AKAL BULUS “SI GAYUS”

Memperhatikan sepak terjang Gayus, kita akan teringat kecerdikan Scapin dalam naskah drama yang legendaris karya Jean Baptiste Poquelin “Moliere” (1622-1673) : Akal Bulus Scapin.

 “Yang Maha Kuasa rupanya sudah memberkati aku dengan kepintaran untuk menciptakan kelok-kelok manis fikiran, segala macam intrik yang halus, yang oleh orang-orang awam yang tidak tahu apa-apa di sebut akal bulus” kata Scapin, si pelayan yang cerdik suatu ketika.

“Dan ku kira aku bisa mengatakan tanpa memuji-muji diri sendiri. Bahwa belum pernah orang melihat seorang tukang yang lebih pandai dari aku dalam menciptakan berbagai macam akal dan intrik. Seorang tukang yang bisa lebih berhasil dari aku dalam pekerjaan yang mulia ini”.

Dengan akal bulusnya, Scapin mengakui satu per satu kejahatannya terhadap tuannya. Dari menghabiskan sebotol anggur Spanyol, menilep arloji tuannya, hingga memukuli tuannya sendiri. Tapi semuanya berlalu tanpa ada hukuman dari tuannya.

Dalam naskah drama itu, Scapin “mengakali” setiap masalah dengan jenaka. Semua masalah adalah masalah kecil, masalah remeh baginya. Termasuk masalah hukum.

“Tidak, aku lebih baik mengadu ke pengadilan !”, teriak Argante sang tuan ketika menghadapi suatu masalah.

Tetapi Scapin memberi “nasehat panjang lebar tentang hukum” kepada tuan Argante :

“Oh, Tuan. Tuan tidak tahu apa yang Tuan katakan. Tuan mengambil keputusan yang salah. Pandanglah liku-liku jalan pengadilan, pertimbangkan berapa banyak banding dan tingkat jurisdiksi, bagaimana banyak prosedur yang membingungkan, berapa banyak binatang-binatang lahap yang genggamannya harus Tuan lalui – sersan-sersan, pokrol-pokrol, penasihat-penasihat, kerani-kerani, pelapor, hakim dan pembantu-pembantu mereka.

Semua mereka ini sanggup menghancurkan suatu perkara yang begitu baik, karena diberi uang sedikit. Seorang sersan akan menulis surat palsu dan Tuan akan di hukum berdasarkan itu tanpa Tuan ketahui. Pokrol Tuan berdamai dengan musuh Tuan lalu menjual Tuan dengan uang tunai. Penasihat hukum juga sudah dibeli sedemikian rupa, dia tidak akan berada  di tempat pada saat pembelaannya di perlukan atau ia akan memberikan alas an yang berbelit-belit dan tidak mengenai sasaran. Kerani akan membuat kalimat-kalimat dan ketentuan-ketentuan yang merugikan Tuan dengan membuat keteledoran, kerani pelapor akan mencuri dokumen-dokumen, atau pelapor itu sendiri akan mengatakan ia tidak melihat dokumen tersebut.

Dan sekiranya Tuan berhasil dengan jalan melakukan segala macam usaha untuk mengelakkan ini, Tuan akan terheran-heran karena hakim-hakim Tuan telah di hasut memusuhi Tuan oleh orang-orang alim atau oleh perempuan-perempuan yang mereka cintai. Oh, Tuan, sekiranya bisa, jauhkan diri Tuan dari neraka itu.

Terlibat pengadilan di dunia ini sudah sama artinya dengan di jatuhi hukuman. Sekarang ini, baru ingat saja pada suatu perkara, sudah cukup buat aku melarikan diri ke Hindia”.

Coba perhatikan Gayus, wajah innocent tetapi ada kejenakaan dimatanya. Ruang sidang menjadi panggung drama dengan cerita bergenre tragedi – komedi. Gayus menyingkap fakta selembar demi selembar tragedi hukum di Indonesia. Setiap lembar membuat gemetar para pejabat hukum dan pejabat pemerintah.

Bagi para pemangku hukum di Indonesia, kasus Gayus mungkin sebuah tragedi. Tetapi bagi banyak orang seperti menonton sandiwara komedi. Kita mentertawakan kesemrawutan hukum di Indonesia yang diurai helai demi helai oleh seorang Gayus – yang terlihat innocent.

 Kita tertawa tetapi sebenarnya menangis.

——————

Note  : Lakon Akal Bulus Scapin terjemahan Asrul Sani.

1 Komentar

  1. andrey berkata,

    Januari 14, 2011 pada 5:39 pm

    Setiap tokoh yang terkenal ataupun kontroversial selalu memiliki buku pintar dibalik setiap sepak terjangnya, jangan2 scapin menjadi guru sekaligus buku pintarnya gayus kali…btw yg pasti memang mentalitas aparat mulai dari penegak dan penyelenggara hukum negri ini memang sudah bobrok berkarat jd merupakan lahan subur bagi ilmu scapin yg dipraktekkan gayus…atau mungkin gayus dan scapin turunan bulus kali…


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.