentangan dari masyarakat, mengingat kenaikan BBM biasanya akan memicu kenaikan harga-harga kebutuhan pokok. Kenaikan harga BBM akan memukul perekonomian masyarakat kecil.

Pada kondisi ekonomi global yang sedang dilanda krisis, apakah realistis bila pemerintah tetap mempertahankan  pertumbuhan 6,4 persen ? 

Perlu dipertimbangkan kenaikan harga BBM yang lebih realistis diterima oleh masyarakat banyak.

******

30 April 2008

BREAKING NEWS : SAATNYA BERUBAH !

Penyerahan minyak mentah jenis Light untuk bulan Mei dilaporkan mencapai US $ 119.90 per barrel pada hari Selasa 22 April 2008. Ini berarti rekor baru kenaikan harga minyak mentah dunia.

Lagi-lagi alasan kenaikan harga minyak ini disebabkan oleh serangan fasilitas minyak di Nigeria. Alasan lain disebabkan oleh penolakan OPEC untuk meningkatkan produksi minyaknya dan turunnya nilai tukar US $ terhadap Euro.

Penyebab kenaikan harga minyak bukan diakibatkan oleh alasan fundamental, tetapi disebabkan oleh kekhawatiran terhadap kelangsungan suplai minyak. Alasan-alasan seperti ini, kemungkinan akan terus menghantui kenaikan harga minyak ke level yang lebih tinggi lagi.

Bagi Amerika Serikat (AS), kombinasi naiknya harga minyak dan krisis subprime mortgage menyebabkan perekonomian negara adi daya itu terbenam dalam jebakan resesi ekonomi.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS (Bureau of Labor Statistics) melaporkan bahwa pada bulan Maret 2008 telah kehilangan 80.000 pekerjaan. Berarti sudah hampir seperempat juta pekerjaan telah lenyap di AS akibat krisis ekonomi sejak awal tahun 2008. Bahkan diprediksi, jumlah pekerjaan yang lenyap akibat krisis ini akan terus meningkat hingga bulan Agustus yang akan datang.

Regulasi Kendaraan Hemat Bahan Bakar

Pada Hari Bumi (Earth Day) lalu, pemerintah AS mengajukan suatu proposal untuk mengatur penggunaan bahan bakar oleh kendaraan.  Salah satu alasannya adalah untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan bakar.

Sekretaris Departemen Transportasi Mary Peters menyatakan :” Proposal ini akan menolong kita untuk mengurangi kadar karbon dioksida dari asap knalpot mobil dan sekaligus memotong  konsumsi bahan bakar minyak”.

Dengan regulasi baru ini, maka secara rata-rata efisiensi bahan bakar akan mencapai 35 mil per gallon (mpg) pada tahun 2020. Target antara yang telah ditetapkan adalah bahwa pada tahun 2015 rata-rata kendaraan baru harus mencapai efisiensi 31.6 mpg. Detailnya adalah : mobil penumpang harus mencapai efisiensi 35.7 mpg sedangkan mobil jenis truk harus mencapai 28.6 mpg.

Dengan regulasi ini, maka diperkirakan bisa dihemat : 55 milyar gallon bahan bakar dan mereduksi 521 juta metrik ton  karbon dioksida dari langit Amerika Serikat.  

Regulasi ini juga mendorong industri mobil untuk lebih fokus terhadap pengembangan mobil berbahan bakar hibrid elektrik – bahan bakar minyak, kendaraan bermesin diesel dan kendaraan berbahan bakar ethanol.

Bagaimana dengan Indonesia ?

Apakah pemerintah Indonesia akan mengikuti jejak Paman Sam untuk membuat rencana pengaturan efisiensi bahan bakar kendaraan hingga tahun 2020 ?

Kenaikan harga minyak dunia menyebabkan pemerintah Indonesia harus menanggung subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang terus membengkak. Dilain pihak, pemerintah masih setengah hati untuk menaikan harga BBM.

Kenaikan harga BBM akan menyebabkan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok. Ini berarti, keputusan menaikkan harga BBM adalah keputusan yang tidak populer dimata rakyat. Padahal, pemilu untuk memilih presiden akan digelar pada tahun 2009 nanti.

Keputusan untukmenahan kenaikan harga BBM kemungkinan besar akan diambil oleh pemerintah hingga tahun 2009 nanti. Pemerintah diprediksi tidak akan berani ambil resiko untuk menaikan harga BBM, hingga pemilu yang akan datang.

Bagaimana dengan rencana pembatasan pemakaian BBM bagi kendaraan yang akan dilaksanakan bulan Mei yang akan datang ? Kita berharap bisa berjalan mulus, diharapkan akan lebih baik lagi penanganannya daripada penanganan program penggantian minyak tanah dengan kompor gas 3 kg.

******

23 April 2008

 

HARGA BERAS, HARGA BATUBARA DAN KRISIS EKONOMI DUNIA.

Hari ini ada 3 berita yang menyesakkan perekonomian dunia, yang pada akhirnya akan menekan perekonomian Indonesia pada sisi jurang keterpurukan.

Berita pertama adalah tentang tingginya harga beras di Asia. Menurut David Ignatius – pengamat ekonomi dan kolumnis dari Washington Post menulis : masalah tingginya harga beras hanyalah masalah kecil.

Ada masalah yang lebih besar yang siap menghadang dihadapan mata. Bahaya baru itu bersumber dari adanya ancaman inflasi global - terutama disumbangkan oleh kenaikan harga makanan pokok, selain itu disumbangkan oleh raw material dan produk yang memakai energi bahan bakar dalam aktivitas produksinya.

Harga beras di pasar global dilaporkan telah meningkat dua kali lipat dalam tiga bulan terakhir. Kondisi ini dilaporkan terjadi di beberapa penghasil beras dunia seperti Vietnam, India, Mesir dan Kamboja.

Pakistan dilaporkan sampai harus menurunkan pasukan untukmengamankan truk-truk pengangkut tepung gandum. Sementara di Indonesia dilaporkan mulai terjadi kelangkaan kacang kedelai, sedangkan di Cina, pihak pemerintah mulai mengontrol dengan ketat harga-harga minyak goreng, gandum, daging, susu dan telur. Kerusuhan-kerusuhan akibat kelangkaan bahan pangan, bahkan telah terjadi di  Papua Nugini, Mauritania, Mexico, Maroko, Senegal, Uzbekistan dan Yemen.

Presiden World Bank, Robert Zoellick, telah mengingatkan ancaman bahaya ini saat bicara pada hari Selasa 2 April 2008.  Menurutnya, akan ada 33 negara di seluruh dunia yang mengalami masalah instabilitas politik dan sosial akibat tingginya harga bahan pangan dan harga bahan bakar minyak.

*****

Berita kedua bersumber dari laporan Detik Finance. PT BUMI Resources Tbk (BUMI) telah memproyeksikan  kenaikan harga batu bara di tahun 2008 akan mencapai US $ 70 per ton. Prediksi ini jauh diatas realisasi harga batu bara pada tahun 2007.

Jika dibandingkan dengan harga rata-rata batubara di tahun 2007 sebesar US $ 44 per ton, berarti kenaikan rata-rata batu bara tahun 2008 adalah sebesar 59 % (dari US $ 44 per ton menjadi US $ 70 per ton).

Kenaikan  harga batu bara  diakibatkan  adanya ketidakseimbangan antara supply dan demand, terutama karena tidak adanya stok baru dari para produsen batu bara di dunia.

Kenaikan harga batu bara mencapai 59 % akan memukul perindustrian di Indonesia yang secara bertahap telah beralih ke sumber energi alternatif : batu bara. Kenaikan harga batu bara, diperkirakan akan menyebabkan kenaikan biaya produk. Pada akhirnya, kenaikan ini akan dibebankan pada harga jual.

Tidak ada jaminan bahwa harga batu bara akan turun atau akan tetap stabil. Dengan naiknya harga minyak dunia, maka batu bara akan semakin dilirik para pengusaha. Keseimbangan neraca suplay dan demand akan berubah. Sesuai dengan teori ekonomi, maka harga batu bara diperkirakan akan terus naik.

Bila harga batu bara terus meningkat, berarti biaya produksi akan meningkat, pada akhirnya harga jual produk akan meningkat. Yang menjadi pertanyaan adalah : apakah masyarakat sebagai konsumen mampu untuk menerima kenyataan bahwa harga-harga akan terus meningkat ?

*****

Tentang krisis ekonomi dunia, bulan lalu dilaporkan bahwa Standar & Poor’s memperkirakan bank di seluruh dunia akan melakukan write off sebesar 285 milyar dollar, sehubungan dengan permasalahan krisis Subprime di AS.

Sementara IMF memperkirakan bank di seluruh dunia akan mengalami kerugian sebesar 440 hingga 510 milyar dollar dari prediksi total kerugian sebesar 945 milyar dollar sebagai akibat krisis Subprime tersebut.

Kerugian-kerugian ini, menurut Jaime Caruana – kepala departemen Monetary dan Capital Market IMF, akan sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi AS. Sedangkan bagi Eropa akan melihat adanya pengetatan ekonomi dan melambatnya pertumbuhan kredit dunia.

Jaime Caruana mengingatkan bahwa kehancuran kolektif (collective failure) telah diterima oleh semua pihak : pihak bank, asuransi, pemerintah, hedge fund.  Turmoil ini bukan lagi hal yang sederhana. Pengaruhnya akan lebih meng-global, lebih dalam dan lebih lama.

*****

Tugas pemerintahan SBY semakin berat. Pemerintah harus mensosialisasikan bahwa kenaikan harga bahan pangan dan harga bahan bakar adalah suatu kenyataan yang tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi terjadi diseluruh dunia.

Selain menekan harga bahan pangan, program kerja pembatasan pemakaian bahan bakar minyak tanah harus lebih terintegrasi. Selain menyadarkan masyarakat akan kenyataan pahit ini, pemerintah harus siap dengan alternatif bahan bakar pengganti, terutama kemudahan dalam mendapatkan pengganti bahan bakar minyak tanah yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat banyak.

Satu tahun masa pemerintahan SBY akan berakhir. Satu tahun ini adalah masa kritis karena merupakan masa pembuktian apakah SBY masih bisa dipilih kembali ada pemilu 2009 ?

Saatnya pemerintahan SBY lebih memihak masyarakat kecil yang sekarang sedang terjepit dan terhimpit oleh kesulitan ekonomi.

Saatnya SBY untuk turun ketengah masyarakat miskin, berbicara dari hati ke hati dan berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat miskin yang jumlahnya semakin banyak.

Dengarkan suara masyarakat kecil dan berikan perlindungan serta kedamaian bagi mereka !

*****

9 April 2008

MODELLING FINANCIAL RISK BERDASARKAN HARGA MINYAK DUNIA

Bagi industri dengan import content yang tinggi, kenaikan harga minyak dunia akan menyebabkan kenaikan harga-harga raw material yang diimport. Hal ini wajar, karena biaya-biaya produksi di negara-negara produsen akan turut meningkat sejalan dengan naiknya harga minyak dunia.

Selain itu, kenaikan harga minyak juga akan menyebabkan kenaikan ocean freight rate.  Kenaikan ocean freight rate diperkirakan secara langsung maupun tidak langsung akan menyebabkan kenaikan  biaya pengadaan  raw material tersebut.

Bahkan harga raw material yang disuplai oleh suplier lokal, juga akan turut meningkat bila raw material tersebut berupa produk import setengah jadi yang harus melalui pengolahan atau pengemasan ditingkat suplier sebelum dikirim ke kalangan industri.

Sementara kenaikan harga minyak dunia,  akan menyebabkan pemerintah Indonesia mengurangi subsidi BBM, bila harga minyak sudah berada jauh diatas harga asumsi APBN.

Pengurangan subsidi BBM bisa dilakukan dengan cara menaikkan langsung harga BBM atau dengan membatasi jumlah pemakaian BBM ditingkat masyarakat. Alternatif pertama, kelihatannya merupakan pilihan yang sangat tidak populer bagi pemerintah. Pemerintah cenderung untuk menjalankan alternatif kedua, yaitu dengan melakukan pembatasan pemakaian BBM dalam negeri. Misalnya, pemilik mobil pribadi didorong untuk menggunakan BBM non subsidi seperti Pertamax.  

Harga BBM Industri yang masuk kedalam katagori BBM non subsidi dipastikan akan naik mengikuti fluktuasi harga minyak dunia.

Disini industri harus menghitung ulang biaya produksi.  Kalangan industri yang mempunyai basis import content yang tinggi seperti kena hantaman stroke yang berulang.

Pertama, terkena dampak kenaikan harga raw material, akibat kenaikan biaya produksi di negara-negara produsen.  Kedua,  menerima imbas dari kenaikan ocean freight rate. Ketiga, disengat oleh harga BBM non subsidi yang mengikuti harga minyak dunia. Ke empat, mendapat tuntutan kenaikan UMR. Naiknya harga-harga kebutuhan pokok karyawan disebabkan naiknya harga-harga sembako sebagai  akibat naiknya harga BBM non subsidi.  Kelima, bagi industri yang melakukan ekspor, ocean freight rate akan berpengaruh langsung bagi harga jual produknya, terutama produk yang dijual secara CFR.

Harga Minyak Dunia Cenderung Terus Meningkat 

Harga minyak dunia diperkirakan akan terus meningkat. Fundamental yang menyebabkan kenaikan harga minyak didasarkan pada :

1. Cadangan minyak dunia (merupakan sumber energi yang tidak terbarukan)  akan semakin terbatas dan bahkan cenderung terus berkurang.

2. Permintaan terhadap minyak dunia semakin lama cenderung semakian meningkat.

Dengan demikian fluktuasi harga minyak dunia sangat peka terhadap isu-isu geopolitik. Misalnya, isu ketegangan  politik antara pemerintah Turki dengan gerilyawan Kurdistan yang berbasis di Irak Utara alngsung menyebabkan kenaikan harga minyak dunia mencapai US $ 93 per barrel pada akhir Oktober 2007 (note : Irak adalah negara penghasil minyak no : 4 dunia).

Demikian pula isu terbatasnya cadangan minyak di Amerikan Serikat yang di-release oleh EIA (Energy Information Administration – bagian dari Department of Energy AS) langsung memicu kenaikan harga minyak menjadi US $ 97 per barrel pada awal Nopember 2007. Dalam laporan bulanannya yang di-release EIA (Short Term Energy Outlook) dilaporkan bahwa kenaikan harga minyak disebabkan oleh : “Strong demand, limited surplus capacity, falling inventory and geopolitical concern”.

Para ekonom bahkan sudah berani memprediksi harga minyak dunia akan mencapai US $ 100 per barrel pada akhir tahun 2007. Bahkan mereka memprediksi harga minyak akan berada pada kisaran US $ 120 – 150 per barrel pada tahun-tahun yang akan datang.

Modelling Financial Risk Analysis

Dari latar belakang di atas, disarankan pada kalangan industri untuk memulai membuat suatu model Financial Risk Analysis yang berbasiskan pada kenaikan harga minyak dunia.

Tujuannya adalah untuk melihat pengaruh harga minyak dunia terhadap resiko finansial yang akan diterima oleh industri.

Beranjak dari hipotesa bahwa semakin tinggi kenaikan harga minyak akan menyebabkan COP dan COGS akan terus meningkat, hingga pada suatu titik kenaikan harga minyak akan menyebabkan tingkat laba yang diperoleh akan semakin kecil dan bahkan menjadi tidak menarik.

Dengan modelling ini, akan dapat diketahui : pada titik kenaikan harga minyak berapa, suatu industri masih bisa beroperasi secara menguntungkan atau bahkan lebih menguntungkan bila operasi tersebut justru dihentikan.

Tetapi yang paling penting, dengan modelling ini, pihak board of director (BOD) bisa lebih mempersiapkan strategi kebijakan lebih awal sebelum resiko terburuk menjadi kenyataan.

****** 

 5 Desember 2007

AWAS BBM NAIK !

Selasa kemarin harga minyak mencapai AS $ 97.10 per barrel.  Badan Energy Information Administration (EIA), yang merupakan bagian dari Departemen Energy AS,  bahkan memprediksi konsumsi bahan bakar di AS akan meningkat pada caturwulan terakhir, sehingga diprediksi pada tahun depan harga minyak akan tetap tinggi.

Dalam laporan bulanannya EIA,  Short-Term Energy Outlook, penyebab dari gejolak harga minyak disebabkan oleh “strong demand, limited surplus capacity, falling inventory and geopolitical concern”.

Rekor harga minyak tertinggi AS $ 97.10 per barrel, diduga kuat disebabkan oleh gejolak geopolitik, yaitu serbuan bom di Afganistan dan serangan pada pipa  minyak di Yemen beberapa waktu sebelumnya.

Harga BBM Naik !

Seperti yang pernah diperkirakan sebelumnya, kenaikan harga minyak dunia diatas AS $ 90 per barrel akan menguras cadangan devisa. 

Target alokasi dana untuk subsidi BBM meningkat dari yang dianggarkan sebesar Rp. 55 trilyun menjadi Rp. 90 trilyun. Hal ini diungkapkan oleh Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam acara World Renewable Energy Regional Congress & Exhibition (WRERCE) di Jakarta pada hari Senin 5 Nopember 2007.

Dalam kerangka pengurangan subsidi BBM, maka dibuat dua skenario, yaitu : melalui pengurangan subsidi BBM dan mengurangi volume konsumsi.

Opsi melalui pengurangan subsidi BBM berarti menaikkan harga minyak. Resiko dari opsi ini kemungkinan akan memukul perekonomian rakyat dan memicu inflasi. Opsi ini kemungkinan tidak akan diambil, karena pilihan ini menjadi tidak populer bila dikaitkan dengan jelang masa kepemimpinan SBY berakhir.

Opsi kedua yaitu pembatasan volume konsumsi BBM  adalah pilihan yang paling mungkin diambil oleh pemerintah. Teknis pelaksanaannya kemungkinan dengan pembatasan jumlah pengiriman tangki BBM ke SPBU-SPBU,  konservasi energi dari minyak tanah ke gas LPG, penggalakan program biofuel, dll.

***** 

 7 Nopember 2007

EFEK SUBPRIME MORTGATE CRISIS TERNYATA DAHSYAT !

George Soros di New York University mengatakan bahwa kondisi ekonomi AS memerlukan koreksi yang serius. “Saya pikir kita sekarang sedang berada dalam kondisi slowdown, bahkan sebenarnya dalam keadaan bigger slowdown daripada yang dilihat oleh Bernanke (Ben Bernanke, Pemimpin Federal Reserve)”.

Merrill Lynch dan Citigroup 

Dunia sangat dikejutkan oleh pernyataan CEO Merril Lynch & CO  yang menyatakan kerugian akibat subprime mortgage telah mencapai AS $ 8.4 milyar.  Selanjutnya Citigroup, salah satu raksasa perbankan di AS  menyatakan kerugian AS $ 8 – 11 milyar. 

Sampai saat ini belum jelas berapa estimasi kerugian yang diderita oleh perbankan, tetapi menurut JPMorgan, kerugian bisa mencapai AS $ 60 milyar.

Alan Greenspan, mantan kepala Federal Reserve, melihat adanya stock 200.000 - 300.000 rumah yang tidak terjual, merupakan  ancaman lanjutan bagi perekonomian AS. Diperkirakan AS $ 900 milyar dana subprime mortgage telah di-securitized dalam bentuk intrument fixed-income. 

Stok rumah yang tidak terjual akan menyebabkan harga rumah terus menurun, sehingga menyebabkan turunnya nilai dana subprime mortgage yang telah dirubah ke instrument fixed-income.

Kondisi ini akan menyebabkan kerugian lanjutan bagi bank-bank di AS seperti yang terjadi pada Merrill Lynch dan Citigroup.

Kita masih terus menunggu drama pernyataan-pernyataan dari dunia perbankan AS tentang kerugian-kerugian yang akibat krisis subprime mortgage.

***** 

6 Nopember 2007

HARGA MINYAK : SEKARANG US $ 93 PER BARREL, SELANJUTNYA US $ 100 PER BARREL

“Please don’t blame us for $93 oil”, kata Menteri Perminyakan Qatar Abdullah al-Attiyah saat berlangsungnya konferensi menteri-menteri perminyakan OPEC hari Selasa 30 Oktober 2007.

Bahkan menurut Presiden OPEC, yang juga menteri perminyakan UAE Dhaen al-Hamli, pergerakan harga minyak sudah diluar kemampuan control OPEC.  “The market is increasingly driven by forces beyond OPEC’s control, by geopolitical event and the growing influence of financial investor”.

Pada pertemuan tersebut, anggota-anggota OPEC setuju untuk menambah jumlah produksi sebesar 500,000 barrel per hari.  Tapi kelihatannya ini belum mencukupi kebutuhan akan minyak yang jumlahnya lebih besar dari pada pasokan yang tersedia.

US $ 100 per Barrel pada Akhir Tahun 2007

Bila U.S. Federal Reserve jadi memotong suku bunga pada hari Rabu besok, para analis memprediksikan akan semakin melemahkan nilai tukar dollar.  Ini menjadi salah satu penyebab pemicu naiknya  harga minyak ketingkat yang lebih tinggi.

Menurut Jochen Hitzfelt dari HVB Jerman, kondisi stagnan produksi minyak dunia versus permintaan yang terus meningkat akan menyebabkan harga minyak akan terus naik.

“The $ 100 mark is likely to be tested by end-2007″, katanya.

Dilain pihak, harga minyak juga masih rentan terhadap isu pertempuran antara Turki dan pemberontak Kurdi yang berbasis di Irak, serta isu konflik antara AS dengan Iran-penghasil minyak nomor empat dunia.

***** 

30 Oktober 2007

« Entri lama