SEBERAPA CANGGIH AH-64 D APACHE LONGBOW PESANAN PEMERINTAH INDONESIA ?


Rencana pembelian delapan helikopter Apache Longbow AH 64 D oleh Pemerintah RI sudah dikabulkan oleh kongres Amerika Serikat. “Congress Notification sudah kami terima” kata Kepala Badan Perencanaan Pertahanan Mayor Jendera Ediwan Prabowo kepada Tempo, Rabu 9 Januari 2013.  Ini berarti realisasi pengadaan helicopter canggih tinggal menunggu waktu.

Helikopter ini hanya dimiliki oleh negara-negara tertentu seperti : Israel, Singapura, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Yunani, Belanda dan Inggris (dengan kode : AH Mk1).

Tapi seberapa canggih helicopter ini ?

Helikopter AH-64 D Apache Longbow merupakan keluarga dari  helicopter Apache AH-64 A yang battle proven. Helikopter seri awal  ini biasanya dipersenjatai dengan 16 peluru kendali berpandu laser Hellfire, 76 buah roket 70 mm dan atau dikombinasikan dengan kanon otomatis 30 mm yang membawa 1200 peluru high explosive.

Helikopter Apache Angkatan Darat AS (US Army)  memainkan peranan penting pada operasi di Panama (Operation Just Cause) pada tahun 1989. Kemudian diterjunkan dalam perang pembebasan Kuwait, dengan menghancurkan unit-unit radar peringatan dini. Pada Operation Dessert Storm, AH-64 A menunjukkan kehandalannya dengan menghancurkan lebih dari 500 unit tank dan ratusan APC (armored Personel Carrier), truk dan kendaraaan militer lainnya.

Dalam Perang Teluk, AH-64 A yang telah dilengkapi dengan sensor dan system penglihatan membuktikan keefektifannya, ini dibuktikan dengan ribuan jam operasi dan kesiapan tempurnya diatas 85 persen.

Boeing Company telah men-deliver 937 unit AH-64 A Apache, yang terdiri dari 821 unit untuk Angkatan Darat AS dan 116 unit untuk export seperti ke Mesin, Yunani, Israel, Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab antara tahun 1984.

Mesin Apache adalah dua mesin turboshaft T700-GE-701 buatan General Electric Aviation, sedangkan Apache untuk Inggris dicangkokan mesin RTM322 buatan Roll Royce/Turbomeca.

Dengan dukungan mesin ini, Apache memiliki kemampuan menanjak dengan kecepatan 889 m/menit, kecepatan maksimum adalah 279 km/jam, daya jelajah non stop 1900 km.  Lama terbang mencapai3 jam 9 menit, dengan berat 5165kg dan maksimum berat saat take off 10433kg.

Dengan kemampuan ini, Apache berfungsi sebagai close air support dan mengawal tentara dan kendaraan tempur pada zona perang.

AH-64D Apache Longbow

Radar yang melengkapi helicopter AH-64 D Longbow mempunyai beberapa keunggulan, meliputi :

-       Keakuratan penghancuran pada  jarak yang lebih jauh

-       Beroperasi siang maupun malam

-       Mengidentifikasi 128 target dalam waktu kurang satu menit

-       Integrasi sensor, jaringan dan komunikasi digital, memiliki management tempur dalam real time, dapat men-transmisikan  image dan target lokasi ke komandan operasi lapangan.

Persenjataan yang dapat diangkut oleh helicopter ini meliputi :

-       Kanon otomatis 30 mm Boeing M230 dengan kecepatan menembak 625 peluru dalam satu menit. Amunisi yang diangkut adalah sebanyak 1200 peluru.

-       Peluru kendali udara ke darat Lockheed .Martin/Boeing AGM-114 D Longbow Hellfire, dengan jangkauan sasaran 8 – 12 km.

-       Dapat dilengkapi juga dengan peluru kendali udara ke udara (Stinger, AIM 9 Side winder, Mistral dan Sidearm). Dilengkapi juga dengan Hydra, yang merupakan system senjata penghancur  lebih presisi (Advanced Precision Kill Weapon System – APKWS), merupakan keluarga dari roket 70 mm berpandu atau tidak berpandu. Bahkan sudah dilengkapi dengan APKWS II, dengan system pandu –laser merupakan kerja sama dengan BAE System. Angkatan Darat Inggris melengkapi helicopter canggih ini dengan system roket CRV7  70 mm.

-       Dalam operasi tempur, biasanya Apache membopong 16 peluru kendali Hellfire dan 4 peluru kendali udara ke udara.

Helikopter AH-64D Longbow dilengkapi dengan Radar Longbow millimeter wave buatan Northrop Grumman. Radar ini dapat bekerja baik pada kondisi visibility yang buruk.

Lockheed Martin juga mengembangkan perlengkapan Target Acquition Designation Sight (TADS) dan Pilot Night Vision Sensor (PVNS).  TADS dapat menyajikan image dari target dalam bentuk direct-view-optic, televisi dan three field of view dari hasil system Forward Looking Infra Red (FLIR), yang ditujukan untuk mencari, mendeteksi dan mengenali sasaran. Image dari hasil PVNS kemudian didisplay oleh system yang dibuat oleh Honeywell pada system Integrated Helmet and Display Sighting System (IHADSS), sehingga dapat dilihat baik oleh Pilot, Co Pilot dan Gunner pada alat monocular yang terpasang pada helm masing-masing.

Lebih jauh Lockheed Martin mengembangkan system Arrowhead, yaitu system baru targeting and night vision dari hasil pengembangan generasi kedua sensor long wave infra merah yang menghasilkan perbaikan pada jarak dan resolusi gambar yang dihasilkan. Improvemen ini memberikan kelebihan image hasil FLIR dalam bentuk three field of view, dual field of view, CCD TV camera, electronic zoom, target tracker dan auto boresight.

Helikopter inipun dilengkapi dengan :

-       AN/APR-39 A (V) radar warning receiver dari Northrop Grumman dan Lockheed Martin.

-       AN/APR-48 A Radar Frequency Interferometer Electronic Support Acquisition System

-       AN/ALQ-144 Infrared countermeasures dari BAE System

-       AN/AVR-2 laser warning receiver dari Goodrich

-       AN/ALQ-136 (V) radar jammed dari ITT

Helikopter Apache untuk Inggris, UK AH mk1 khusus dilengkapi dengan system radar warning receiver Sky Guardian, yang merupakan satu paket Helicopter Integrated Defensive Aids Suite (HIDAS)  dari BAE System.

Sedangkan Israel melengkapinya dengan Elisa Seraph  self protection system, termasuk didalamnya SP-65 sistem peringatan peluru kendali dan SPJ-40 radar jammer.

Dibandingkan dengan AH-64D Apache tanpa radar, hasil uji coba pada tahun 1995, menunjukkan keunggulan dari AH-64 D Longbow adalah sbb :

-       400 % lebih mematikan.

-       720 % lebih survivable

-       Dapat dengan mudah menghancurkan target bergerak atau target diam saat  system optic tidak efektive.

-       Mampu mendeteksi dan mengklasifikasi 128 target dalam satu waktu, dapat mengidentifikasi 16 target yang dinilai paling membahayakan, dapat men-transmit informasi ke pesawat lainnya dalam waktu 30 detik.

-       Mempunyai keakuratan lebih baik pada jarak tembak yang lebih jauh dan dapat bertempur lebih efektiv pada malam hari dan segala cuaca.

-       Sistem komunikasi yang canggih dan kemampuan tempur memberikan komandan lapangan kemampuan lebih efektiv dalam memanage pertempuran abad ke 21.

Jadi, kalau AH-64D Apache Longbow harga per unit mahal, tentu saja karena helicopter ini merupakan helicopter tempur canggih yang dijejali didalamnya perlengkapan penginderaan, komunikasi dan jammer serta persenjataan mematikan yang telah membuktikan kehandalannya dalam setiap medan pertempuran di abad 21.

MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2015, PELUANG ATAU ANCAMAN ?


Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA – atau ASEAN ECONOMIC COMMUNITY),  disetting sebagai tujuan akhir dari integrasi ekonomi negara-negara ASEAN, seperti yang dicanangkan dalam ASEAN Vision 2020 :

…to create a stable prosperous and highly competitive ASEAN economic region in which there is a free flow of goods, services, investment, skillled labour and a free flow of capital, equitable economic development and reduced poverty and socio-economic disparities in year 2020.

MEA dipilih oleh negara-negara ASEAN untuk meningkatkan kemakmuran ekonomi rakyatnya secara bersama-sama, mengingat cara ini merupakan opsi yang paling efisien dibandingkan bila upaya peningkatan kemakmuran dilakukan  secara unilateral.

MEA dalam upaya peningkatkan kemakmuran ekonomi dilakukan melalui penguatan  daya saing untuk memenangkan kompetisi global, melalui tahapan integrasi pasar domestik sebagai pasar tunggal dan integrasi basis produksi sehingga pada akhirnya mendorong peningkatan daya saing dalam menembus pasar global.

Oleh sebab itu, pencapaian MEA dilakukan melalui empat tahapan strategis, meliputi : pencapaian pasar tunggal dan kesatuan basis produksi, kawasan ekonomi yang berdaya saing, pertumbuhan ekonomi yang merata dan terintegrasi dengan perekonomian global.

Persiapan Matang

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Phnom Penh (Rabu, 21/11) – seperti yang dikutip harian Kompas, menyatakan bahwa : “ Indonesia menyadari harus siap betul. Sekarang kita tengah secara serius mempersiapkan diri. Mudah-mudahan nanti pada saatnya kita siap menjadi bagian dari Komunitas Ekonomi ASEAN”.

Persetujuan Indonesia untuk menandatangani kesepakatan kerja sama menuju Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 dan Kerja Sama Ekonomi Regional Komprehensif (Regional Comprehensive Economic Partnership – kerja sama ekonomi negara ASEAN dengan enam negara mitra dialog, meliputi China, Korea Selatan, Jepang, Australia, Selandia Baru dan India yang ditargetkan diberlakukan mulai tahun 2016) mendatangkan konsekuensi persiapan yang matang di dalam negeri, melibatkan dunia usaha, ekonom dan pemerintah daerah.

Persiapan matang perlu dilakukan oleh semua pihak, karena dalam proses integrasi ekonomi akan terdapat kesepakatan kebebasan mobilitas barang  dan jasa, bahkan lebih jauh kebebasan mobilitas faktor-faktor produksi. Kebebasan mobilitas diantaranya  melalui kesepakatan  penghapusan  hambatan ekonomi.

Pilar Pertama  : Sebuah Ancaman

Pada Pilar Pertama cetak biru MEA, dinyatakan bahwa : ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi internasional dengan elemen aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terampil dan aliran modal yang lebih bebas.

Bila Indonesia tidak siap, maka aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terampil dan modal, terlihat sebagai ancaman daripada peluang.

Aliran bebas barang dan jasa yang membanjiri pasar Indonesia, menyebabkan pabrik pembuat barang dan penyedian jasa gulung tikar karena tidak mampu bersaing.  Pengangguran melonjak, investasi terhenti, modal lari keluar negeri dan pemerintah kehilangan pendapatan dari pajak.

Aliran bebas barang dan jasa biasanya terkait dengan inisiatif penurunan tarif dan non tarif serta fasilitas perdagangan. Pemerintah harus bertindak hati-hati dalam melakukan perundingan, terutama untuk produk-produk yang memiliki keunggulan komparatif yang relatif sama diantara negara ASEAN, terutama produk yang berbasis alam, seperti  : pertanian, produk kayu, perikanan dan produk karet.

Indonesia punya pengalaman buruk terhadap ketidak siapan dalam menghadapi kerjasama perdagangan bebas. Pengalaman mengadopsi pakta perdagangan bebas ASEAN – China tahun 2003, menurut Presiden, menjadi pelajaran. Realitas kurangnya sosialisasi dan kesiapan Indonesia menghadapi pasar bebas ASEAN – China membuat Indonesia  mengambil pilihan negosiasi ulang untuk sejumlah sektor.

“Kita tengah bekerja. Jajaran Kementerian Koordinator Perekonomian mengajak dunia usaha, ekonom dan pemerintah sendiri untuk mempersiapkan segalanya. Waktunya tinggal tiga tahun lagi. Jangan sampai kita gagap dan tidak siap,  menyalahkan sana-sini” kata Presiden.

——————–

Terbanggi Besar 28 Nopember 2012

IRON DOME DAN FAJR 5, BINTANG DALAM PERTEMPURAN DELAPAN HARI DI GAZA


Belajar dari ganasnya serbuan 4.000 roket yang diluncurkan oleh Hizbullah dalam Perang Lebanon tahun 2006, Israel kemudian mengembangkan suatu sistem rudal anti roket/rudal jarak pendek yang dikenal sebagai Iron Dome.

Dalam websitenya, Rafael Advanced Defense System Ltd, perusahaan pengembang persenjataan Iron Dome mengatakan, bahwa Iron Dome adalah sistem yang combat provent, dengan kelebihan :

• Biaya yang efektif untuk sebuah solusi pertahanan

• Beroperasi siang dan malam dan segala cuaca

• Sangat mudah penangannya dalam penembakan simultan

• Efektif dalam penentuan sasaran

• Persentase tingkat keberhasilan yang tinggi

• Mengurangi kerusakan kolateral.

Iron Dome sebenarnya terdiri dari tiga elemen fundamental : sebuah radar untuk mendeteksi dan melacak arah luncur roket atau rudal, sistem kontrol senjata dan manajemen pertempuran (Battle Management and Weapon Control System – BMC), dan unit peluncuran rudal (Missile Firing Unit).

Radar dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Israel, ELTA. Sedangkan software sistem dikembangkan oleh Perusahaan Software Israel : mPrest System. Sedangkan rudal yang digunakan adalah rudal penyergap Tamir, yang dilengkapi dengan beberapa sirip yang dapat digerakkan untuk ber-manuver dan didalamnya dilengkapi dengan sensor electro-optic.

Feature lain dari Iron Dome adalah sebuah vertical launch interceptor, warhead yang dilengkapi dengan proximity fuse, kendaraan peluncur dan system ini ternyata kompatibel dengan berbagai macam radar dan system deteksi. Sistem khusus pada warhead memungkinkan  untuk dilakukan detonate pada berbagai target di udara.

Mekanisme Iron Dome adalah sebagai berikut : ketika dideteksi dan diidentifikasi ada roket yang meluncur, maka radar melakukan monitor jalur dari roket tersebut. Berdasarkan informasi radar, maka sistem BMC menganalisa jarak dan menghitung kemungkinan titik impact, yang diusahakan terjadi pada netral area.

Setelah kalkulasi didapat, maka sebuah perintah diinstruksikan ke peluncur rudal untuk mengintersep roket tersebut di area titik impact.

Untuk melindungi Tel Aviv (termasuk dalam operasi Operation Pillar of Defense), lima baterei sistem Iron Dome dipersiapkan untuk melindungi Tel Aviv dari serangan Fajr 5.

Rudal Darat ke Darat Fajar 5

Diluncurkannya rudal darat ke darat  Fajr 5 ke Tel Aviv, ternyata  menggetarkan Israel. Dilain pihak, bagi Hamas, keberhasilan sebuah roket Fajar 5 mencapai daerah Rishon LeZion di Tel Aviv dianggap sebagai kemenangan yang sensasional (sebuah roket Fajr 5 dapat diintersep oleh sistem Iron Dome).

Keberhasilan roket Fajr 5 menghantam Tel Aviv, sangat menentukan bagi Hamas dan sangat diperhitungkan oleh pihak Israel, karena palagan sudah terbuka luas hingga ibu kota Tel Aviv. Roket Fajr telah membuka  eskalasi pertempuran langsung ke pusat jantung pemerintahan Israel.

Fajr 5, ditenggarai dibuat sendiri oleh pihak Palestina dengan konsultan dari Pemerintah Iran, biasanya diinstall pada platform truk 6 x 6. Untuk keakuratan, biasanya dilengkapi dengan satuan radar dalam sistem peluncurannya. Fajr 5, dilaporkan mempunyai jangkauan 75 km.

 Di Iran sendiri, Fajr 5 merupakan pengembangan dari roket WS-1 buatan Cina yang diterima Iran pada akhir 1980.  Pengembangan dilakukan oleh Aerospace Industries Organization (AIO) sehingga menjadi bentuk sekarang ini, Fajr 5 berdiameter 333 mm, merupakan sistem Altillery Rocket System (ARS) darat ke darat.

———————–

Terbanggi Besar 23 November 2012

PREDIKSI HARGA TBS KELAPA SAWIT UNTUK TAHUN 2013


Bagi pemilik perkebunan kelapa sawit, periode akhir tahun ini adalah waktu tersibuk dalam menyusun budget untuk 2013 dan yang pada akhirnya menghitung prediksi pendapatan.

Tapi untuk menghitung pendapatan, pemilik perkebunan harus mempunyai prediksi harga jual TBS  pada tahun 2013, sementara pemerintah dan pihak asosiasi sampai saat ini (13 November 2012) belum dapat me-release harga jual tersebut. Harga jual TBS sangat dipengaruhi oleh harga jual CPO.

Seperti yang dikutip media online, Inilah.com, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Joefly Bachroeny mengatakan dengan kondisi krisis global, khususnya Eropa yang belum pulih saat ini, sangat sulit untuk memprediksi harga CPO ke depan.

“Kita sulit memprediksi apakah harga CPO ini bisa pulih seperti semula, yang bisa mencapai US$1.000 per ton atau US$700 atau US$800 atau bahkan malah di bawah itu,” ujarnya dalam acara jumpa pers menjelang penyelenggarakan konferensi sawit internasional ke-8 (IPOC/Indonesian Palm Oil Conference and 2013 Price Outlook) di Jakarta, Jumat (9/11/2012).

Volatilitas Harga

Beruntung World Bank me-release data prediksi jangka panjang harga CPO hingga tahun 2025.  Data tersebut secara straight line menunjukkan penurunan harga CPO dari 970 pada tahun 2013 hingga 800 pada tahun 2025. Prediksi ini mungkin debatable, karena secara history harga komoditas ini sebenarnya sangat fluktuatif.

Teori lain mengatakan bahwa minyak kelapa sawit bersifat subtitusi dengan komoditas vegetable oil lainnya.  USDA melaporkan bahwa untuk tahun 2012/2013 produksi vegetable oil dunia dari komoditas minyak kelapa sawit mencapai 33,3 % sedangkan minyak kedelai mencapai 27,6 % sehingga total mencapai 60,9 %. Walaupun demikian ternyata data historis 30 tahunan, harga minyak kelapa sawit tidak dipengaruhi oleh harga minyak kedelai.

Yang jelas penurunan harga minyak kelapa sawit pada tahun-tahun ini disebabkan oleh pengaruh meningkatnya sisi suplay dan yang paling penting dipengaruhi oleh perekonomian dunia yang memburuk. Oulook Palm Oil Price Malaysia untuk tahun 2013, menunjukkan pengaruh ekonomi dunia pada prediksi harga minyak kelapa sawit Malaysia. Dengan asumsi bahwa ekonomi dunia baru akan membaik pada semester kedua tahun 2013, trend harga minyak kelapa sawit Malaysia baru akan stabil pada semester kedua.

Data Malaysia Palm Oil Board, menunjukkan bahwa pada September 2012 cadangan CPO Malaysia naik 17 % mencapai level tertinggi sepanjang sejarah   yaitu 2,48 juta ton. Hal ini disebabkan karena tingkat produksi CPO meningkat 20% ke rekor tertinggi menjadi 2 juta ton.  Melemahnya harga CPO pada tahun 2013, menyebabkan Pemerintah Malaysia memotong bea ekspor CPO dari 23 % menjadi 8 – 10 % pada 1 Januari 2013.

Tren Harga  TBS di Indonesia

Harga TBS di Indonesia dipengaruhi beberapa hal, diantaranya :

1.  Harga TBS pada semester pertama cenderung lebih tinggi daripada harga TBS pada semester kedua.

2.  Untuk Propinsi yang memiliki Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan kapasitas terbatas sehingga tidak mampu menampung hasil panen, maka harga TBS akan cenderung lebih rendah. Seperti yang di kemukakan Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Anizar Simanjuntak – dikutip Okezone.com 13 Nopember 2012,  pada kasus di Sumatera Utara, Anizar menyebutkan, penurunan harga TBS yang terjadi saat ini merupakan kondisi yang tidak terelakkan.

Saat ini produksi cukup banyak pasca panen raya sawit. Sementara ketersediaan PKS sangat minim. Sehingga dibandingkan harus membusuk, petani lebih memilih menjual dengan harga murah.

“Kita punya sekira 1,1 juta hektare (ha) kebun kelapa sawit di Sumut. Seharusnya setiap 8 ribu ha tersedia Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Tapi faktanya, ada kebun sawit yang berpuluh ribu ha tapi di daerah tersebut tidak memiliki PKS, sementara di daerah lain yang terbilang tidak cukup luas, PKS-nya justru melebihi kebutuhan. Sementara PKS yang dikelola secara mandiri oleh petani, keberadaannya belum memadai, sehingga tidak maksimal. Sehingga kita sebagai petani tak memiliki pilihan lain. Makanya kita butuh peran pemerintah untuk memberikan pilihan itu. Membatasi harga terendah TBS konkretnya,” tandasnya.

Hal ini berlaku untuk Propinsi Lampung, seperti yang dikutip Bisnis Jabar, 13 Nopember 2012,  bahwa dalam sekitar dua pekan terakhir harga TBS kelapa sawit di beberapa sentra perkebunan sawit di Lampung Tengah anjlok dari Rp1.300 menjadi hanya sekitar Rp700/Kg, akibatnya merugikan para petani setempat.

“Kami sangat khawatir, setelah buah sawit dipanen dan diangkut ke pabrik lalu ditolak, karena saya dengar sejak harga sawit anjlok terjadi antrean panjang truk yang akan mengangkut TBS (tandan buah segar) ke pabrik pengolahan kelapa sawit,” kata petani Desa Kotabatu, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah, Suwarno (42) di Kotabatu, Kamis.

Ajloknya harga TBS itu antara lain karena saat ini hasil panen petani melimpah, buah membanjir, sehingga pihak pabrikan kewalahan menampung produksi dari petani tersebut.

Harga  TBS Kelapa Sawit  untuk Tahun 2013

Sebagai panduan, maka prediksi harga TBS kelapa sawit pada tahun 2013 adalah sbb (diluar ketentuan dasar seperti harga TBS berdasarkan usia pohon dan kualitas buah ) :

1. Harga TBS 2013 lebih rendah dari pada harga tahun 2012.

2. Harga TBS tahun 2013 pada semester ke satu cenderung lebih tinggi dari harga semester ke dua.

3. Untuk Propinsi Lampung, harga jual TBS bisa lebih rendah lagi mengingat keterbatasan kapasitas pabrik, sehingga petani cenderung menjual murah daripada menahannya dengan resiko buah membusuk di pohon.

4. Trend bulanan harga TBS pada tahun 2012 bisa menjadi patokan untuk menentukan harga bulanan tahun 2013.

—————————————-

Terbanggi Besar Nopember 2012

PELUNCURAN RUDAL YAKHONT DAN EFEK DETERENT LATIHAN PENDARATAN MARINIR DI PANTAI SANGATA (LATIHAN ARMADA JAYA XXXI 2012)


Rudal Yakhont memang sangat istimewa. Di Rusia, rudal supersonik anti kapal (supersonic anti-ship missile)  ini diberi nama P-800 Oniks, sedangkan versi eskpor-nya diberi nama Yakhont yang berarti batu ruby. NATO memberi nama SS-N-26 untuk rudal yang mampu mengangkut warhead seberat 200 kg.

Dengan dimilikinya rudal yang merupakan versi ramjet dari jenis P-80 Zubr (NATO memberi nama SS-N-7 Starbright), memiliki kecepatan 2,5 kecepatan suara dengan jarak tembak 300 km, telah membuat Indonesia menjadi superior dikawasan Asia Tenggara.

Dikalangan ASEAN, hanya Vietnam yang memiliki rudal Yakhont. Konon, Vietnam memilikinya dalam versi sistem pertahanan pantai Bastion-P. Satu sistem Bastion – P terdiri dari unit pembawa rudal, kendaraan peluncur rudal, unit truk combat control, transporter loader, unit kendaraan  tempur alert support, unit sistem helikopter-base targeting sistem. Maksimum tersedia 24 unit rudal, yang dapat diluncurkan dalam waktu interval 2-5 detik. Negara Asia yang memiliki rudal yang dapat menandingi Yakhont adalah Cina dengan rudal Sunburn dan Taiwan dengan rudal Hsiung Feng III.

Dalam latihan yang bertajuk Armada Jaya XXXI pada Sabtu 13 Oktober 2012, rudal Yakhont itu ditembakkan dari frigat kelas Van Speijk  KRI Oswald Siahaan 354. Yakhont berhasil menenggelamkan kapal sasaran dari jarak 185 km, sasaran ex KRI Teluk Berau tenggelam 9 menit kemudian.

Malaysia Meluncurkan Rudal Seawolf.

Sepuluh hari kemudian, tepatnya tgl 23 Oktober, dalam suatu latihan perang bulanan dengan code name : Perang Pangkor 9/12 di Selat Malaka, frigat Angkatan laut Kerajaaan Malaysia kelas Jebat, KD Lekiu meluncurkan rudal Sea Wolf yang berhasil mengenai target TGX-2 yang ditarik oleh sebuah pesawat Learjet 35 A.

Sea Wolf memiliki kecepatan 2 kali kecepatan suara, dapat mengintersep target dalam kisaran jarak 1 km hingg 6 km, dengan ketinggi antara 10 m dan 3 km. Warhead yang dijejalkan seberat 14 kg (31 lb).

Sea wolf terkenal saat terjadi Perang Falkland. Pada 12 May 1982, saat itu Sea Wolf hanya dipasang pada dua unit kapal perang jenis frigat, yaitu HMS Brilliant dan HMS Broadsword. Suatu ketika HMS Brilliant dan HMS Glasgow  diserang satu flight Angkatan Udara Argentina yang terdiri dari 4 buah pesawat A-4 Skyhawk. HMS Brilliant berhasil menembak jatuh 2 pesawat sedangkan satu lagi mengalami crash setelah berusaha menghindari serangan Sea wolf.  Flight kedua Angkatan Udara Argentina melakukan penyerangan dan berhasil menghancurkan  HMS Glasgow hingga rusak berat setelah HMS Brilliat mengalami kerusakan sistem Sea Wolf sehingga terjadi kegagalan delam proses peluncuran rudal. Dalam Perang Falkland, terjadi juga kegagalan dalam perangkat keras dan sistem penguncian target akibat kondisi laut Argentina yang ekstrim dan juga disebabkan oleh taktik pilot – pilot Angkatan Udara Argantina yang melakukan taktik penyerangan low altitufe  hit – and – run.  Prestasi yang ditorehkan, Sea wolf berhasil menembak jatuh “dua” pesawat yang berhasil dikonfirmasi, dan memiliki rasio setiap delapan peluncuran hanya tiga yang berhasil mengenai sasaran.

Efek Deterren Latihan Pendaratan Marinir

Bila benar negara jiran Malaysia tidak memiliki kesatuan marinir, maka latihan pendaratan marinir TNI AL,  di pantai Sangata,  dalam Latihan Armada Jaya XXXI 2012 akan memberikan efek deterent yang dahsyat bagi kalangan Tentara Diraja Malaysia.

Berdasarkan siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Dispenal), latihan Armada Jaya tahun ini melibatkan 5.500 prajurit TNI AL, 35 kapal perang berbagai jenis,  pesawat udara terdiri dari  4 unit cassa KMA, 2 unit heli Bell, dan 2 unit heli BO-105., 1 Batalyon Tim Pendarat Marinir, dan 93 kendaraan tempur Pasukan Pendarat. Kapal perang terdiri dari kapal selam, perusak kawal rudal (PKR), kapal cepat rudal (KCR), kapal perusak kawal, kapal angkut tank, buru ranjau, kapal tanker dan kapal bantu tunda.

Sebelum operasi pendaratan dimulai, satu tim Kopaska melakukan penyusupan di daerah pantai untuk mengamankan daerah pendaratan. Operasi tempur dilanjutkan dengan pembersihan garis pantai dengan tembakan meriam-meriam dari kapal perang. Setelah garis pantai dinilai aman, maka dari kapal Landing Platform Dock (LPD) dan Landing Ship Tank (LST)  meluncurlan tank-tank amfibi seperti tank terbaru BMP 3F,  BTR 50 serta LVT-7  dan kendaran pendarat amfibi yang mengangkut pasukan Marinir meluncur ke garis pantai. Diskenariokan peperangan terjadi selama tujuh jam, sehingga musuh dapat dihancurkan.

———————-

Terbanggi Besar 7/11/2012

KOMPAS 1 NOVEMBER 2012 : IKATAN SOSIAL MEREDUP DAN PRESIDEN DI ISTANA BUCKINGHAM


Mungkin bukan hal yang disengaja oleh Kompas edisi 1 November 2012, ketika headline menampilkan hal yang dapat dianggap sebagai kontradiksi.

Dibawah foto yang menggambarkan hiruk pikuk pengungsi akibat konflik di Lampung Selatan, ditulis judul headline : Ikatan Sosial Meredup, dengan sub judul : Refleksi dari Kondisi Politik yang Karut Marut.

Foto itu berbicara banyak, seorang wanita tua dengan wajah lelah, berkaos tanpa lengan tanpak memegang kain bersandar dimeja memandang kesebelah kiri. Disebelah kiri tergambarkan hiruk pikuk suasa pengungsian, seorang Ibu berkaos oranye berjalan diikuti seorang anak lelaki sambil berlari. Dilatar belakang, tampak riuh pengungsi-pengungsi lain dalam kesibukannya masing.masing.

Dalam berita yang berisi tentang belum tercapainya upaya damai yang diupayakan pejabat pemerintah, dianggap sebagai refleksi dari ikatan sosial yang meredup.

Tepat dibawah berita tersebut-masih dihalaman yang sama, terdapat foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Nyonya Ani Yudhoyono berfoto bersama Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip dalam keanggunan dan keceriaan diwajah mereka. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan rombongan sedang melakukan kunjungan kenegaraan di Inggris.

Berita dan foto pada Kompas edisi 1 November 2012, yang menempatkan susunan berita headline tentang upaya damai yang yang masih menemui kegagalan di Lampung Selatan dengan judul : Ikatan Sosial Meredup, Refleksi dari Kondisi Politik yang Karut Marut, kemudian terdapat foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono bersama Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip di Istana Buckingham di London, Inggris, dapat menggiring pembaca kesuatu sudut pemahaman yang berbeda.

Ikatan sosial yang meredup, tentu saja ikatan antara warga yang berkonflik.  Konflik melahirkan kesedihan, kesengsaraan dan ketakutan bagi para pengungsi seperti yang digambarkan dalam foto suram para pengungsi tersebut.

Terlihat kontras ketika pada halaman yang sama, saat kita melihat  foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono bersama Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip sedang tersenyum dalam keceriaan dan keagungan acara penyambutan di Istana Buckingham.

Ikatan sosial telah meredup ?

———————————–

Terbanggi Besar 11/6/2012

KEHANCURAN INDUSTRI NENAS KALENG AFRIKA SELATAN AKIBAT PUPUK DARI CINA YANG TERKONTAMINASI LOGAM BERAT CADMIUM


Pertengahan tahun 2006 merupakan awal bencana bagi para stake holder bisnis nenas di Afrika Selatan.  Semuanya berawal dari di-reject satu container nenas kaleng dari Afrika Selatan oleh Uni Eropa.

Pertama kali kontaminasi dideteksi pada produk nenas kaleng tersebut di negara Swiss pada bulan Nopember 2006. Hasil investigasi pada saat itu menunjukkan bahwa sumber toksin diidentifikasikan berasal dari pupuk. Analisa kandungan pada nenas kaleng tersebut menunjukkan adanya kelebihan kandungan logam berat Cadmium diatas standar yang disyaratkan oleh Uni Eropa yaitu sebesar 0.05 ppm.

Kerugian massif paling dirasakan oleh para petani, mengingat petani hanya bisa memanfaatkan sebagian kecil dari total hasil panennya, tentu saja setelah dilakukan analisa kandungan Cadmium. Termasuk didalamnya kerugian akibat biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan rehabilitasi lahan dan diprediksi proses rehabilitasi lahan memakan waktu lebih dari lima tahun.

Pupuk Zinc Phospat dari Cina

Craig Handley, salah seorang petani dari daerah Eastern Cape di Afrika Selatan, mengganggap kejadian ini merupakan salah satu bencana terburuk yang menimpa karirnya. Handley masih beruntung walaupun hanya sekitar 30 persen nenasnya bisa dipanen dan diterima oleh pabrik pengalengan, itupun setelah dilakukan testing yang ketat. “Semua lokasi tanaman nenas dilakukan testing tanpa terkecuali dan jika melebihi limit, maka tanaman kami hancurkan”, katanya.

Handley seperti halnya petani lainnya, segera menghentikan penggunaan pupuk zinc phospat ketika didetekti adanya kandungan logam berat cadmiium. “ Pabrik nenas kaleng memberlakukan peraturan yang sangat ketat dan mereka menolak dengan tegas bila ditemukan kandungan cadmium yang melebihi limit”.  Dia menyarankan agar pihak asosiasi nenas di Afrika Selatan segera terbang ke Eropa dan Australia untuk menjelaskan permasalahan yang terjadi dan meyakinkan agar Afrika Selatan tidak kehilangan pangsa pasar.

“Petugas kami sekarang berkeliling lahan dan memungut sampling buah nenas untuk dikirim ke laboratorium untuk dilakukan test. Selanjutnya kami duduk dan menunggu hasil analisa lab. Jika hasilnya baik, maka kami melakukan panen untuk pabrik pengalengan. Perusahaan bahan kimia (South Africa’s Protea Chemicals) telah membunuh industri nenas”, katanya geram.

Petani-petani nenas yang marah, yang mengalami kerugian yang besar, menyalahkan departemen pertanian yang mengijinkan supplier untuk mengimpor pupuk terkontaminasi dari Cina dan seharusnya ada petugas yang melakukan cek kandungan logam berat apakah telah melebihi limit atau tidak.

Pihak department pertanian mengakui tidak melakukan cek logam berat pada pupuk dan pakan hewan.  Walaupun ada undang-undang Feeds and Fertilizer Act tahun 1947, tetapi tidak mengatur berapa maksimum level logam berat yang diijinkan.

Dalam press release dari Kedutaan Besar Cina mengakui adanya kesalahan dalam system control yang dapat mencegah bahan berbahaya  sehingga mengkontaminasi keamanan pangan. Cina mengakui telah dipermalukan dengan beberapa kasus kontaminasi yang serius, tetapi telah dilakukan konsolidasi pada industri makanan dan pengetatan dalam inspeksi dan pengawasan keamanan makanan termasuk didalamnya kualitas produk ekspor.

Efek Terhadap Bisnis Nenas Afrika Selatan

Summerpride Foods, di East London Afrika Selatan, yang semula memproduksi nenas kaleng chunk dan slice, merubah produksinya menjadi jus nenas. Salah satu alasaannya adalah bahwa pada saat memproduksi jus terjadi proses pengenceran kandungan level Cadmium sehingga bisa diterima oleh konsumen. Perubahan produksi nenas kaleng menjadi produk jus mengurangi jumlah tenaga kerja dan tahap-tahap produksi.

Bahan baku nenas yang digunakan untuk produksi jus ini, dibeli dari petani dengan harga 20 persen per ton lebih murah. Sementara itu dengan perubahan produksi ini menyebabkan 500 tenaga kerja di pemutusan hubungan kerja. Disisi lain tonase panen terus menurun, dari 140.000 ton pada tahun 2007, menjadi 93.000 ton pada tahun 2009 dan terus menurun menjadi 77.000 ton pada tahun 2010. Penurunan ini menyebabkan hilangnya mata pencarian pada pekerjaan musiman pada pertanian semisal : panen.

Pada Agustus 2007, krisis bisnis nenas memakan korban. Dua pabrik pengalengan nenas di East London Collondale Cannery dan Summerpride Foods melakukan merger untuk tetap bisa berproduksi, tetapi tetap menggunakan bendera Summerpride Foods.

—————–

8 September 2012

Dari berbagai sumber

BAGAIMANA SKENARIO PERTEMPURAN INDONESIA VS MALAYSIA ? (Merujuk Lantarcab 2012 TNI AD dan Latgab PPRC TNI Kilat XXIX 2012)


Setidaknya ada 10 lokasi diperbatasan Kalimantan yang masih menjadi sengketa antara pemerintah Indonesia dengan Malaysia. Pemerintah Indonesia menganggap permasalahannya sebagai OBP (Outstanding Boundary Problems) yang artinya masalah batas posisi. Tapi apakah Malaysia juga mempunyai pendapat yang sama ?

Antara Kalimantan Barat dan Serawak, setidaknya ada 5 OBP, yakni: Batu Aum, Sungai Buan, Gunung Raya, D.400 dan Tanjung Datu. Kelimanya adalah wilayah perbatasan darat sektor barat. Sementara untuk sektor timur, ada 5 OBP juga, yakni: Pulau Sebatik, Sungai Sinapad, Sungai Semantipal, B2700-B3100 dan C500-C600.

Tanjung Datu, salah satu wilayah sengketa tapal batas antara Indonesia dengan Malaysia ternyata merupakan salah satu lokasi wisata unggulan Malaysia. Menteri Pelancongan dan Warisan Negeri, Datuk Seri Abang Johari Tun Openg mengatakan, kerajaan telah melakukan investasi sebesar 20 juta ringgit untuk membangun kawasan Santubong yang termasuk kawasan Tanjung Datu.

Merujuk pada catatan sejarah, pemerintah Malaysia telah berhasil mengambil alih pulau Sipadan-Ligatan, dan telah mengklaim  Tanjung Datu dan  kawasan Ambalat yang kaya akan gas alam dan minyak bumi menjadi wilayahnya.

Salah satu scenario yang perlu dipertimbangkan adalah kemungkinan pihak Tentara Diraja Malaysia melakukan serangan yang mengejutkan secara serempak ke 5 atau 6 posisi. Misal : Takat Unarang, Sebatik, Tanjung Datu dan Camar Wulan dan satu atau dua OBP lainnya.

Penyerbuan ke Takat Unarang adalah untuk menghacurkan symbol kepemilikan wilayah untuk menguasasi kawasan Ambalat. Sedangkan penyerbuan ke Sebatik adalah untuk menghancurkan kekuatan Marinir dan pos-pos TNI AL. Serbuan lainnya adalah untuk memecah konsentrasi TNI dengan cara menyerbu ke 2 atau 3 OBP (missal Tanjung Datu dan Camar Wulan).

Sebelum dilakukan serangan serentak, pihak TUDM (Tentara Udara Diraja Malaysia) melakukan serangan  udara pre emptive terhadap pusat-pusat kekuatan Kodam VI Mulawarman, Kodam VII Tanjungpura, satuan radar di Balikpapan dan Tarakan, pangkalan TNI AL di Tarakan, dll dengan tujuan menghancurkan kekuatan TNI  di Kalimantan.

Serangan dari tentara Malaysia, didukung F/A-18 F Super Hornet, SU-30MkM Sukhoi, Mig -29, Hawk 208, Hawk 209 , F-5E, F-5F dan F5E Tiger II dan Beech 200T. Skuadron helicopter terdiri dari Sikorsky S61A-4 (multi purpose), Mi-171Sh,  Agusta Sikorsky A56-N1, Agusta Sikorsky A-109C, Sikorsky S-70 Black Hawk. TUDM selain didukung berbagai pesawat transport juga bahkan didukung oleh pesawat UAV dari tipe CTRM Eagle ARV. Serbuan laut didukung oleh kapal selam Scorpene dan  kapal perang, sedangkan serbuan darat dilakukan oleh divisi-divisi Tentara Darat Malaysia dan didukung oleh Main Battle Tank  PT 91 M dari Rejimen 11 Kor Armor DiRaja yang menyerbu dari garis perbatasan.

Dengan demikian terdapat scenario lima atau enam titik pertempuran : Takat Unarang dan kawasan Ambalat menjadi wilayah pertempuran laut  TNI AL, Pulau Sebatik menjadi wilayah pertempuran Marinir dan TNI AL. Sedangkan tiga atau empat wilayah pertempuran di lokasi OBP menjadi tanggung jawah TNI AD.

Yang menjadi pertanyaan berapa cepat TNI AD membentuk tiga atau empat BTP (Brigade Tim Pertempuran) lengkap dengan kompi tank, panser, meriam dan baterei pertanahan udara secara serempak dan menggerakkannya ke wilayah pertempuran ?. Pertanyaan yang sama juga ditujukan terhadap TNI AL yang harus menggeser armada kapal perang dan pasukan Marinir ke Sebatik dan kawasan Ambalat dan mengamankan konvoi armadanya dari serangan kapal selam scorpene. Sementara itu, pesawat jet tempur TNI AU bertanggung jawab dalam mengawal pergeseran dan kalau bisa melakukan penyergapan pesawat-pesawat jet tempur TUDM (Tentara Udara Diraja Malaysia) sekelas F/A-18 F Super Hornet dan SU-30 MkM Sukhoi TUDM diatas wilayah RI.

LANTARCAB TNI AD 2012 DAN LATGAB TNI KILAT XXIX 2012 SUATU MODEL COUNTER ATTACK

Dalam Lantarcab TNI AD 2012 diskenariokan satu BTP (Brigade Tim Pertempuran) merebut wilayah yang telah dikuasai oleh musuh di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Simpang Batumarta,  Kabupaten OKU.  Pasukan BTP yang merupakan pasukan dari Brigif 9 Divisi 2 Kostrad terdiri dari Yonif Linud 501, Yonif 509, Yonif 514 Raider, 1 Kompi Mekanis Yonif 201, 1 Ki Kav Tank 8, 2 Rai Armed (1 Rai Meriam 76 tarik & 1 Rai Armed Meriam 105 tarik), 1  Rai Arhanudri RBS 70, 1 Kompi Zipur 10, 1 Skuadron Penerbad. Selain itu juga didukung oleh satuan Banmin yang terdiri dari Perhubungan, Peralatan, Pembekalan dan Angkutan, Polisi Militer, Kesehatan, Satgas Penerangan dan Satgas lainnya.

Peralatan tempur yang dilibatkan antara lain  tank ringan Scorpion, panser Anoa, helicopter  tempur MI 35 P, MI 17, Bell dan Bolkow. Yang menarik dari latihan ini adalah untuk proses penghancuran Main Battle Tank musuh (yang tentu saja bukan lawan seimbang tank ringan Scorpion TNI AD maupun panser ANOA) adalah dengan memanfaatkan keunggulan helicopter serang MI 35 P yang dipersenjatai dengan rudal anti tank AT-9 Spiral-2.

Dalam waktu yang hampir bersamaan, dilakukan latihan gabungan TNI (LATGAB TNI Kilat XXIX) yang melibatkan 2500 prajurit TNI AU, AD dan AL. Pasukan Linud dari Batalyon 501/18 Kostrad, Sat Linud Yonif 330, Paskhas TNI AU, Korps Marinir, infanteri, KDOL (Komando Depan Operasi Lintas Udara), IFAM (Intai Amfibi) dan beberapa satuan lainnya. UNSUR-unsur Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Guspurlaarmabar) meliputi : KRI Banjarmasin-592, KRI Teluk Hading-538 dan   KRI Teluk Peleng-535 yang dikawal korvet  KRI Wiratno-379 dan KRI Silas Papare-386. Untuk pelaksanakan Pendaratan Amfibi Pasukan Pendarat Marinir dilibatkan dari Batalyon (Yon) 4 Mar, BrigifII Mar di Pantai Sengiap-Natuna dan Penerjunan Tempur dari Yon Linud 303 Kostrad di Lanud Ranai-Natuna. Proyeksi kekuatan ini didukung unit udara dari Satlakopsud dan Puspenerbal.

Critical Point : Kecepatan Counter Attack

Bila kita geser lokasi Lantarcab TNI AD dari Martapura ke 3 atau 4 lokasi di perbatasan yang disengketakan di pulau Kalimantan, sedangkan lokasi Latgab TNI digeser ke pulau Sebatik, ditambah satu pertempuran laut di kawasan Ambalat, maka latihan akan terlihat menjadi sangat nyata.

Menggerakan 3 atau 4 BTP TNI AD dari Jawa, Sumatera atau Sulawesi memerlukan alat angkutan laut yang cukup besar, apalagi dilakukan secara serempak. Bila diperlukan, dilakukan penerjunan langsung ke lokasi pertempuran dari batalyon-batalyon Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC), inipun memerlukan pesawat-pesawat angkut C-130 Hercules yang cukup banyak dan sorti penerbangan yang melelahkan, sementara untuk keamanan memerlukan pengawalan dari pesawat-pesawat jet tempur TNI AU.  Sedangkan, untuk menandingi MBT PT91M, selain pesawat jet tempur TNI AU harus dilengkapi dengan peluru kendali AGM-65 Maverick yang bertugas menghancurkan MBT dan perkubuan, TNI AD perlu dilengkapi dengan persenjataan anti tank, baik yang diangkut Helikopter serang, juga persenjataan anti tank sekelas RPG yang dapat menembus lapisan pelindung MBT PT 91 M dengan teknologi ERA (Explosive Reactive Armour) generasi ke- 3.

TNI AL memerlukan helicopter anti kapal selam, untuk memburu dan menghancurkan kapal selam scorpene. Sedangkan pesawat-pesawat jet tempur TNI AU yang selama ini hanya dilengkapi peluru kendali udara ke udara seperti AIM-9 Sidewinder untuk pesawat F-5 Tiger II, Hawk 200 dan F-16, sudah saatnya jet tempur  TNI AU dilengkapi peluru kendali jarak menengah sekelas AIM-120 AMRAAM  (Advanced Medium Range Air to Air Missile) untuk menghancurkan pesawat F/A-18 Super Hornet dan Su-30 MkM Sukhoi sebelum memasuki wilayah RI.

TNI AD masih bisa memanfaat helicopter angkut Mi 17 untuk memindahkan kompi-kompi infanteri ke wilayah tempur, tentu saja dengan pengawalan helicopter serang Mi 35 P dan pengawalan pesawat LAS (Light Air Support) terbaru dari TNI AU Super Tocano.

Ternyata untuk memenuhi kecepatan pergeseran BTP masih diperlukan tambahan berbagai peralatan angkut baik pesawat C 130 Hercules TNI AU, helicopter angkut TNI AD maupun kapal perang TNI AL.

Dengan asumsi pada skenario diatas bahwa satuan radar di Balikpapan dan Tarakan dapat dilumpuhkan, apakah tidak sebaiknya TNI AU melengkapi alutsistanya dengan pesawat peringatan dini segala cuaca (airborne early warning)  seperti Grumman E-2 Hawkeye seperti yang dimiliki Singapura ?

———————–

5 September 2012

MEREKA YANG PERKASA : PEMUDIK BERMOTOR (2) – KISAH PILU PEMBAYAR PAJAK YANG SETIA


Pemerintah sepertinya sudah bertindak tidak adil terhadap para pemudik bersepeda motor. Bukankah para pemudik bersepeda motor telah menunaikan kewajibannya membayar pajak PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) yang harus dibayar setiap tahun ?

Pertanyaan yang kemudian berkembang adalah : apakah pemerintah telah memenuhi kewajiannya untuk memberikan keamanan, keselamatan dan kenyamanan bagi para pemudik bersepeda motor selama dalam perjalanan ritual tahunannya ?

Para pemudik bersepeda motor – yang merupakan pembayar pajak setia, seolah dibiarkan bertarung diganasnya jalan raya, cuaca ekstrim dan kelelahan hanya untuk sekedar memenuhi harapan memupus kerinduan bertemu sanak keluarga dikampung halaman.  Korban pemudik bersepeda motor berjatuhan, dan sekali lagi pemerintah hanya melihat korban pemudik sepeda motor sebagai angka statistic, bukan sebagai manusia-warga negara yang seharusnya dilindungi oleh negara.

Data Korps Lalu Lintas Polri – seperti yang dikutip oleh Kompas.com menyebutkan bahwa angka kecelakaan dari tanggal 11 hingga  21 Agustus 2012 telah mencapai 3600 kasus atau meningkat 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dari data tertsebut  menempatkan kecelakaan yang melibatkan sepeda motor pada rangking teratas yaitu : 3.881 unit sepeda motor.

Terus Meningkat

Penggunaan sepeda motor untuk mudik terus meningkat. Tahun lalu, jumlah sepeda motor yang digunakan untuk mudik mencapai 2,36 juta unit, sedangkan tahun 2012 jumlah unit yang digunakan untuk mudik diperkirakan meningkat menjadi 2,9 juta unit.

Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Puji Hartanto, mengatakan masyarakat lebih senang menggunakan sepeda motor saat mudik karena biayanya lebih murah. Namun, menurut dia, mudik dengan sepeda motor rawan kecelakaan sebab motor tidak didesain untuk jarak jauh.

Murah dan lebih fleksibel dalam mengatur  waktu perjalanan memang salah satu alas an pemudik menggunakan sepeda motor. Selain itu sepeda motor bisa lebih bermanfaat untuk alat transportasi dikampung halaman.

Dengan menggunakan asumsi yang digunakan sama dengan tahun ini, diprediksi peningkatan jumlah unit sepeda motor akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.  Seperti cerita yang terus berulang, bila pemerintah tidak merubah kebijakan terhadap para pemudik bersepeda motor, maka para pemudik bersepeda motor masih akan terus bertarung menuju oase – kampung halaman untuk sekedar bersilaturahmi dengan sanak saudara.

Sebagai pembayar pajak, pemudik bersepeda motor mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan berupa keamanan, keselamatan dan kenyamanan dalam menjalani ritual tahunan dari pemerintah. Sebaliknya pemerintah mempunyai kewajiban melindungi warganegara yang telah memenuhi kewajiban membayar pajak, untuk aman dan nyaman dalam melakukan mudik bersepeda motor. Kita tinggal menunggu niat baik pemerintah apakah bisa mewujudkan keinginan para pemudik bersepeda motor pada tahun depan…

—————

26 Agustus 2012

MASIHKAH INDONESIA OPTIMIS DENGAN PERTUMBUHAN EKONOMI DIATAS 6 PERSEN ?


Hingga saat terakhir, indikator ekonomi Amerika Serikat, Cina dan Eropa masih tetap konsisten terus melemah.

Penelitian yang dilakukan oleh Sentier Research seperti yang dilaporkan oleh New York Times (24 Agustus 2012) menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan rumah tangga di AS terus menurun. Dua belas tahun yang lalu pendapatan tahunan mencapai AS $ 55.000 per tahun, tetapi sekarang hanya AS $ 51.000 per tahun.

Dua kelompok usia 55 -64 tahun dan 25 -34 tahun menunjukkan pendapatan rumah tangga yang paling buruk. Data ini semakin menguatkan bahwa recovery ekonomi AS semakin sulit. Menurunnya pendapatan rata-rata penduduk AS menyebabkan melemahkan daya beli, secara teoritis menyebabkan menurunnya sisi permintaan.

Stabilisasi pertumbuhan ekonomi Cina sedang mengalami tekanan yang sangat serius saat ini, seperti yang dinyatakan oleh Perdana Menteri Wen Jiabao pada hari Selasa 10 Juli 2012 (Xinhua). Upaya untuk menstabilkan pertumbuhan ekonomi diantaranya melalui dorongan konsumsi, diversifikasi ekspor, dan investasi.

Pertumbuhan ekonomi Cina “hanya” mencapai 8,1 persen pada triwulan pertama tahun 2012, yang berarti pertumbuhan terendah selama 3 tahun, sedangkan pertumbuhan triwulan kedua diprediksi hanya mencapai 7,5 persen.

Perdana Menteri Wen  berkata bahwa faktor-faktor ekonomi internal dan eksternal sangat rumit, Cina memerlukan reformasi fiskal dan kebijakan keuangan supaya Cina tetap pada jalur stabilisasi pertumbuhan ekonomi yang diharapkan.

Berkaca pada pertumbuhan ekonomi dunia saat ini, masihkah Indonesia optimis dengan pertumbuhan 6,5 persen pada tahun 2012 dan 6,8 persen pada tahun 2013. Pemerintah seharusnya mulai berhitung ulang dengan angka-angka yang sangat optimis tersebut.

———————-

24 Agustus 2012

« Entri lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.