BAGAIMANA SKENARIO PERTEMPURAN INDONESIA VS MALAYSIA ? (Merujuk Lantarcab 2012 TNI AD dan Latgab PPRC TNI Kilat XXIX 2012)


Setidaknya ada 10 lokasi diperbatasan Kalimantan yang masih menjadi sengketa antara pemerintah Indonesia dengan Malaysia. Pemerintah Indonesia menganggap permasalahannya sebagai OBP (Outstanding Boundary Problems) yang artinya masalah batas posisi. Tapi apakah Malaysia juga mempunyai pendapat yang sama ?

Antara Kalimantan Barat dan Serawak, setidaknya ada 5 OBP, yakni: Batu Aum, Sungai Buan, Gunung Raya, D.400 dan Tanjung Datu. Kelimanya adalah wilayah perbatasan darat sektor barat. Sementara untuk sektor timur, ada 5 OBP juga, yakni: Pulau Sebatik, Sungai Sinapad, Sungai Semantipal, B2700-B3100 dan C500-C600.

Tanjung Datu, salah satu wilayah sengketa tapal batas antara Indonesia dengan Malaysia ternyata merupakan salah satu lokasi wisata unggulan Malaysia. Menteri Pelancongan dan Warisan Negeri, Datuk Seri Abang Johari Tun Openg mengatakan, kerajaan telah melakukan investasi sebesar 20 juta ringgit untuk membangun kawasan Santubong yang termasuk kawasan Tanjung Datu.

Merujuk pada catatan sejarah, pemerintah Malaysia telah berhasil mengambil alih pulau Sipadan-Ligatan, dan telah mengklaim  Tanjung Datu dan  kawasan Ambalat yang kaya akan gas alam dan minyak bumi menjadi wilayahnya.

Salah satu scenario yang perlu dipertimbangkan adalah kemungkinan pihak Tentara Diraja Malaysia melakukan serangan yang mengejutkan secara serempak ke 5 atau 6 posisi. Misal : Takat Unarang, Sebatik, Tanjung Datu dan Camar Wulan dan satu atau dua OBP lainnya.

Penyerbuan ke Takat Unarang adalah untuk menghacurkan symbol kepemilikan wilayah untuk menguasasi kawasan Ambalat. Sedangkan penyerbuan ke Sebatik adalah untuk menghancurkan kekuatan Marinir dan pos-pos TNI AL. Serbuan lainnya adalah untuk memecah konsentrasi TNI dengan cara menyerbu ke 2 atau 3 OBP (missal Tanjung Datu dan Camar Wulan).

Sebelum dilakukan serangan serentak, pihak TUDM (Tentara Udara Diraja Malaysia) melakukan serangan  udara pre emptive terhadap pusat-pusat kekuatan Kodam VI Mulawarman, Kodam VII Tanjungpura, satuan radar di Balikpapan dan Tarakan, pangkalan TNI AL di Tarakan, dll dengan tujuan menghancurkan kekuatan TNI  di Kalimantan.

Serangan dari tentara Malaysia, didukung F/A-18 F Super Hornet, SU-30MkM Sukhoi, Mig -29, Hawk 208, Hawk 209 , F-5E, F-5F dan F5E Tiger II dan Beech 200T. Skuadron helicopter terdiri dari Sikorsky S61A-4 (multi purpose), Mi-171Sh,  Agusta Sikorsky A56-N1, Agusta Sikorsky A-109C, Sikorsky S-70 Black Hawk. TUDM selain didukung berbagai pesawat transport juga bahkan didukung oleh pesawat UAV dari tipe CTRM Eagle ARV. Serbuan laut didukung oleh kapal selam Scorpene dan  kapal perang, sedangkan serbuan darat dilakukan oleh divisi-divisi Tentara Darat Malaysia dan didukung oleh Main Battle Tank  PT 91 M dari Rejimen 11 Kor Armor DiRaja yang menyerbu dari garis perbatasan.

Dengan demikian terdapat scenario lima atau enam titik pertempuran : Takat Unarang dan kawasan Ambalat menjadi wilayah pertempuran laut  TNI AL, Pulau Sebatik menjadi wilayah pertempuran Marinir dan TNI AL. Sedangkan tiga atau empat wilayah pertempuran di lokasi OBP menjadi tanggung jawah TNI AD.

Yang menjadi pertanyaan berapa cepat TNI AD membentuk tiga atau empat BTP (Brigade Tim Pertempuran) lengkap dengan kompi tank, panser, meriam dan baterei pertanahan udara secara serempak dan menggerakkannya ke wilayah pertempuran ?. Pertanyaan yang sama juga ditujukan terhadap TNI AL yang harus menggeser armada kapal perang dan pasukan Marinir ke Sebatik dan kawasan Ambalat dan mengamankan konvoi armadanya dari serangan kapal selam scorpene. Sementara itu, pesawat jet tempur TNI AU bertanggung jawab dalam mengawal pergeseran dan kalau bisa melakukan penyergapan pesawat-pesawat jet tempur TUDM (Tentara Udara Diraja Malaysia) sekelas F/A-18 F Super Hornet dan SU-30 MkM Sukhoi TUDM diatas wilayah RI.

LANTARCAB TNI AD 2012 DAN LATGAB TNI KILAT XXIX 2012 SUATU MODEL COUNTER ATTACK

Dalam Lantarcab TNI AD 2012 diskenariokan satu BTP (Brigade Tim Pertempuran) merebut wilayah yang telah dikuasai oleh musuh di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Simpang Batumarta,  Kabupaten OKU.  Pasukan BTP yang merupakan pasukan dari Brigif 9 Divisi 2 Kostrad terdiri dari Yonif Linud 501, Yonif 509, Yonif 514 Raider, 1 Kompi Mekanis Yonif 201, 1 Ki Kav Tank 8, 2 Rai Armed (1 Rai Meriam 76 tarik & 1 Rai Armed Meriam 105 tarik), 1  Rai Arhanudri RBS 70, 1 Kompi Zipur 10, 1 Skuadron Penerbad. Selain itu juga didukung oleh satuan Banmin yang terdiri dari Perhubungan, Peralatan, Pembekalan dan Angkutan, Polisi Militer, Kesehatan, Satgas Penerangan dan Satgas lainnya.

Peralatan tempur yang dilibatkan antara lain  tank ringan Scorpion, panser Anoa, helicopter  tempur MI 35 P, MI 17, Bell dan Bolkow. Yang menarik dari latihan ini adalah untuk proses penghancuran Main Battle Tank musuh (yang tentu saja bukan lawan seimbang tank ringan Scorpion TNI AD maupun panser ANOA) adalah dengan memanfaatkan keunggulan helicopter serang MI 35 P yang dipersenjatai dengan rudal anti tank AT-9 Spiral-2.

Dalam waktu yang hampir bersamaan, dilakukan latihan gabungan TNI (LATGAB TNI Kilat XXIX) yang melibatkan 2500 prajurit TNI AU, AD dan AL. Pasukan Linud dari Batalyon 501/18 Kostrad, Sat Linud Yonif 330, Paskhas TNI AU, Korps Marinir, infanteri, KDOL (Komando Depan Operasi Lintas Udara), IFAM (Intai Amfibi) dan beberapa satuan lainnya. UNSUR-unsur Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Guspurlaarmabar) meliputi : KRI Banjarmasin-592, KRI Teluk Hading-538 dan   KRI Teluk Peleng-535 yang dikawal korvet  KRI Wiratno-379 dan KRI Silas Papare-386. Untuk pelaksanakan Pendaratan Amfibi Pasukan Pendarat Marinir dilibatkan dari Batalyon (Yon) 4 Mar, BrigifII Mar di Pantai Sengiap-Natuna dan Penerjunan Tempur dari Yon Linud 303 Kostrad di Lanud Ranai-Natuna. Proyeksi kekuatan ini didukung unit udara dari Satlakopsud dan Puspenerbal.

Critical Point : Kecepatan Counter Attack

Bila kita geser lokasi Lantarcab TNI AD dari Martapura ke 3 atau 4 lokasi di perbatasan yang disengketakan di pulau Kalimantan, sedangkan lokasi Latgab TNI digeser ke pulau Sebatik, ditambah satu pertempuran laut di kawasan Ambalat, maka latihan akan terlihat menjadi sangat nyata.

Menggerakan 3 atau 4 BTP TNI AD dari Jawa, Sumatera atau Sulawesi memerlukan alat angkutan laut yang cukup besar, apalagi dilakukan secara serempak. Bila diperlukan, dilakukan penerjunan langsung ke lokasi pertempuran dari batalyon-batalyon Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC), inipun memerlukan pesawat-pesawat angkut C-130 Hercules yang cukup banyak dan sorti penerbangan yang melelahkan, sementara untuk keamanan memerlukan pengawalan dari pesawat-pesawat jet tempur TNI AU.  Sedangkan, untuk menandingi MBT PT91M, selain pesawat jet tempur TNI AU harus dilengkapi dengan peluru kendali AGM-65 Maverick yang bertugas menghancurkan MBT dan perkubuan, TNI AD perlu dilengkapi dengan persenjataan anti tank, baik yang diangkut Helikopter serang, juga persenjataan anti tank sekelas RPG yang dapat menembus lapisan pelindung MBT PT 91 M dengan teknologi ERA (Explosive Reactive Armour) generasi ke- 3.

TNI AL memerlukan helicopter anti kapal selam, untuk memburu dan menghancurkan kapal selam scorpene. Sedangkan pesawat-pesawat jet tempur TNI AU yang selama ini hanya dilengkapi peluru kendali udara ke udara seperti AIM-9 Sidewinder untuk pesawat F-5 Tiger II, Hawk 200 dan F-16, sudah saatnya jet tempur  TNI AU dilengkapi peluru kendali jarak menengah sekelas AIM-120 AMRAAM  (Advanced Medium Range Air to Air Missile) untuk menghancurkan pesawat F/A-18 Super Hornet dan Su-30 MkM Sukhoi sebelum memasuki wilayah RI.

TNI AD masih bisa memanfaat helicopter angkut Mi 17 untuk memindahkan kompi-kompi infanteri ke wilayah tempur, tentu saja dengan pengawalan helicopter serang Mi 35 P dan pengawalan pesawat LAS (Light Air Support) terbaru dari TNI AU Super Tocano.

Ternyata untuk memenuhi kecepatan pergeseran BTP masih diperlukan tambahan berbagai peralatan angkut baik pesawat C 130 Hercules TNI AU, helicopter angkut TNI AD maupun kapal perang TNI AL.

Dengan asumsi pada skenario diatas bahwa satuan radar di Balikpapan dan Tarakan dapat dilumpuhkan, apakah tidak sebaiknya TNI AU melengkapi alutsistanya dengan pesawat peringatan dini segala cuaca (airborne early warning)  seperti Grumman E-2 Hawkeye seperti yang dimiliki Singapura ?

———————–

5 September 2012

About these ads

8 Komentar

  1. DUWIYONO said,

    Oktober 23, 2012 pada 1:29 am

    mantap brow pendapatnya, apa lagi tambah diterapkannya wamil semakin kuat NKRI

  2. katiran said,

    November 19, 2012 pada 11:08 am

    sangat mendukung buanget….ganyang malaysia……coy…

  3. November 20, 2012 pada 4:39 pm

    strateginya hebat!!!!!!

  4. dany_topgun said,

    Desember 1, 2012 pada 11:51 pm

    perhitungkan juga mental dan moral rakyat RI dari Sabang sampe Merauke siap terjun bela negara…kita punya militansi yang tinggi

  5. adytiawarman said,

    Februari 4, 2013 pada 10:35 pm

    seandainya saja bisa jadi bagian dalam penyerangan itu ,pasti akan jadi suatu kebanggaan.
    Jadi kapan wajib militer di mulai pak jendral ,kami menunggu.

  6. adytiawarman said,

    Februari 4, 2013 pada 10:36 pm

    jadi kapan pak wajib militer dimulai.

  7. Ratna Perwitha said,

    Februari 21, 2013 pada 9:47 am

    Mantap…
    Boleh tahu data tabel perbandingan kekuatan antara kita dan mereka, Pak? (Misalnya jumlah personel angkatan bersenjata, tank, artileri, kapal perang, pesawat tempur, rudal, dll). Jadi kita bisa analisis seberapa besar yang kita butuhkan buat “menggilas” mereka?
    Trims.

  8. arief.bonek said,

    Desember 1, 2013 pada 1:34 pm

    bersama Rakyat TNI kuat, jngn lupa pertahanan terbaik bukan menyerang. ingat perang Afghanistan, perang Irak, perang Israel- Palestina dn perang Vietnam yg mempermalukan negara Adidaya Amerika. senjata canggih Amerika-Israel tak ada apa2nya dngn sistem bertahan gereliya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: