JALUR GAZA….

Mungkin sudah taqdir, tidak akan ditemukan merpati putih perdamaian di Jalur Gaza (Gaza Strip).  Mungkin sudah takdir pula, tanah Gaza adalah tanah yang paling berdarah-darah di muka bumi ini.

Serbuan Israel pada minggu terakhir di bulan Desember 2008, sangat mematikan. Peluru kendali yang diluncurkan dari heli serang AH-64 Apache dan pesawat jet tempur F-15 dan F-16 seakan mempunyai mata elang yang tajam  untuk menghantam target penting di Gaza secara akurat. Serangan udara (air strike) yang didukung dengan unit UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Hevron, kelihatannya merupakan sebuah pre-emption assault, sebelum ditutup dengan serbuan Angkatan Darat.

Darah membanjiri tanah Gaza. Isak tangis penduduk kota bercampur dengan riuhnya dentuman bom memenuhi langit di kota Gaza yang muram.  Perang asimetris, perang tidak seimbang ini telah memakan korban ratusan jiwa melayang dan melukai ribuan penduduk lainnya.  Perang memang tidak memiliki nurani dan belas kasihan.

Sementara itu diperbatasan Gaza Israel, puluhan ribu pasukan angkatan darat dengan didukung Main Battle Tank (MBT) paling andal di dunia tank “pelumat” Merkava telah bergegas menunggu perintah pimpinan IDF  (Israel Defence Force) untuk menyerbu masuk ke tanah yang sudah porak poranda.  Pimpinan militer masih menunggu apakah kondisi di Gaza sudah terbebas dari ancaman pejuang Hamas, terutama bebas dari ancaman persenjataan alteleri Hamas. 

Bagi petinggi militer Israel, ancaman dari pejuang Hamas masih terlihat menakutkan, terutama peluncur roket tipe Katyusha, anti tank konvensional RPG, peluru kendali anti tank Metis,  mortir, pelontar granat anti personal dan berbagai senapan serbu yang dimiliki Hamas terutama : Kalaniskov AK 47.

Satu hal lagi yang dipertimbangkan oleh pimpinan militer Israel, adalah daya juang pejuang Hamas. Pimpinan Israel tidak mau pukulan telak yang memalukan yang diterima dari pejuang Hezbolah di Lebanon terulang di Gaza.

Pertempuran di Gaza, diperkirakan memancing negara-negara Arab pendukung Hamas untuk bereaksi. Mungkinkah perang di tanah Palestina merupakan awal dari perang dunia ?